Skip to main content

Anggaran Baru

Ini Pekan yang menyibak ragam warna. Beragam berita mewarta menjadi dalil yang membenturkan kehendak publik, Gerakan 2019 ganti presiden seolah diburu sebagai pihak yang konstitusional oleh mereka yang mengangkat acungan tangan. Kerumunan yang berbaju ormas dapat menghalau dan menindih melalui kepala yang seakan berposisi diatas Negara

Read More

Korupsi dan Don Quixote

EMPAT hakim PN Medan, Sumut dan seperangkat staf beserta pengusaha properti pada 28 Agustus 2018 kena sergap  OTT KPK. Semua digelandang dalam sorotan kamera yang membanjiri medsos yang selanjutnya sontak nan seketika sebelum akhirnya sampai di Gedung KPK. Publik terhenyak setarikan nafas tidak mampu beranjak dari tayangan mengenai pengawal hukum yang kembali terserat arus bah korupsi. Meski baru terduga-tersangka, belum terpidana, namun awam sudah menjatuhkan vonis betapa kelam dunia hukum dan ternodanya lembaga yang membopong putusan berdasarkan keadilan atas nama Tuhan. Meski antara hakim dan hukum itu berbeda tetapi narasinya adalah sama bahwa ada internalisasi nilai yang diabaikan oleh hasrat yang tiada batas untuk menghindar dari segepok uang.

Sorot tajam dengan ungkapan nyinyir yang diarahkan kepada dunia hukum yang oknumnya banyak terkena OTT KPK mengingatkan saya dengan keraguan yang terus menjadi tanya atas novel A Confession karya Leo Tolstoy yang terbit 1882. Para hakim dan aparat apa pun selayaknya membaca novel ini karena menggungah tujuan hidup kita di ranah dunia yang semakin materialistik. “Kuanggap definisi hukum itu lebih keras dan menjadi jelas bagiku bahwa mungkin tak ada hukum tentang perkembangan yang tak ada akhirnya. Menjadi jelas untuk mengatakan, di ruang dan waktu tanpa batas, semuanya  berkembang menjadi lebih sempurna dan semakin sempurna adalah berbeda”.

Read More

Berguru kepada Khalilullah

RENTANG tahun 2166-1991 Sebelum Masehi (SM), sepanjang 175 tahun merupakan saat yang membeber pijakan tauhid yang sangat referensial. Waktu ketika Nabi Ibrahim as mendapatkan julukan mesra, khalilullah, Sang Sahabat Allah dalam tradisi keagamaan monoteisme (Islam). Rujukan-rujukan kitabiyah dapat disemat tetapi biarlah itu menjadi ulasan para ahlinya. Sejenak sudilah mempelajari kisah Ibrahim as yang dilahirkan di Ur, Irak (2166 SM) sampai meninggal di Hebron, Palestina (1991 SM). Di usia 14 tahun sudah menjadi observer hebat yang tidak tertandingi dalam menganalisis tata surya. Di umur 16 tahun mengalami proses peradilan akibat melakukan “pemberontakan dalam konteks tauhid” dengan memperkenalkan Allah swt. Rezim kasar nan bengis Kaisar Naramsin dibuat gusar, pun Ismail lahir 2080 SM.

  Read More

The Undiscovered Self

DEKLARASI dan pendaftaran capres-cawapres 2019 telah dilakukan dengan iringan yang gempita sampai di pelataran nan ruangan KPU pada Jumat, 10 Agustus 2018. Sorak sorai yang terwarnai dengan alunan Shalawat Nabi mendebarkan hati siapa saja yang menyimak penuh khusuk. Peristiwa politik ini menjalinkan narasi yang sangat religius dan sampai di sini pihak yang selama ini getol agar tidak membawa-bawa identitas keagamaan apalagi keulamaan dalam belantara politik tertindih sendiri. Paling tidak ini adalah babakan awal untuk tahapan penyadaran dalam kasunyatan yang menautkan dengan hormat mengenai relasi spiritual antara kekuasaan dengan kodrat-Nya. Semua menyandarkan diri pada agama sambil meletakkan posisi untuk disebut paling peduli melalui selisik shalat Jumat yang para paslon itu hendak melangkah ke KPU. Masjid sebagai lambang keagungan yang menyematkan diri sebagai Rumah Tuhan harus disinggahi tanpa ragu biar umat memahaminya. Inilah kontestasi politik yang menyorongkan penanda Islam hendak dibopong dengan takzim yang menyimpuhkan jiwa mereka.     Read More

Sumamburat: Rakyate Klilipen?

PALAGAN demokrasi itu ternyata menyajikan watak dasar manusia yang paling sejati dengan kandungan manipulasi yang selalu ditoleransi. Meraih posisi penting dalam negara serendah apapun harus diperjuangkan dengan lelehan ”dunyo brono dodol rojo koyo”. Kehendak untuk menduduki dampar kencono kekuasaan bukanlah sekadar pertarungan biasa melainkan perhelatan yang toh nyowo lan toh pati. Pencapaiannya penuh misteri meski senantiasa diakali dengan kecerdikan nan pencitraan diri melalui kehobongan dikit-dikit, tak urus hendak menjadi ”bukit dusta lagi”.     Read More

Menyaksi Senyum Sang Mahapatih Mangkubumi

SAYA menyambut penuh takzim atas hasil Rapat Pansus DPRD Kota Surabaya, Sabtu, 4 Agustus 2018 terhadap perubahan sebagian nama Jalan Dinoyo dan Jalan Gunungsari yang disemati Jalan Sunda serta Jalan Prabu Siliwangi. Polemik yang telah lalu harus dapat dipungkasi dengan segala bakti untuk menuntaskan yang diragu secara administrasi maupun langgam histori yang terimajinasi. Keluarga besar masyarakat Sunda yang tengah meluaskan hatinya tanpa perlu menggelegakkan “masa lalu” dengan menyandangkan Jalan Majapahit atau Jalan Hayam Wuruk di jantung Kota Bandung, adalah akhlak yang menyejarah lebih dari yang saya bayangkan. Laku Urang Sunda ini amatlah dewasa dan menunjukkan kematangan jiwanya dalam memaknai heroisme dan nasionalisme.   Read more

Pilpres yang Telenovelis

HARI ini, Jumat 10 Agustus 2018 menyelinapkan peristiwa di seluruh benak rakyat, adakah yang hendak berubah dalam selingkup harapan untuk Indonesia? Sudah hebatkah atau memang terdapat kelindan yang terus dibuncahkan memenuhi angkasa “perjanjian panjang”. Pendaftaran pasangan capres-cawapres yang dibuka-tutup sepekan ini tampak hanya menyajikan aktor-aktor unggulan yang mengulang kembali perseteruan 2014. Munculnya gelaran umat untuk membopong Ustaz Abul Somad (UAS) memberikan warna baru dengan cerah yang tertindih oleh hiruk-pikuk koalisi.   Read More

Lindu dan Pemilu 2019

LINDU itu kukenang sejak masa kanak-kanak dan biasa disetiap waktunya selalu menyuguhkan gentar dalam gelisah agar setiao orang segera merebahkan diri kepada Illahi. Bumine goyang yang disertai seruan ada gempa dalam bahasa sekarang, sejatinya meneguhkan iman dengan semburat umat ke luar rumah menuju langgar-langgar, surau-surau, masjid-masjid. Di rumah ibadah inilah kami merasa tenang dan seolah Gusti Allah menjawab seruan doa manusia yang gupuh atas lindu yang “menari” di wilayahnya. Kami biasanya menyujudkan diri dalam telungkup pasrah yang paling Illahi sewaktu lindu menggoyang meja makan, perabot rumah sambil menyaksi lampu bergelantungan itu “berjoget” dalam ketidakteraturannya. Demikianlah gempa kecil-kecil itu acapkali kami rasakan sewaktu saya masih bocah di kampung-kampung Lamongan. Hanya saja Lamongan memang bukan daerah yang kerap diserbu gempa tetapi banjir dan kekeringanlah yang selalu rajin “anjangsana” setiap tahunnya. Persis seperti hari-hari ini di desa-desa di Jawa terdapat lolongan petani atas langkanya air dan ini tidak pernah mencuatkan demonstrasi besar-besaran, karena petaninya tangguh untuk merelakan dirinya antri air tengah malam dengan tetap menjaga keguyuban.   Read More

Im Malayischen Archipel

(surabayapagi.com | 060818) PETA perebutan tahtah untuk dapat menyinggahi Istana Negara semakin hari kian menyedot perhatian khalayak. Kongsi-kongsi dan koalisi-koalisi ramai menyertakan fenomena betapa kerumunan itu layak diberitakan. Para perengkuh syahwat politik diberi dalil-dalil pengabdian yang memang berkeabsahan. Banyak pihak tergiring dalam belahan kandidat yang lama berlaga pada pilpres 2014. Kubu petahana dan pekalah sama-sama membangkitkan gelora yang menggelegarkan jagad kekuasaan. Petahana rajin membangun “infrastruktur wewenang” agar terus ada dalam genggamnya. Ragam tampilan diunggah dengan pemanis untuk menyeret rakyat terlihat tampil kolosal. Semua segmen diberi balutan profesi sebagai organ yang mengusung dengan beribu sayap pergerakan. Siapa yang berdiri di pinggir jalan diikutsertakan menjadi tim pemenangan dengan agenda tunggal bahwa tidak cukup hanya seperiode untuk mengabdi di Indonesia. Begitu biasa dilontarkan untuk memenuhi angkasa nusantara yang kerap terlanda hujan deras janji yang disemai. Kehendak untuk mempertahankan jabatan dan bila perlu tambah satu jangka waktu lagi memanglah diwerdikan sebagaimana UUD 1945 memberikan dasar hukumnya. Kepemimpinan pun dipatri sesuai dengan aturan permainan agar tidak ada yang terlewatkan. Demikianlah pengharapan itu diubah menjadi cita-cita yang dipanggul oleh hasrat dan kesempatan. Untuk bahasa hukum pidana selalu menyandingkan kata niat dengan kesempatan agar kejahatan dapat dikonstruksi dengan sempurna. Read More…

Kembangkan Comparative Law, 3 Dosen Wakili Indonesia di Kongres Dunia

(hukumonline.com | 010818) Comparative law atau perbandingan hukum adalah bidang kajian ilmu hukum yang telah dikenal sejak paruh kedua abad dua puluh. Sayangnya belum banyak pengembangan serius tentang bidang kajian ini di Indonesia. Tak surut langkah, tiga ahli hukum Indonesia mencatatkan sejarah sebagai wakil Indonesia untuk pertama kalinya dalam The 20th Congress of the International Academy of Comparative Law (IACL) di Kota Fukuoka, Jepang yang dihadiri ratusan ahli perbandingan hukum seluruh dunia. Kongres yang berlangsung 22-28 Juli 2018 lalu memang rutin diadakan setiap empat tahun sekali oleh IACL yang bermarkas di Paris, Perancis. Kongres tahun ini diselenggarakan bekerjasama dengan Kyushu University di Fukuoka, Jepang. Begitu pentingnya forum akademik ini, pembukaan kongres dihadiri oleh Pangeran dari Kekaisaran Jepang beserta menteri, gubernur, dan hakim agung Jepang. Hanya ada tiga ilmuwan hukum Indonesia yang menjadi anggota IACL dan berhak menghadiri kongres bergengsi tingkat dunia tersebut yaitu Prof.Dr.Topo Santoso, S.H., M.H. dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Prof.Susi Dwi Harijanti, S.H., LL.M., Ph.D. dari Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (FH UNPAD), Bandung, dan Koesrianti, S.H., LL.M., Ph.D. dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Surabaya. Read More..