Skip to main content

Menyimak Gong Xi Fa Cai

(surabayapagi.com | ) LAMPION-lampion itu bergelantungan memancarkan sinar cahaya yang mengesankan dengan dominasi warna merah cerah nan berbalut kuning harmoni. Suasananya menjadi sangat eksotis meski terkadang ada remang yang menggambarkan rasa gamang yang mistis berseliwer religi. Teguhnya warna merah bukan hanya dalam selubung lampion melainkan alas makan yang tergelar di meja-meja hidangan membuat suasana berselara menyantap suguhan. Cahaya tamaram berkelip menyembulkan panorama yang terasa terang sambil menyimak dongeng-dongen klasik dari para sahabat yang bercengkerama bahwa dalam tradisi Tionghoa, seutas warna merah menyimbulkan sejuta pengharapan. Warna yang mendurasikan narasi positif dalam selongsong mimpi tentang keberuntungan, kebahagian dan kemakmuran. Saya mengangguk menerka pemahaman betapa waktu menjadi areal persaksian dalam perjalanan sebuah peradaban dengan sinyal yang multi pandangan. Amplop angpao adalah penyulam berkah penambah kebajikan buat “anak-anak pelanjut warta” bahwa rasa syukur perlu diekspresikan tetapi bukan sogokan. Para paslon dapat memberi “angpao kebijakan” melalui “amplop visi-misi” yang disodorkan untuk membangun Indonesia. Syukurlah cagub Jatim telah “memasang lampion” dan “melambaikan amplop angpao” berupa Program Unggulan Khofifah-Emil melalui Nawa Bhakti Setya dan Program Andalan Gus Ipul-Puti: 1 Visi, 5 Misi, 3 Strategi, 9 Agenda Program Prioritas, dan 33 Program-Janji.   read more..

Dosen Unair Jadi Anggota Board of Governors IALS

SURABAYA (koran-jakarta.com | Selasa 13/2/2018 ) — Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga, Surabaya, Nurul Barizah, terpilih menjadi satu di antara sebelas akademisi hukum yang tergabung dalam Dewan Gubernur Asosiasi Sekolah Hukum Internasio­nal (Board of Governors International Association ofLaw School/IALS). Saat ini terdapat lebih dari 160 fakultas hu­kum dari 55 negara yang tergabung dalam asosiasi, yang di­bentuk pada 2005 di Amerika Serikat itu. “Tiga tahun terakhir saya memang aktif dalam forum dekan fakultas hukum forum diskusi IALS, baik sebagai pembicara, moderator, atau peserta. Awalnya dikirim e-mail bahwa masuk nominasi, terkejut juga sampai terpilih oleh 85 persen anggota IALS,” ujarnya di Surabaya, Senin (12/2). Nurul menambahkan, selama menjabat anggota tiga tahun ke depan, sudah ada tugas yang menantinya sesuai dengan charter yang dibuat. Salah satunya, mendiskusikan aktivitas yang dikerjakan asosiasi. Read More..  

Mazhab Pembangunan Jatimnomics

(surabayapagi.com | 120218) TANGGAL ini, 12 Februari sangatlah penting artinya untuk disemat khalayak ramai Jatim. Gubernurnya telah menghadirkan mazhab baru model pembangunan yang kini kian kinclong menyedot perhatian banyak pihak, namanya Jatimnomic’s. Praktisi dan akademisi dari beragam negara merespons penuh kekaguman meski dengan kritik yang sangat tematik.Terhadap “puji maupun caci” atas mazhab yang diusungnya, yang tampak adalah, Pakde Karwo menjawabnya dengan senyum yang menebar menjadi buncahan energi lebih inovatif. Leadership Award dan Innovative Government Award (IGA) 2017 yang diterimanya merupakan bukti nyata yang sulit dielakkan betapa kepemimpinannya memang memenuhi fungsinya. Bahkan di Hari Pers Nasional Ke-32 di Padang, Sumatera Barat, Pakde Karwo menerima Pin Pena Emas yang disematkan langsung oleh Menteri Kominfo di hadapan Presiden Joko Widodo, Jumat, 9 Februari 2018. Ya Pakde Karwo … Dr. H. Soekarwo adalah Gubernur Jatim pertama yang dipilih secara langsung dalam mekanisme demokrasi pada 29 Agustus 2008. Beliau dilantik menjadi Gubernur pada 12 Februari 2009 untuk periode 2009-2014. Pakde Karwo terpilih kembali dalam Pemilihan Kepala Daerah pada tanggal 29 Agustus 2013 dan dilantik untuk periode kedua pada 12 Februari 2014 di masa jabatan 2014-2019. Kepemimpinannya selama ini membawa perubahan besar bagi Jatim dengan basis kerakyatan yang tinggi (public-participation). Read More

KPK Berkisah Kembali

(surabayapagi.com | 090218) KETERSENTAKAN saya nyaris serumpun dengan kekagetan publik atas kejadian operasi tangkap tangan (OTT) dari KPK yang menyerta ke ranah pejabat negara. Tatkala Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko terkena OTT KPK di Solo dengan “sodokan” uang 434 juta rupiah dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Inna Selistyowati, benar-benar gak nyono lan gak ngiro alias tidak menyangka dan tidak mengira. Pada Ahad dan Senin, 4-5 Februari 2018 ramailah pemberitaan terhadap hal ini.

Uang pungutan dari “urunan kelas puskesmas” dapat dikoordinir menjadi mesin finansial yang menggelinding membawa sang bupati ke “jagad hukum”. Komersialisasi jabatan dan prosedur perizinan dalam kancah  birokrasi dengan berbasis “dana pelicin”, terus terang saja, selama ini hanya seperkilatan didengar rakyat, untuk selanjutnya diabaikan mengingat pembuktian yuridisnya yang amat rumit. Selentingan “mahar politik” telah menyeruak menjadi “dentuman suara” yang memekakkan telinga menjadi semakin menggelegar.  Upeti untuk menentukan kursi pegawai yang berseliweran tampak dibidik dengan terang oleh  mekanisme OTT KPK agar ke depan tercipta pejabat yang bersih nan terhormat.

Kasusnya semakin menarik dirilis karena ini berbarengan dengan mata rantai yang melekat atasnya selaku Ketua DPD Partai Golkar Jatim. DPP Partai Golkar pun tidak mau tenggelam terlalu lama, langsung mengambil peran menggantinya demi citra partai yang terus diincar pesaingnya. Urusannya kerap memanjang lagi karena yang ketangkap KPK ini tengah pula menjadi paslon Cagub Jombang sebagaimana telah didaftarkan ke KPU. Dalam lingkup ini, kisah hukum korupsinya menyentuh langgam “maju kena mundur kena” melalui regulasi perpilkadaan.

Tanda tanya besar akhirnya disorongkan kepada kita semua: buat apa pilkada selama ini diselenggarakan kalaulah hasilnya adalah “ternak korupsi” di banyak daerah? Apabila pilkada menjadikan bangsa ini ditaburi kelahiran koruptor-koruptor baru, tidaklah sebaiknya pilkada dihentikan, dan demokrasi ditata kembali karena dipersepsi terbukti berbiaya tinggi yang jauh dari cita idealnya. Begitulah  gemuruh suara yang terdengar meski sejatinya hal itu bukan soal demokrasinya, melainkan tentang “rendahnya moralitas”. Tetapi sistem demokrasi harus disorot dengan kelambu yang memang “membuncahkan daya serakah”.

Read More

The Mesmerizing Indonesia’s National Library

(voicesofyouth.org | 080218) Indonesia National Library (Perpustakaan Nasional or Perpusnas) is unlike any library I’ve seen in Indonesia. It’s located across Monumen Nasional (Monas), a historical, tourism icon in the heart of Jakarta. From Monas, you only need to step out from the exit-parking area, use the zebra cross in front of it to cross the street, and voila in less than 1 minute you have arrived at the treasure place! So once you’ve finished the tour in Monas, why not chill out in Perpusnas and enjoy the facilities easily and with no cost? I’d like to blow your mind with several facts about Perpusnas. First, it has more than 4 million books. I believe this National Library provides almost every piece of literature that you’ve been looking for. You can find it either in the building or through their online library. Second, Perpusnas is the tallest library in the world with the height of 123,6 m. The library consists of 24 floors with different functions and facilities. Some of them are tailored towards parents, children, and people with disabilities. There is also room for young entrepreneurs and a nice cafe to fill a hungry stomach. The National Library consists of 2 buildings. The first building is small with a colonial architecture. Don’t be mistaken. Even though the building has an old style, the exhibits are very modern and “Instagramable”. This building serves as the museums space for historical items. They have a permanent showcase and a temporary one. When I went there in February, the theme of the exhibition was Oceania. The story is about a sunken boat that brought many barrels filled with precious treasures, including knowledge and books. The exhibit had such a meaningful message with an interesting interpretation. What amazed me more is that this exhibition was created by Indonesian youth. I salute the government trusts to give youth the opportunity to make an important exhibition in a very prime location. Read More..

Berguru Budi ke Ki Ageng Soeryomentaram

(surabayapagi.com | 050218) Kolomnis, Akademisi Fakultas Hukum, dan Koordinator Magister Sains Hukum & Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Saya amat tersentak dalam degub yang mengguncang sewaktu berseliweran pekabaran mengenai kematian seorang guru honorer di SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura, Kamis, 1 Februari 2018 pukul 20.19 WIB di RSUD dr. Soetomo. Bukan soal wafatnya sebagai panggilan yang menyempurnakan hayat setiap insan semata, tetapi karena maut yang menjemput itu bersaranakan pukulan telak dari siswanya sendiri. Guru yang sangat sahdu dalam sorot mata tedu di gelombang alunan biola yang viral di medsos itu bernama Achmad Budi Cahyanto. Beliau menempuh jalan Tuhan dalam kilasan prilaku anak didik yang  berinsial HZF. Kematian yang penuh duka dari luka fisik nan psikis yang berkelinjang di atmosfer pendidikan dengan torehan lelehan air mata yang tampak membanjiri ranah publiknya. Ribuan orang mengantar jenazah Guru Budi ke pemakaman umum di Jl. Jaksa Agung Suprapto, Dusun Pliyung, Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Indonesia. Ini merupakan fenomena yang sejatinya menyuarakan permasalahan sekolah pada umumnya di mana guru acapkali “diintimidasi” melalui regulasi yang mengatasnamakan HAM anak. Tindakan mendisiplinkan anak didik dikualifikasi sebagai perbuatan pidana yang ditopang oleh seperangkat aturan untuk membopong “pihak-pihak tertentu” yang boleh jadi berupa ortu sendiri yang kerap berlagak arogan”. Anak dicubit, dijewer,dipepe di lapangan, itu lumrah sewaktu saya bersekolah dan orang-orang tua memahami bahwa hal itu demi kebaikan anaknya. Tapi hari ini  berlusin bukti  dapat ditunjukkan kalau langkah guru seperti itu terbukti cenderung membuat wali murid gindrang lan gidro melaporkan ke aparat hukum, lambang sebagai orang tua yang berlagak jagoan untuk tidak mengatakan “preman habis lahan tagihannya”. Read More…

​Sumamburat: “Persekutuan Orang-orang Gila”

(bangsaonline.com | 080218) TIGA belas wanita meninggal, semuanya dibunuh secara kejam, dan tujuh perempuan lain cedera parah. Kejadian itu benar-benar mencengangkan. Selama lebih dari lima tahun, Yorkshire, di utara Inggris, diteror seorang pria yang terkenal sebagai “Yorkshire Ripper”. Nyaris 20 tahun polisi belum juga sampai pada penelusuran jejak si pembunuh. Tentu di abad ilmu pengetahuan forensik modern, pastilah dapat bekerja lebih cepat dari itu. Namun, ketika polisi akhirnya menahan seorang supir truk bernama Peter Sutcliffe, hal itu lebih dikarenakan kesempatan yang menguntungkan. Jadi, ke mana saja polisi selama ini? Malangnya, serangan yang keji terhadap wanita bukanlah tidak biasa, dan serangan itu seringkali dilakukan oleh seseorang yang dikenal korban. Ketika Anna Rogulskyj diserang dengan kejam dari belakang, pacarnyalah justru yang pertama diperiksa polisi. Tapi tak lama kemudian diketahui bahwa sang pacar tidak ada kaitannya dengan penyerangan ini. Anna Rogulskyj selamat, tetapi ia tidak dapat mengingat apapun tentang penyerangan. Pria yang menyerangnya tidak merampoknya. Sebenarnya, tampak tidak ada motif di balik serangan itu. Serangan demi serangan itu merupakan sebuah misteri. Read More..

Reuni Akbar 50 FH Unair, Kapolri dan Panglima TNI Serta Ketua KPK Dapat Award

SURABAYA (halopolisi.com | 040218) – Reuni akbar ke-50 Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair) berjalan sangat meriah di ballroom gedung Dyandra, tadi malam. Tampak hadir sejumlah pejabat dan para alumni mulai angkatan 70 sampai angkatan sekarang. Mereka mengikuti acara dengan seksama, mulai awarding hingga pementasan per angkatan. Gubernur Jatim Soekarwo, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Awan Samudera, dan beberapa nama lainnya tampak larut dalam acara. Untuk Jurist Award diberikan pada 5 tokoh nasional dan 15 nominasi alumni terbaik Airlangga di beberapa bidang seperti bidang musik, birokrat, legislatif, militer, kepolisian dan banyak lainnya. Untuk Jurist Award diberikan pada 5 tokoh nasional dan 15 nominasi alumni terbaik Airlangga di beberapa bidang seperti bidang musik, birokrat, legislatif, militer, kepolisian dan banyak lainnya. “Ada15 alumni terbaik di beberapa kategori yang mendapat awarding, beberapa di antaranya ada Ketua Mahkamah Agung nominasi bidang kehakiman, Wakil Jaksa Agung nominasi Kejaksaan, di bidang legislatif ada Mas Dosi di Komisi 3, Kombes Pol Hadi Utomo di bidang kepolisian, sedangkan di bidang birokrasi ada Pakde Karwo atau Soekarwo Gubernur Jatim, di bidang musisi ada Rendra basisnya padi,” kata Ketua panitia reuni akbar 50 FH Unair, Dr Syaiful Maarif, Mhum.   Read More..

Reuni Akbar Fakultas Hukum Unair ke 50 Berlangsung Hangat dan Meriah

Surabaya (beritajatim.com |  04 Februari 2018) – Sejumlah pejabat dan para alumni Fakultas Hukum Universitas  Airlangga antusias menghadiri Reuni Akbar ke 50 di ball room gedung Dyandra. Dalam acara yang meriah dan hangat ini dihadiri mulai angkatan 1970 hingga saat ini. Setiap angkatan  melakukan pementasan dan menunjukkan kebolehannya di depan hadirin. Terlihat Gubernur jatim Soekarwo, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman,Wakapolda Jatim Brigjen Pol Awan Samudera serta lainnya. Untuk Jurist Award diberikan pada 5 tokoh nasional dan 15 nominasi alumni terbaik  Universitas Airlangga di beberapa bidang Seperti bidang musik, birokrat, legislatif, militer, Kepolisian dan lainnya. “Kami memberikan 15 alumni terbaik di beberapa kategori yang mendapat penghargaan,” terang Dr Syaiful Maarif Mhum Ketua panitia reuni akbar 50 Fakultas Hukum Unair, Sabtu (4/2/2018). Dr Syaiful Maarif Mhum menambahkan beberapa diantaranya ada Ketua Mahkamah Agung nominasi bidang kehakiman, Wakil Jaksa Agung nominasi Kejaksaan, di bidang legislatif ada Dossy Iskandar di komisi III DPR. Read More..

Gala Dinner Temu Alumni Akbar Fakultas Hukum Unair Berjalan Meriah, Soekarwo Dapat Penghargaan

(SURYA.co.id |  3 Februari 2018) | SURABAYA – Acara temu alumni akbar ke 50 Fakultas Hukum Universitas Airlangga berjalan cukup meriah. Para alumni mulai angkatan 70 sampai angkatan sekarang, mengikuti acara dengan seksama. Mulai awarding hingga pementasan per angkatan. Awarding atau Jurist Award diberikan pada 15 nominasi alumni terbaik Airlangga bidang musik, birokrat, legislatif, militer, dan banyak lainnya. Sekaligus 5 nominasi non alumni. “Dari 15 alumni terbaik, beberapa di antaranya ada Ketua Mahkamah Agung, nominasi bidang kehakiman, Wakil Jaksa Agung nominasi Kejaksaan, di bidang legislatif, ada mas Dosi di komisi 3, di bidan. birokrasi ada Pakde Karwo atau Soekarwo, Gubernur Jatim, di bidang musisi ada Rendra basisnya padi,” kata Dr Syaiful Maarif, Ketua panitia. Sementara penghargaan non alumni diberikan kepada ketjua KPK Agus Raharjo, Kapolri, Prof Dr Tirto Karnavian, Panglima TNI, Jendral Hadi, dan Keluarga Gus Dur sebagai penjaga Bhineka Tunggal Ika. Read More..