Skip to main content

Berbuka Menjemput Hidayah

(surabayapagi.com | 250518) SETIAP fenomena bukanlah ketunggalan yang tidak terjamah. Apa yang ada tidak imun dari perspektif yang menghentakkan daya pikir untuk meningkatkan iman. Sepercik air dapat menggumpalkan keterpanggilan akan hadirnya perubahan. Islam adalah semesta yang meneguh dengan akal-pikir yang jujur serta berkewarasan. Agama ini berkembang karena masuk akal. Apabila ada yang belum mampu menjangkau pesan paripurnanya, janganlah tergesa-gesa mengatakan ada yang irrasional dalam iman Islam. Bacalah segenap karya cipta-Nya dengan mengatasnamakan Rabbnya, maka keajaiban-keajaiban Islam kian menyerta. Agama ini sungguh sempurna memberikan panduan kepada manusia sejak dari kandungan hingga di titian berbela tujuh menuju surga. Islam mengajarkan bersesuci. Urusan masuk WC (apalagi menata negeri) diberi perangkat normatif yang aduhai. Kalaulah sekadar untuk beristinjak, gunakan air yang bersih, kodrati maupun artifisial, tetapi untuk berwudhu, gunakanlah air yang suci lagi menyucikan, bukan sekadar air yang bersih. Kata suci merupakan bentuk yang bukan hanya penyifatan tetapi tindakan yang maujud adanya. Gerakan-gerakan shalat sudah diteliti banyak ilmuwan sebagai gerakan yang tidak sembaranga. Shalat bermakna spiritual sekaligus kesehatan. Gerakan yang kualitasnya melebihi dari gerakan olah raga manapun untuk ukuran ibadah. Intinya, mau sehat, shalatlah. Read More…

Dari Masjid Ilmu Mengalir

( surabayapagi.com | 23/05/18) KEKAGUMAN atas ajaran Islam semakin membuncah dalam rajutan Ramadhan yang teranyam menanda pesona cahaya agama yang Allah SWT meridhai-Nya. Dari shalat lima waktu yang menjadi konvensi tauhid dalam Islam sudahlah lazim dilaksanakan di tempat-tempat yang menyimbulkan rumah-Nya: Masjid-masjid yang berkelindan evolutif dari Langgar-langgar, Mushollah-mushollah, maupun Surau-surau yang acap berjajar di kampung-kampung. Diberilah SOP pershalatan yang “syarat dan ketentuannya berlaku” sesuai dengan kondisi yang menyerta dari persona pribadi masing-masing orang. Apabila shalat ini dikerjakan berjamaah, berlakulah panduan derajat yang secara kuantitatif sangat berlipat. Hitungan-hitungan amaliah dalam setiap peribadatan dalam Islam memberikan parameter yang sangat akuntabel dan memformulasi permaknaan betapa pentingnya ilmu matematika, dan atas itulah pelajaran “al-jabr – aljabar” dikembangkan oleh Islam. Perhitungan-perhitungan matematis sejujurnya ditemukan oleh ilmuwan-ilmuwan Islam, cermatilah sejarah hadirnya matematika dan ilmu-ilmu apapun dalam zaman keemasan Islam. Para ahli memahami itu terlebih lagi soal peradaban literasi yang sastrawi yang kemudian di Barat “menyerta” untuk tidak mengatakan “reproduksi” substansial atasnya. Bacalah karya-karya klasik sekaliber Hayy bin Yaqzandan kisah Tarzan, atau Layla Majnun dengan narasi cerita Romeo-Yuliet. Read More

Tarawih itu Keindahan Sosial

(surabayapagi.com | 180518) SUBHANALLAH. Segala puja bagi yang memuja dan segenap puji untuk yang memuji.Kepada-Nya dipersembahkan. Teguhkanlah bahwa kebesaran dan kemegahan dalam bentang semesta merupakan gelombang kecil pada genggam kuasa-Nya. Tataran bima sakti yang membersitkan gerak galaksi dan memanggungkanputaranbintang-gemintang, bulan, bumi maupun matahari, berikut planet-planet yang berjibun jumlahnya, sejatinya hanyalah seberkas “jasad renik” dalam arasy-Nya. Pelajarilah bagaimana planet-planet itu dalam Alquran dikreasi hingga diwerdikan sebagai bagian kecil saja dari tanda-tanda“maghligai otoritas-Nya”. Untuk itulah Allah swt memerintahkan agar manusia senantiasa berfikir, karena di setiap dirinya ada separangkat “jaringan elektronik humanis” guna mendayagunakan akal. Berpikir adalah seruan-Nya dalam serumpunan firman-Nya. Maka bertadabburlah (“mengkaji secara tekstual”) atasseluruh “indikator-indikator” kinerja alam semesta dalam Alquran tanpa henti, sambil bertafakkur (“mengkaji secara kontekstual”) pada setiap percikan karya cipta-Nya. Penulis: SUparto WIjoyo Read More..

Siapa Mau Didaftar?

(Surabayapagi.com | 210518 ) PUASA Ramadhan 1439 Hijriyah ini semakin memiliki indikasi yang dapat diyakini sungguh-sungguh berderajat spesial. Demikianlah memang puasa itu selalu diatributi untuk mampu menjadikan pengibadahnya mengerek identitas imannya kian menyempurna. Rasa dahaga dan lapar tidak membuat mereka terkapar nan menggelepar tetapi siap untuk menyongsong saat-saat yang memendar kemuliaan. Kesabaran yang diajarkan sebagai media kedekatan bersama “kekasih-Nya” semakin mengkristal meneguhkan kebutuhan hidup beragama. Agama yang mengajarkan piwulang untuk memenangkan pertarungan melawan hawa-nafsu, sekecil apapun itu. Hari-hari ini betapa pengiman Islam memenuhi lakunya dengan ajaran yang memakna penghayatan agar tetap teguh menjadi penyabar di tengah riuhnya otoritas tertentu yang tiada henti sibuk dengan dirinya sendiri. penulis: suparto wijoyo read more…