Skip to main content

Fokus ke Sistem, Bukan Individu

Oleh HERLAMBANG PERDANA WIRATRAMAN*OPINI

NAMA-NAMA Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera diumumkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo hari ini (20/12). Sederet nama calon dewas pun sudah berseliweran di media massa.

Ada hakim Albertina Ho, mantan pimpinan KPK Taufiequrachman Ruki, dan mantan hakim agung MA Artidjo Alkostar.

Melihat perkembangan pemerintah yang tidak mendengar suara publik untuk menghentikan revisi Undang-Undang (UU) KPK, saya masih sangat pesimistis atas perkembangan masa depan pemberantasan korupsi.

Read More..

Janji pemerintah untuk melindungi hak masyarakat adat belum terwujud: 2 hal yang perlu dilakukan

Masyarakat adat di Indonesia merupakan komunitas-komunitas yang hidup berdasarkan asal-usul leluhur secara turun-temurun di atas suatu wilayah adat. Mereka memiliki kedaulatan atas tanah, kekayaan alam, dan kehidupan sosial budaya yang diatur oleh Hukum adat dan Lembaga adat yang mengelola keberlangsungan kehidupan masyarakatnya.

Berdasarkan data dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), anggota mereka berjumlah 2.359 komunitas adat di seluruh Indonesia yang berjumlah sekitar 17 juta anggota individu yang tersebar di seluruh Indonesia.

Read More..

Criminalising justice

Herlambang P Wiratraman

“Honourable panel of judges, once again, people’s lives, happiness, prosperity and peace have been disrupted! The impact of the gold mining activities in the Tumpang Pitu protected forest area has caused real misery to the local community. I reject the mine because my life has been affected by the dangers of mining. I am fighting for a protected forest in the Tumpang Pitu mountain area, facing destruction by a gold mine”

Heri Budiawan

Appeal session, Banyuwangi, 9 January 2018

Two decades after the beginning of reformasi, anti-communist sentiment is still everywhere in Indonesia. Until today, ‘the ghost of communism’, or of the PKI (Indonesian Communist Party), is invoked to silence criticism and even to politicise legal issues. The role of the military is still often seen as ‘saving the nation’ and as the symbolic bulwark of political stability.

Read More..

Sumamburat: Kemalangan Malang?

Oleh: Suparto Wijoyo*

BANJIR menerjang lalu menggenangi jalanan di Malang, kawasan Lowokwaru maupun Jl. Ahmad Yani dengan sengsara kemacetan sampai di Jalan Soekarno Hatta dan Soenandar Priyosoedarmo. Begitulah yang ramai diberitakan banyak media dan saya menjadi larut merasakannya. Semua itu adalah pertanggungan derita akibat derasnya guyuran hujan yang berlangsung pukul 14.30-15.30 WIB pada Senin, 10 Desember 2018, saat serumpun pihak memperingati Hari HAM sedunia, termasuk hak atas lingkungan yang baik dan sehat.

Sungguh hujan yang hanya berdurasi satu jam itu berimplikasi pada macetnya lalu lintas jalan sepanjang berkilo-kilo meter. Ruas jalan dihiasi dengan padatnya kendaraan yang bermula dari alir air yang menyiratkan selaksa diri sebagai sungai. Semua mengalami rasa kesal saat itu dan menjadikan permenungan atas nasib wilayah ini yang sebelumnya dibanjiri dengan berita tentang realitas maraknya kasus-kasus korupsi, baik di Kabupaten atau di Kotanya. Bahkan masalah korupsi ini nyasar dengan terang untuk singgah di Kota Batu.

Read More..

Sumamburat: Nabi Pencipta Konstitusi

Oleh: Suparto Wijoyo* RUHANI membuncahkan diri dalam narasi iman atas sosok agung nan teragungkan, Rasulullah Muhammad SAW. 12 Rabiul Awwal 1440H yang “diperhimpitkan” dengan 20 November 2018 M, tersejarahkan kelahiran manusia paling sempurna dan teladan dari semua teladan yang dirayakan umatnya dalam spiritualitas Maulid Nabi Muhammad SAW. Langgar, surau, mushalla, masjid, gang-gang kampung dan lorong-lorong desa ramai umat bershalawat sebagai ekspresi cinta dan kerinduan yang sangat Illahiyah. Inilah karunia terbesar yang Allah SWT berikan kepada “totalitas jagad”, karena Nabi Muhammad SAW adalah rahmat bagi seluruh alam dan pemanggul ajaran Tuhan serta bermisi utama ndandani akhlak. Dikatakannya “aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”. Suatu tugas kehidupan yang dahsyat dan memberikan kristalisasi kemuliaan dengan pawahyuan berupa Al-Quran. Readmore..

Dosen FH Unair Jadi Penguji di Leiden Universiteit Belanda

Surabaya (beritajatim.com)–Pengakuan kualitas dosen dari Universitas Airlangga (Unair) sepertinya tidak diragukan. Pasalnya Dr Herlambang P. Wiratraman, dosen Hukum Tata Negara dan Ketua Pusat Studi Hukum HAM (HRLS) Fakultas Hukum Unair dipercaya menjadi salah satu Leiden oppositie commisie (Anggota Komisi Oposisi Sidang Penguji Leiden Universiteit). Herlambang menjadi komisi oposisi dalam ujian disertasi Henky Widjaja. Disertasi Henky itu berjudul Deconstructing a Biofuel Hype: The Stories of Jatropha Projects in South Sulawesi, Indonesia. Read More..