Skip to main content

Mengundi Banjir

Problematika jalan berlubang, sambung menyambung menjadi satu jalinan yang  mengganggu kepentingan umum dengan menyalahkan hujan yang datang. Lantas apa yang dilakukan oleh pemegang otoritas  negeri ini?

Oleh: Suparto Wijoyo

SELAKSA TAT, Tradisi Akhir Tahun dan seberkas arisan yang setiap pekannya akan mengundi keberuntungan. Banjir datang menerjang dengan penuh perkasa sebagai penanda bahwa alam menunjukkan kedidgayaannya. Banjir hadir melengkapi gelapnya mendung sebelum akhirnya mencurahkan hujan.

Malang seolah memanen kemalangannya dikarenakan perubahan peruntukan ruangnya yang memangkas kawasan konservasinya. Berdiri megah berjajar mall dan hotel-hotel serta gedung bertingkat yang memikat. Sawah ladang berubah menjadi areal “perkebunan bangunan” dan daerah resapan air kian  berkurang. Hujan tidak tertampung oleh bumi sehingga muntah dengan sengal sungai yang kian dangkal. Hujan sejam di hari Senin, 10 Desember 2018 tempo hari ternyata “menderitakan” Malang dan bersambung pula ke arena Probolinggo, bahkan Jember.

Read More…