Mencari Pemimpin, Ketemu Penguasa
Oleh: Suparto Wijoyo*
APA yang terhelat saat ini adalah manivestasi dari kualitas penyelenggaraan negara. Kegaduhan dan kebohongan terus diunggah tanpa lelah sambil menuduh pihak ‘liyan’ yang sejatinya kerap menyuarakan koreksi justru dianggap penghasutan. Dusta dan kepalsuan sering dijadikan berita untuk selanjutnya yang menyuarakan kebenaran dianggap penyebar hoaks. Kondisinya sudah berlangsung nyaris satu “pelita” sehingga ketidakjernihan dianggap lumrah. Air tuba itu dipersepsi sebagai air susu. Minum arak dianggap minum madu. Begitulah yang kerap dibalik-balik dengan jargon keterbalikan itulah kenormalan.
