Skip to main content

Aku Sujud di Palestina

Oleh: Suparto Wijoyo* CAK Mispon sejatinya tidak larut dalam gerakan sujud di kaki dokter yang diviralkan. Baginya Covid-19 telah menikam jantung sosok yang suka dipuja-puji dengan umbul-umbul pesta gemerlap investor perkotaan. Daya nalar selaksa hilang ditelan gelombang pandemi yang tetap tinggi di sebuah lahan kuasa yang selama ini merasa penuh pesona. Adegan persujudan yang menarik diberitakan itu tetap tidak mampu mengusik hati Cak Mispon yang terpaut dengan saudara nun jauh di Tepi Barat dan Lembah Yordan. Israel tidak pernah  risih menduduki lahan orang lantas mengajak berunding untuk berdamai. Itu ibaratnya ada maling merampok tanah dan rumahmu serta menderitakan generasimu apabila engkau mendiamkannya, lantas mengajukan proposal perdamaian. Sebuah permintaan yang tidak dapat diterima oleh kadar kewarasan yang paling minimalis sekalipun, sejumput kisah seperti memeras-meras dasar negara dengan tetap meyakini NKRI berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945. Latar yang berbeda meski mengoyak batinnya tampak setarikan nafas warga yang mengerti harkat dan perjanjian luhur bangsanya. Read More..

Candu Korupsi di Daerah

Oleh: Suparto Wijoyo KAMIS, 2 Juli 2020 sejatinya saya menikmati diskusi kecil bersama jurnalis senior Dahlan Iskan guna berikhtiar mencari solusi ragam problema kawasan Tunjungan Surabaya. Agenda kampus dan komunitas di tengah Pandemi Covid-19 pun tak urung harus diperhatikan pula sampai malam. Tibalah pada sengkurat kabar OTT-KPK terhadap Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur beserta rombongan kaum penikmat uang rasuah. Berita akhirnya bermunculan pada Jumat sampai sekarang ini bahwa Bupati Kutai Timur ditangkap KPK di sebuah hotel di Jakarta bersama sang istri berikut tim perangkat daerahnya. Read More..

Politik Peradilan Kasus Novel

OLEH : HERLAMBANG P. WIRATRAMAN PENEGAKAN hukum kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, dinilai menciptakan ketidakadilan. Betapa tidak, bukan saja soal tuntutannya yang ringan terhadap terdakwa, hanya 1 (satu) tahun, melainkan juga sejumlah kejanggalan secara terbuka dipertontonkan dalam proses hukumnya. Tidak mengherankan, objektivitas penanganan kasus menjadi diragukan publik. Mengapa lemahnya penegakan hukum atas kasus Novel bisa terjadi di tengah politik yang diklaim sebagai demokrasi dan politik hukum apa yang sesungguhnya sedang bekerja? Read More..

Pengkhianatan yang Terkenang

Oleh SUparto WIjoyo CAK Mispon, walaupun tinggal jauh di lubuk negara yang tidak mengandalkan aliran listrik PLN, ternyata juga mengikuti perkembangan gonjang-ganjing RUU HIP. Sebuah rencana regulasi yang hendak menterjemahkan ideologi Pancasila sesuai selera yang lagi berkehendak. Dia respon dan langsung kirim suara memerintahkan saya, Cak Parto jangan berhenti menyikapi hal-hal semacam ini. RUU itu hendak mempersonifikasi seolah negara ini milik “moyangnya” sehingga lupa bahwa pikiran dasar “leluhurnya” sesungguhnya tidak seluruhnya tersepakati sebagai dasar negara, sebab dasar falsafah negara yang disebut Pancasila itu adalah hasil kerja seluruh pendiri negara yang ada di BPUPKI-PPKI-Panitia Sembilan. Intinya bernegara itu memahami kebersamaan, karena negara juga produk dari kebersamaan. Tanpa kebersamaan tidak ada negara, siapa pun negaranya. Begitu dawuh “wali sunyi” Cak Mispon. Read More..

Setialah Merawat Mufakat Terhadap Pancasila

Oleh : Suparto Wijoyo GELOMBANG penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) merupakan manifestasi reflektif penderitaan rakyat yang telah diabaikan oleh wakilnya. DPR dinilai tuna empati dan berlaku tidak simpatik mengajukan RUU HIP saat otoritas pemerintahan kalang kabut mengatasi pandemi Covid-19. RUU Cipta Kerja yang kontroversial pun terus melenggang meski aspirasi keberatan telah tumpah memenuhi jalanan. DPR berlagak menantang dengan menggelombangkan batin publik dalam memproduksi hukum. Substansi RUU HIP tereja menpersonifikasi Pancasila selaksa karya perseorangan hingga dirasakan sebagian pihak menafikan Pancasila yang tersepakati dalam Pembukaan UUD 1945. Penetapan “ultah Pancasila” melalui Perpres No 24 Tahun 2016 Tentang Hari Lahir Pancasila secara yuridis-historis sangat problematis, tetapi khalayak berupaya memahami sambil mengelus dada. Lantas RUU HIP menguak secara fenomenal gerakan merekonstruksi ingatan lama untuk memeras-meras Pancasila. Read More..

Cinta yang Tertikam Negara

Oleh: Suparto Wijoyo* TEPAT 5 Juni 2020 kemarin adalah Hari Lingkungan Hidup Sedunia, saya sendiri   ketemu para aparatur lingkungan dari LHK sambil diskusi ragam tema santai. Tetapi juga harus melakukan komunikasi Lebaran bersama kolega Jawa Barat. Cak Mispon selalu menguntit dan berujar lancar Wilujeng Boboran Shiyam,  Hapunten Lahir Tumekaning Batin.  Ungkapan yang mengintisari dalam lantun Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Shiyamana wa Shiyamakum, Kullu’aamiin wa Antum Bikhair, Minal Aidin wal Faidzin.  Manusia  khusuk menyujudkan diri dalam “jalan syahadah” sambil melafalkan takbir, tahmid, dan tahlil. Gemanya mengkristal dalam hati yang akan terus direngkuh dan dirindukan sambil berdoa untuk dapat dipertemukan kembali dengan Ramadan tahun berikutnya, tentu tanpa Covid-19. Read More..

KITA DAN PENGUNGSI ROHINGNYA

Oleh: Suparto Wijoyo NELAYAN dan warga Aceh menunjukkan peran konstitusionalnya yang luar biasa saat memberikan perlindungan kepada pengungsi saudara sesama manusia (di samping sesama muslim) dari Rohingya, yang terdampar di perairan Aceh Utara, yang viral di media baru-baru ini, 24 Juni 2020. Dalam situasi sedemikian heroik nan mengguncang itu masih ada yang usil dengan menyoal tentang kemungkinan adanya penyelundupan manusia. Biarlah hal itu menjadi ruang kaum yang selama ini memang selalu curiga selain dari menjadi penyanjung tanpa nalar atas kemampuan sang idola dalam mengelola publik selama ini. Read More..

LEBARAN ITU ‘THR’

Oleh: Suparto Wijoyo
CAK Mispon tersipu ragu, malu, tetapi tetap PSBB alias perasaannya berbunga-bunga dikala saya sampaikan ada salam dari Mahasiswa Sains Hukum dan Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga asal lingkup Pemda Pamekasan. Melalui tulisan ini, saya diminta menyampaikan salam balik dalam situasi ASN yang kena cekal mudik. Selanjutnya, Cak Mispon fokus munajat nan mentafakurkan jiwa raganya di sepuluh malam terakhir Ramadhan 1441 H. Lantas dia menuturkan secara serius tentang kesempurnaan ajaran Islam dari aspek yang sangat sederhana selaksa urusan cuci tangan dan mulut, sampai pada yang amat kompleks mengenai tatanan bernegara. Read More..

IKA Fakultas Hukum Unair Sumbangan APD untuk Tenaga Medis

Surabaya, SURABAYAPAGI.com -Kepedulian Ikatan Alumni (IKA) Unair terhadap sesama makin tampak nyata saat pandemi Covid-19 ini. Berbagai donasi terus mengalir, baik untuk sesama warga maupun tenaga medis yang bertugas di Garda depan. Seperti yang dilakukan IKA Unair, dengan menyumbangkan ratusan Alat Pelindung Diri (APD) senilai 90 juta rupiah bagi tenaga medis, pasien, dan relawan yang harus berjibaku di garda depan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19). Read More..