Parade Janji Dilanjutkan Lagi
Oleh: Suparto Wijoyo*
(duta.co | 16/07) MAKSUD hati hendak istirah sejenak, apa daya demokrasi tak hendak. Ingar-bingar pesta coblosan 27 Juni 2018 lalu belum hilang dalam ingatan, bahkan menimbulkan kesan-kesan yang sangat kronikal bagi para pekalah maupun pemenang di rentang rekapitulasi suara 9 Juli 2018. Agenda penetapan para pemenang oleh KPU dalam rentang pekan ini semakin bersahutan dengan tahapan pemilihan Caleg yang bersamaan dengan Pilpres. Masa pendaftaran Pileg sudah dimulai dan ini pastinya menyemarakkan pesta daulat rakyat yang telah memberikan mandat kepada 171 Paslon kepala daerah yang telah berlalu, meski Pilkada Kota Makassar harus diulang tahun 2019.
Para calon anggota dewan dalam segala tingkatan dan statusnya telah lama berancang-ancang dengan beragam tampilan. Warna-warni kelakuan tertangkap kamera publik betapa istiqomah politik itu janganlah diharap penuh keabadian. Loncat pagar Parpol dan saling serobot pen-Caleg-an sudah biasa katanya. Rakyat semua lapisan kini mendengar di samping membaca gemuruhnya janji yang ‘diudar’ mengangkasa. Gemah dan gelapnya terbidik tanpa sekat. Mata telanjang dan kamitan bibir dapat membaca dengan jelas bahwa janji sedang difestivalkan dalam parade kampanye yang akan semakin panjang. Memori khalayak mengenai Paslon yang telah menumpuk janjinya kembali disuguhkan sebagai imaji dari Caleg dan Capres yang hendak maju di palagan Pemilu. Mereka yang bertanding itu tidak sungkan untuk menyemai janji walau tempo hari sudah jelas mengingkari, bahkan mengkhianati.
Read More…
