Skip to main content

Banjir Jakarta dan Fenomena Gagap Klimatologis

Tahun 2020 dibuka dengan bencana besar di Ibu Kota.  Jabodetabek dilanda banjir bandang yang mengakibatkan puluhan orang meninggal serta ratusan ribu mengungsi. Cuaca ekstrem dan hujan deras yang terekam berdampak paling serius selama 154 tahun terakhir seolah memberikan alas alibi baru atas kerapuhan ekologis Jabodetabek. Hujan deras di kawasan Jabodetabek sebagaimana di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua maupun Sulawesi, telah mengakibatkan longsor sekaligus membuat luapan air sungai berada di ambang batas bahaya. BMKG menca-tat terdapat 103 titik banjir di Jabodetabek dan tentu saja berimpli-kasi pada kerugian lingkungan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Banjir pun diprediksi selalu mengancam Jakarta di kala hujan “menyapa” daerah penyangga sebagai konsekuensi bahwa Ibu Kota memang tidak berdiri sendirian.

Read More..

Presiden Jokowi Diminta Tindaklanjuti Rekomendasi KKR Aceh

Penulis Achmad Nasrudin Yahya | Editor Kristian Erdianto JAKARTA, KOMPAS.com – Dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga Herlambang Wiratman mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera membuat instrumen hukum untuk menindaklanjuti rekomendasi Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi ( KKR) terkait dugaan pelanggaran HAM yang terjadi selama konflik Aceh. “Instrumentasi hukum yang bisa dilakukan adalah dengan mendorong lahirnya Perppu. Perppu menjadi lebih memungkinkan karena bisa membentuk aturan baru,” ujar Herlambang di Kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Presiden Jokowi Diminta Tindaklanjuti Rekomendasi KKR Aceh”, https://nasional.kompas.com/read/2020/01/23/18111041/presiden-jokowi-diminta-tindaklanjuti-rekomendasi-kkr-aceh. Penulis : Achmad Nasrudin Yahya Editor : Kristian Erdianto Read More,,.

Refleksi Ekologis 2019

Mabur tiru manuk,

Tut wuri ilining banyu,

Ora wegah mbrangkang,

Ngendhani urip mung ongkang-ongkang

(Peribahasa Jawa)

DERING lonceng penanda bahaya ekologis sepanjang 2019 terdengar kian kencang justru di ambang gerbang time for actions, 1 Januari 2020, saat Paris Agreement mulai diimplementasikan. Secara global, pemimpin dunia gagal mengambil momentum penyelamatan bumi di Konferensi Perubahan Iklim (COP-25) di Madrid, Spanyol, 2–15 Desember 2019. Sekitar 25 ribu orang yang datang berkerumun membersamai delegasi dari 196 negara ternyata belum bersepakat signifikan di kala 2019 dipotret sebagai tahun terpanas dalam sejarah peradaban manusia sejak era praindustri (1850–1900).

Read More..