Skip to main content

Sumamburat: Kemalangan Malang?

Oleh: Suparto Wijoyo*

BANJIR menerjang lalu menggenangi jalanan di Malang, kawasan Lowokwaru maupun Jl. Ahmad Yani dengan sengsara kemacetan sampai di Jalan Soekarno Hatta dan Soenandar Priyosoedarmo. Begitulah yang ramai diberitakan banyak media dan saya menjadi larut merasakannya. Semua itu adalah pertanggungan derita akibat derasnya guyuran hujan yang berlangsung pukul 14.30-15.30 WIB pada Senin, 10 Desember 2018, saat serumpun pihak memperingati Hari HAM sedunia, termasuk hak atas lingkungan yang baik dan sehat.

Sungguh hujan yang hanya berdurasi satu jam itu berimplikasi pada macetnya lalu lintas jalan sepanjang berkilo-kilo meter. Ruas jalan dihiasi dengan padatnya kendaraan yang bermula dari alir air yang menyiratkan selaksa diri sebagai sungai. Semua mengalami rasa kesal saat itu dan menjadikan permenungan atas nasib wilayah ini yang sebelumnya dibanjiri dengan berita tentang realitas maraknya kasus-kasus korupsi, baik di Kabupaten atau di Kotanya. Bahkan masalah korupsi ini nyasar dengan terang untuk singgah di Kota Batu.

Read More..

Sumamburat: Santri di Garis Tepi

Oleh: Suparto Wijoyo* GEMA Peringatan Hari Santri Nasional III, 22 Oktober 2018 mengiangkan lantun doa dan pengharapan untuk bangsa. Helatannya semakin membuncahkan semangat juang dalam kelambu Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang mengkristalisasi ghirah umat yang amat heroik. Kepahlawanan itu menjadi sangat mistis dengan kobaran revolusioner dari jiwa rakyat yang terpanggil imannya. Mempertahankan negara yang diproklamasikan 17 Agustus 1945 sebagai ladang pengembangan Islam ternarasikan secara gamblang dalam Resolusi Jihad, hingga siapa pun yang memiliki nada dasar tauhid atasnya niscaya serentak meneriakkan takbir: Allahuakbar. Resolusi Jihad menjadi solusi kebangsaan dan keumatan yang mampu menyelamatkan Republik ini dari invasi Belanda yang memboncengkan dirinya dalam “gerombolan kolonialisme” NICA. Revolusi 10 November 1945 pecah. Read More..

Sumamburat: Nabi Pencipta Konstitusi

Oleh: Suparto Wijoyo* RUHANI membuncahkan diri dalam narasi iman atas sosok agung nan teragungkan, Rasulullah Muhammad SAW. 12 Rabiul Awwal 1440H yang “diperhimpitkan” dengan 20 November 2018 M, tersejarahkan kelahiran manusia paling sempurna dan teladan dari semua teladan yang dirayakan umatnya dalam spiritualitas Maulid Nabi Muhammad SAW. Langgar, surau, mushalla, masjid, gang-gang kampung dan lorong-lorong desa ramai umat bershalawat sebagai ekspresi cinta dan kerinduan yang sangat Illahiyah. Inilah karunia terbesar yang Allah SWT berikan kepada “totalitas jagad”, karena Nabi Muhammad SAW adalah rahmat bagi seluruh alam dan pemanggul ajaran Tuhan serta bermisi utama ndandani akhlak. Dikatakannya “aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”. Suatu tugas kehidupan yang dahsyat dan memberikan kristalisasi kemuliaan dengan pawahyuan berupa Al-Quran. Readmore..

Dosen FH Unair Jadi Penguji di Leiden Universiteit Belanda

Surabaya (beritajatim.com)–Pengakuan kualitas dosen dari Universitas Airlangga (Unair) sepertinya tidak diragukan. Pasalnya Dr Herlambang P. Wiratraman, dosen Hukum Tata Negara dan Ketua Pusat Studi Hukum HAM (HRLS) Fakultas Hukum Unair dipercaya menjadi salah satu Leiden oppositie commisie (Anggota Komisi Oposisi Sidang Penguji Leiden Universiteit). Herlambang menjadi komisi oposisi dalam ujian disertasi Henky Widjaja. Disertasi Henky itu berjudul Deconstructing a Biofuel Hype: The Stories of Jatropha Projects in South Sulawesi, Indonesia. Read More..

Melanjutkan Tradisi Korporasi Korupsi

MEIKARTA kini menjadi bincangan yang berbeda dari semula kehadirannya yang penuh gempita promosi di media-media besar, nyaris tidak terbayangkan berapa ongkos yang dikeluarkan. Sekarang orang menggumam atasnya sehubungan dengan OTT KPK di tatar Bekasi yang melibatkan bupati dan jajarannya. Meikarta dalam naungan Lippo Group. Iklan tanpa bayar kalau sekadar terkenal dengan sebutan ada pusaran suap yang dilakukannya kepada para pejabat di Kabupaten Bekasi berkenaan dengan prosedur administrasinya, sungguh ada kecewa di khalayak. Perizinan untuk kelengkapan wahana properti, tempat hunian, dan kota mandiri yang diimpikan kawula milenial atas nama kenyamanan maupun keamanan ternyata “ditempuh penuh sangka”. Ada suap yang diungkit OTT KPK di dalamnya dan baunya semakin menyengat dengan gerakan KPK untuk memberantas praktik rasuah.

Read More

Anggaran Baru

Ini Pekan yang menyibak ragam warna. Beragam berita mewarta menjadi dalil yang membenturkan kehendak publik, Gerakan 2019 ganti presiden seolah diburu sebagai pihak yang konstitusional oleh mereka yang mengangkat acungan tangan. Kerumunan yang berbaju ormas dapat menghalau dan menindih melalui kepala yang seakan berposisi diatas Negara

Read More

Bencana Dalam “Lingkar Api” Korupsi

KESEMPURNAAN yang menistakan untuk tidak mengatakan sebagaimana diungkapkan oleh Kahlil Gibran dalam bukunya Secrets of The Heart: “kematian sebuah bangsa”. Kepungan korupsi melingkar seperti cincin api peradaban rakus yang mendera dari Sabang sampai Merauke. Bupati Bekasi merupakan kepala daerah ke-99 yang diringkus KPK dalam OTT (Minggu 14 Oktober 2018) sejengkal proses hukum yang dilakukan lembaga anti rasuah sejak 2004. Kelindan yang memayungi nyaris serupa dengan “campak” yang menyebar di sekujur tubuh bangsa berupa “deretan upeti, sogok, dan suap yang direpresentasi dengan ukuran-ukuran dolar maupun rupiah”. Konglomerat dalam usaha dagang di sektor properti ataupun tambang sudah sering terdengar meski sayup-sayup. Setiap pengurusan izinnya senantiasa “diperas” atau “menawarkan diri” untuk “dijamah di jalan kenikmatan” agar lancar segala perkara administrasi pemerintahan. Sogok dengan gepokan nilai yang fantastis digaungkan meski dirung-ruang simbolik maupun areal tersamar dengan mengayunkan gontai elegi.

Read More

Laut yang Menjemput Maut

INI bukan upacara larung samudera yang diarak dengan semarak, bahkan kadang-kadang sambil berjingkrak meski hal itu tak pernah dilakukan pengkhidmat lautan. Titik air di perairan utara Tanjung Karawang, Jawa Barat, itu sekarang sedang menggelombangkan pesan-pesan yang tidak mudah untuk dipahami, karena lautan tetaplah sebagaimana mestinya: berselimut misteri.  Tragedi terjatuhnya  Lion Air JT 610  Senin pagi, 29 Oktober 2018, dalam rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang itu telah “menghantarkan seluruh penumpangnya” untuk memenuhi takdirnya. Pasti tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kabar duka terhadap penumpang Lion Air JT 610 itu mengangkasa  yang bersahutan untuk selanjutnya menukik  secara dramatik ke lautan. Kini pekabaran yang semula dari darat seperiringan  tinggal landasnya pesawat yang hendak “menjejakkan tapak dalam kelembutan udara”  pada akhirnya tertelungkup di “damainya” Tanjung Karawang.

Read More