CAK Mispon tersipu ragu, malu, tetapi tetap PSBB alias perasaannya berbunga-bunga dikala saya sampaikan ada salam dari Mahasiswa Sains Hukum dan Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga asal lingkup Pemda Pamekasan. Melalui tulisan ini, saya diminta menyampaikan salam balik dalam situasi ASN yang kena cekal mudik.
Selanjutnya, Cak Mispon fokus munajat nan mentafakurkan jiwa raganya di sepuluh malam terakhir Ramadhan 1441 H. Lantas dia menuturkan secara serius tentang kesempurnaan ajaran Islam dari aspek yang sangat sederhana selaksa urusan cuci tangan dan mulut, sampai pada yang amat kompleks mengenai tatanan bernegara.
Read More..