Skip to main content

Politik Peradilan Kasus Novel

OLEH : HERLAMBANG P. WIRATRAMAN PENEGAKAN hukum kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, dinilai menciptakan ketidakadilan. Betapa tidak, bukan saja soal tuntutannya yang ringan terhadap terdakwa, hanya 1 (satu) tahun, melainkan juga sejumlah kejanggalan secara terbuka dipertontonkan dalam proses hukumnya. Tidak mengherankan, objektivitas penanganan kasus menjadi diragukan publik. Mengapa lemahnya penegakan hukum atas kasus Novel bisa terjadi di tengah politik yang diklaim sebagai demokrasi dan politik hukum apa yang sesungguhnya sedang bekerja? Read More..

Pengkhianatan yang Terkenang

Oleh SUparto WIjoyo CAK Mispon, walaupun tinggal jauh di lubuk negara yang tidak mengandalkan aliran listrik PLN, ternyata juga mengikuti perkembangan gonjang-ganjing RUU HIP. Sebuah rencana regulasi yang hendak menterjemahkan ideologi Pancasila sesuai selera yang lagi berkehendak. Dia respon dan langsung kirim suara memerintahkan saya, Cak Parto jangan berhenti menyikapi hal-hal semacam ini. RUU itu hendak mempersonifikasi seolah negara ini milik “moyangnya” sehingga lupa bahwa pikiran dasar “leluhurnya” sesungguhnya tidak seluruhnya tersepakati sebagai dasar negara, sebab dasar falsafah negara yang disebut Pancasila itu adalah hasil kerja seluruh pendiri negara yang ada di BPUPKI-PPKI-Panitia Sembilan. Intinya bernegara itu memahami kebersamaan, karena negara juga produk dari kebersamaan. Tanpa kebersamaan tidak ada negara, siapa pun negaranya. Begitu dawuh “wali sunyi” Cak Mispon. Read More..

Setialah Merawat Mufakat Terhadap Pancasila

Oleh : Suparto Wijoyo GELOMBANG penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) merupakan manifestasi reflektif penderitaan rakyat yang telah diabaikan oleh wakilnya. DPR dinilai tuna empati dan berlaku tidak simpatik mengajukan RUU HIP saat otoritas pemerintahan kalang kabut mengatasi pandemi Covid-19. RUU Cipta Kerja yang kontroversial pun terus melenggang meski aspirasi keberatan telah tumpah memenuhi jalanan. DPR berlagak menantang dengan menggelombangkan batin publik dalam memproduksi hukum. Substansi RUU HIP tereja menpersonifikasi Pancasila selaksa karya perseorangan hingga dirasakan sebagian pihak menafikan Pancasila yang tersepakati dalam Pembukaan UUD 1945. Penetapan “ultah Pancasila” melalui Perpres No 24 Tahun 2016 Tentang Hari Lahir Pancasila secara yuridis-historis sangat problematis, tetapi khalayak berupaya memahami sambil mengelus dada. Lantas RUU HIP menguak secara fenomenal gerakan merekonstruksi ingatan lama untuk memeras-meras Pancasila. Read More..

Cinta yang Tertikam Negara

Oleh: Suparto Wijoyo* TEPAT 5 Juni 2020 kemarin adalah Hari Lingkungan Hidup Sedunia, saya sendiri   ketemu para aparatur lingkungan dari LHK sambil diskusi ragam tema santai. Tetapi juga harus melakukan komunikasi Lebaran bersama kolega Jawa Barat. Cak Mispon selalu menguntit dan berujar lancar Wilujeng Boboran Shiyam,  Hapunten Lahir Tumekaning Batin.  Ungkapan yang mengintisari dalam lantun Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Shiyamana wa Shiyamakum, Kullu’aamiin wa Antum Bikhair, Minal Aidin wal Faidzin.  Manusia  khusuk menyujudkan diri dalam “jalan syahadah” sambil melafalkan takbir, tahmid, dan tahlil. Gemanya mengkristal dalam hati yang akan terus direngkuh dan dirindukan sambil berdoa untuk dapat dipertemukan kembali dengan Ramadan tahun berikutnya, tentu tanpa Covid-19. Read More..

KITA DAN PENGUNGSI ROHINGNYA

Oleh: Suparto Wijoyo NELAYAN dan warga Aceh menunjukkan peran konstitusionalnya yang luar biasa saat memberikan perlindungan kepada pengungsi saudara sesama manusia (di samping sesama muslim) dari Rohingya, yang terdampar di perairan Aceh Utara, yang viral di media baru-baru ini, 24 Juni 2020. Dalam situasi sedemikian heroik nan mengguncang itu masih ada yang usil dengan menyoal tentang kemungkinan adanya penyelundupan manusia. Biarlah hal itu menjadi ruang kaum yang selama ini memang selalu curiga selain dari menjadi penyanjung tanpa nalar atas kemampuan sang idola dalam mengelola publik selama ini. Read More..

Terima Hibah dari Belanda, FH UNAIR Siap Sharing Pendidikan Hukum ke Lima Universitas di Indonesia Timur

UNAIR NEWS – Beberapa waktu yang lalu Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR) mendapatkan hibah dari Kementerian Perdagangan dan Pengembangan Kerja sama Luar Negeri Belanda melalui NUFFIC. Hibah tersebut berada di bawah program the Orange Knowledge Programme (OKP).

Hibah tersebut diberikan untuk project kolaborasi institusi (institutional collaboration project) antara FH UNAIR dengan Maastricht University, Belanda dalam rangka “upgrading legal studies for higher education in Indonesia with a focus on legal skills and ethics”. Dalam program tersebut, Maastricht University berperan sebagai lead partner sementara FH UNAIR sebagai beneficiary partner.

Read More..

Merawat Negara Hukum Indonesia

Jawapos.com, 27 Juni 2019, 19:24:41 WIB | Herlambang P. Wiratraman

JawaPos.com – Sembilan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menjatuhkan putusan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) pilpres hari ini (27/6). Sidang berjalan sesuai tahapan. Termasuk ada yang berlangsung sampai 20 jam, sidang berdurasi terpanjang dalam sejarah hukum kita.

Elemen warga bangsa Indonesia menanti dengan beragam situasi psikologis. Ada rasa cemas, ada rasa percaya diri, dan tak sedikit pula perasaan yang biasa-biasa saja. Kecemasan yang terjadi sebagai sesuatu yang lumrah.

Betapa tidak, sejak menjelang pemilu berlangsung hingga persidangan MK digelar, tak terhindarkan terjadi ketegangan sosial akibat suasana dukung-mendukung paslon di pilpres. Tapi, sebenarnya, kecemasan dan ketegangan sosial yang mengiringi pemilu itu tak perlu. Bahkan, tak layak menjadi energi yang justru melemahkan sendi-sendi demokrasi dan kehidupan bernegara hukum.

Hari ini tantangan terbesar demokrasi Indonesia, termasuk upaya merawat negara hukum Indonesia, bukan semata soal tidak berfungsinya kelembagaan negara. Melainkan distorsi informasi yang memengaruhi bekerjanya lembaga-lembaga negara.

Read More..

Putusan MK, Asthabrata, dan Pesan Albert Camus

  • Jawa Pos, 28 Jun 2019 | SUPARTO WIJOYO*)

Don’t walk in front of me. I may not follow. Don’t walk behind me. I may not lead.

Walk beside me.

Just be my friend.

MAHKAMAH Konstitusi (MK) telah membuat putusan atas perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) dengan argumentasi hukum yang terbuka untuk ditelaah. Sebuah putusan yang secara yuridis-konstitusional menjadi pemungkas palagan pilpres 17 April 2019. Pilpres hadir untuk menawarkan keniscayaan pergantian kekuasaan agar presiden lengser keprabon atau melanjutkan takhta menurut kaidah kerakyatan. Situasi pengincaran kursi presiden nyaris serupa adegan dalam novel The Golem and The Jinni (Sang Golem dan Sang Jin) karya Helene Wecker (2015): Yang manunggal bisa berpisah, yang bermusuhan dapat memaksa mereka mengambil keputusan luar biasa.

Read More..

Peringkat Dunia Unair Naik, dari 750 ke 650

Lembaga pemeringkatan universitas dunia, Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking, merilis daftar 1.000 kampus terbaik di dunia periode 2019-2020, Rabu (7/6). Dalam rilis QS itu, sejumlah kampus Indonesia masuk dalam daftar, salah satunya adalah Universitas Airlangga (Unair).

Menurut hasil penilaian QS, Unair menduduki peringkat top 651-700 dunia. Rektor Universitas Airlangga, Mohammad Nasih, mengatakan peringkat tersebut merupakan pencapaian luar biasa Unair dibandingkan tahun 2018 yang hanya ranking top 751-800 dunia.

“Unair masuk top 651-700 dunia versi QS Ranking. Ini adalah lompatan yang luar biasa dan pencapaian tertinggi sejak tahun 2014 karena selama ini kami masuk di angka 700-700. Tahun lalu melorot di 750. Tahun ini loncat ke 600-an,” kata Nasih di Universitas Airlangga, Surabaya, Rabu (19/6).

Read More..

UNAIR Surabaya Masuk Kategori 5 Besar Kampus di Indonesia Versi QS WUR

SURABAYA (Suarapubliknews) – lembaga perankingan perguruan tinggi dunia World University Rankings (QS WUR), merilis hasil ranking terbaru kampus-kampus di seluruh dunia. Termasuk rangking kampus-kampus di Indonesia.

Terkait hasil rilis tersebut, terdapat sebanyak sembilan perguruan tinggi Indonesia yang masuk katagori top 1.000 kampus terbaik dunia. Universitas Airlangga masuk di lima besar kampus terbaik.

Peringkatnya berada di atas Universitas Padjadjaran (Unpad) di posisi keenam, Bina Nusantara University (BINUS) ketujuh, serta berurutan Universitas Diponegoro (Undip) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di posisi kedelapan serta kesembilan.

Sembilan perguruan tinggi 1.000 top dunia dari peringkat paling tinggi yaitu Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, UNAIR, Universitas Padjajaran, Bina Nusantara University (BINUS), Universitas Diponegoro (Undip), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Read more..