Skip to main content

Sumamburat: Tak Menjumpa Arek di Surabaya?

AREK Suroboyo. Inilah julukan yang menempa jiwaku sejak semula menghinggap dalam lubuk terdalam hingga menjadi selaksa azimat hayatku di kota Surabaya. Kata yang magis dalam membalut paseduluran secara elegan, egaliter, dan toleran berderajat keguyuban. Arek akhirnya menyemburatkan citranya sebagai pembungkus kesempurnaan jalinan sosial yang sangat etnik, unik dan menarik. Daya pendarnya terletak pada kesederhanaan nan kesetiakawanan total yang membuncahkan spirit kepahlawanan. Keluhuran budi dikalkulasi sejurus “hutang budi” yang membatinkan narasi sosial sebagai inti pribadi. Urusanmu yang di luar pagar dibawa masuk ke sumsum setiap sosok Arek. Arek Surabaya bukanlah diukur dari geneologis biologis tetapi keturunan ideologis sebagai kekayaan yang sangat katakteristik, khas, dan spesial dalam kutub pergaulan sesama warga Surabaya. Jiwa Arek yang berkesetaraan, bergotong royong, dan berkepahlawanan itulah yang merekatkan siapa saja yang hidup di Surabaya. Inilah rumah bersama kita.

Read More

Sumamburat: Sunya Nora Yuganing Wong

BAGI WARGA Kota Malang, Sabtu, 1 September 2018 tidaklah elok melantunkan lagu yang menyuasanakannya. September Ceria yang disuaraemaskan oleh Vina Panduwinata itu akan terasa “hening” untuk akhirnya menundukkan kelam yang tanpa tengara. Sejak Jumat 31 Agustus 2018 terdapat 22 anggota DPRD Kota Malang berserta belasan pejabat Pemkotnya diperiksa berkenaan kasus korupsi yang selama ini telah diketahui publik menyeret 19 anggota yang terhormat. KPK melakukan proses hukum atas “pemanfaatan” APBD Perubahan Tahun Anggaran 2015. Puluhan anggota DPRD Kota Malang itu melengkapi rekan-rekan sebelumnya dan khalayak menerawang penuh cemas bahwa Gedung Dewan akan suwung, karena penghuninya tinggal 4 orang saja. Begitu yang ramai diberitakan dan pileg akan menjadi ajang yang semestinya dapat digunakan untuk “menyucikan diri”.

Read More

Jatimnomics Mendunia

Dr. H. Soekarwo pada Rabu, 29 Agustus 2018 hadir di agenda 2018 Asia Economic Forum sebagai keynote Speaker. Acara ini merupakan belatan The World Bank Group Asia Competitivenes Institute (ACI) yang dilangsungkan di National University of Singapura. Seperti ini yang diberikan banyak media, di acara ini hadir perwakilan Bank Dunia dari India, Thailand, Vietnam dan Filipina Read More

Korupsi dan Don Quixote

EMPAT hakim PN Medan, Sumut dan seperangkat staf beserta pengusaha properti pada 28 Agustus 2018 kena sergap  OTT KPK. Semua digelandang dalam sorotan kamera yang membanjiri medsos yang selanjutnya sontak nan seketika sebelum akhirnya sampai di Gedung KPK. Publik terhenyak setarikan nafas tidak mampu beranjak dari tayangan mengenai pengawal hukum yang kembali terserat arus bah korupsi. Meski baru terduga-tersangka, belum terpidana, namun awam sudah menjatuhkan vonis betapa kelam dunia hukum dan ternodanya lembaga yang membopong putusan berdasarkan keadilan atas nama Tuhan. Meski antara hakim dan hukum itu berbeda tetapi narasinya adalah sama bahwa ada internalisasi nilai yang diabaikan oleh hasrat yang tiada batas untuk menghindar dari segepok uang.

Sorot tajam dengan ungkapan nyinyir yang diarahkan kepada dunia hukum yang oknumnya banyak terkena OTT KPK mengingatkan saya dengan keraguan yang terus menjadi tanya atas novel A Confession karya Leo Tolstoy yang terbit 1882. Para hakim dan aparat apa pun selayaknya membaca novel ini karena menggungah tujuan hidup kita di ranah dunia yang semakin materialistik. “Kuanggap definisi hukum itu lebih keras dan menjadi jelas bagiku bahwa mungkin tak ada hukum tentang perkembangan yang tak ada akhirnya. Menjadi jelas untuk mengatakan, di ruang dan waktu tanpa batas, semuanya  berkembang menjadi lebih sempurna dan semakin sempurna adalah berbeda”.

Read More

Berguru kepada Khalilullah

RENTANG tahun 2166-1991 Sebelum Masehi (SM), sepanjang 175 tahun merupakan saat yang membeber pijakan tauhid yang sangat referensial. Waktu ketika Nabi Ibrahim as mendapatkan julukan mesra, khalilullah, Sang Sahabat Allah dalam tradisi keagamaan monoteisme (Islam). Rujukan-rujukan kitabiyah dapat disemat tetapi biarlah itu menjadi ulasan para ahlinya. Sejenak sudilah mempelajari kisah Ibrahim as yang dilahirkan di Ur, Irak (2166 SM) sampai meninggal di Hebron, Palestina (1991 SM). Di usia 14 tahun sudah menjadi observer hebat yang tidak tertandingi dalam menganalisis tata surya. Di umur 16 tahun mengalami proses peradilan akibat melakukan “pemberontakan dalam konteks tauhid” dengan memperkenalkan Allah swt. Rezim kasar nan bengis Kaisar Naramsin dibuat gusar, pun Ismail lahir 2080 SM.

  Read More

The Undiscovered Self

DEKLARASI dan pendaftaran capres-cawapres 2019 telah dilakukan dengan iringan yang gempita sampai di pelataran nan ruangan KPU pada Jumat, 10 Agustus 2018. Sorak sorai yang terwarnai dengan alunan Shalawat Nabi mendebarkan hati siapa saja yang menyimak penuh khusuk. Peristiwa politik ini menjalinkan narasi yang sangat religius dan sampai di sini pihak yang selama ini getol agar tidak membawa-bawa identitas keagamaan apalagi keulamaan dalam belantara politik tertindih sendiri. Paling tidak ini adalah babakan awal untuk tahapan penyadaran dalam kasunyatan yang menautkan dengan hormat mengenai relasi spiritual antara kekuasaan dengan kodrat-Nya. Semua menyandarkan diri pada agama sambil meletakkan posisi untuk disebut paling peduli melalui selisik shalat Jumat yang para paslon itu hendak melangkah ke KPU. Masjid sebagai lambang keagungan yang menyematkan diri sebagai Rumah Tuhan harus disinggahi tanpa ragu biar umat memahaminya. Inilah kontestasi politik yang menyorongkan penanda Islam hendak dibopong dengan takzim yang menyimpuhkan jiwa mereka.     Read More

Sumamburat: Rakyate Klilipen?

PALAGAN demokrasi itu ternyata menyajikan watak dasar manusia yang paling sejati dengan kandungan manipulasi yang selalu ditoleransi. Meraih posisi penting dalam negara serendah apapun harus diperjuangkan dengan lelehan ”dunyo brono dodol rojo koyo”. Kehendak untuk menduduki dampar kencono kekuasaan bukanlah sekadar pertarungan biasa melainkan perhelatan yang toh nyowo lan toh pati. Pencapaiannya penuh misteri meski senantiasa diakali dengan kecerdikan nan pencitraan diri melalui kehobongan dikit-dikit, tak urus hendak menjadi ”bukit dusta lagi”.     Read More

Menyaksi Senyum Sang Mahapatih Mangkubumi

SAYA menyambut penuh takzim atas hasil Rapat Pansus DPRD Kota Surabaya, Sabtu, 4 Agustus 2018 terhadap perubahan sebagian nama Jalan Dinoyo dan Jalan Gunungsari yang disemati Jalan Sunda serta Jalan Prabu Siliwangi. Polemik yang telah lalu harus dapat dipungkasi dengan segala bakti untuk menuntaskan yang diragu secara administrasi maupun langgam histori yang terimajinasi. Keluarga besar masyarakat Sunda yang tengah meluaskan hatinya tanpa perlu menggelegakkan “masa lalu” dengan menyandangkan Jalan Majapahit atau Jalan Hayam Wuruk di jantung Kota Bandung, adalah akhlak yang menyejarah lebih dari yang saya bayangkan. Laku Urang Sunda ini amatlah dewasa dan menunjukkan kematangan jiwanya dalam memaknai heroisme dan nasionalisme.   Read more

Pilpres yang Telenovelis

HARI ini, Jumat 10 Agustus 2018 menyelinapkan peristiwa di seluruh benak rakyat, adakah yang hendak berubah dalam selingkup harapan untuk Indonesia? Sudah hebatkah atau memang terdapat kelindan yang terus dibuncahkan memenuhi angkasa “perjanjian panjang”. Pendaftaran pasangan capres-cawapres yang dibuka-tutup sepekan ini tampak hanya menyajikan aktor-aktor unggulan yang mengulang kembali perseteruan 2014. Munculnya gelaran umat untuk membopong Ustaz Abul Somad (UAS) memberikan warna baru dengan cerah yang tertindih oleh hiruk-pikuk koalisi.   Read More