Skip to main content
giat diseminasi hukum humaniter internasional dan san remo manual diskum lantamal v surabaya

Giat Diseminasi Hukum Humaniter Internasional dan San Remo Manual Diskum Lantamal V Surabaya

Humas (30/11/2023) | Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) yang tengah melaksanakan magang Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) di Dinas Hukum Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut V Surabaya (Diskum Lantamal V) mengikuti kegiatan Diseminasi Hukum Humaniter Internasional dan San Remo Manual Tahun Ajaran 2023. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (3/11/2023) di Gedung Serbaguna Mako Lantamal V, Perak, Surabaya itu berkolaborasi dengan Dinas Hukum Markas Besar Angkatan Laut. 

Narasumber pada kegiatan tersebut merupakan Hery Supriyatno, S.H., M.H. dan Imam Harahap, S.H., M.H., M.Tr.Opsla selaku Letnan Kolonel TNI Angkatan Laut. Selain itu, terdapat pula sambutan dari Komandan Lantamal V Brigadir Jenderal TNI Marinir, Joni Sulistiawan, S.H., M.Han. Ia menyampaikan prajurit TNI Angkatan Laut haruslah memiliki pemahaman dan pengetahuan dalam menerapkan Rules of Engagement (ROE). 

Kemudian, sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber. 

Baca Juga: Magang PKKM di Dinas Hukum Lantamal V Surabaya: Observasi Sidang Peradilan Militer Sekaligus Perdalam Belajar Penegakan Hukum Laut dan Hukum Maritim

“Saat ini, TNI Angkatan Laut dihadapkan pada perkembangan lingkungan yang strategis dan tuntutan tugas yang sangat kompleks, sehingga prajurit TNI Angkatan Laut harus memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang hukum humaniter internasional. Selain itu, mahasiswa yang magang di dinas TNI Angkatan Laut juga diwajibkan untuk mengikuti kegiatan simulasi pertempuran menyerang pangkalan angkatan laut negara musuh dan menganalisis bagian pangkalan musuh yang boleh diserang dan yang tidak boleh diserang,” tutur pemateri. 

Selain pemaparan materi, terdapat juga sesi tanya jawab antara narasumber dengan para peserta seminar. Dimas Bagus Prayogo, mahasiswa FH UNAIR angkatan 2021 yang mengikuti magang PKKM di Diskum Lantamal V Surabaya, mengatakan kegiatan diseminasi ini sangat bermanfaat bagi para mahasiswa hukum. Ia dan rekan-rekan magangnya mendapatkan wawasan dan pengalaman baru mengenai hukum humaniter internasional. 

“Saya senang dapat mengikuti kegiatan Diseminasi Hukum Humaniter Internasional dan San Remo Manual bersama Prajurit TNI Angkatan Laut di Lantamal V dengan narasumber personel Dinas Hukum Mabes TNI Angkatan Laut. Diseminasi tersebut sangat memberikan manfaat bagi kami sebagai mahasiswa hukum. Kami dapat mengetahui tata cara pertempuran yang sesuai dengan hukum humaniter internasional dan mengetahui tata cara pertempuran di laut berdasarkan San Remo Manual,” tukas Dimas. 

Penulis : Dewi Yugi Arti

kuliah tamu bahas peran legal technopreneurship dalam pencegahan korupsi

Kuliah Tamu Bahas Peran Legal-Technopreneurship Dalam Pencegahan Korupsi

Humas (30/11/2023) | Seri Kuliah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) bertajuk “Inovasi Hukum dalam Dunia Digital: Peran Legal Technopreneurship dalam Mendukung Pencegahan Korupsi” telah selesai diselenggarakan pada Kamis (9/11/2023) lalu. Kuliah tamu yang dilaksanakan di Ruang 206 Gedung A FH UNAIR itu mengundang Dadang Trisasongko, S.H. selaku Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia 2013 – 2020 dan anggota Tim Percepatan Reformasi Hukum Kemenkopolhukam. 

Dadang menjelaskan tiga hal penting dalam techno-legalpreneurship, yaitu teknologi, hukum, dan kewirausahaan. Teknologi yang ia maksud ialah teknologi informasi, digitalisasi, Internet of Things, kecerdasan buatan, dan pembelajaran mesin. Menurutnya, untuk mewujudkan legal-technopreneurship, perlu memanfaatkan segala jenis teknologi seperti yang telah ia sebutkan. 

“Sedangkan, hukum mencakup perluasan akses, perbaikan prosedur, dan susbtansi layanan hukum yang bertujuan untuk peningkatan efektivitas dan efisiensi layanan hukum. Kemudian, kewirausahaan meliputi kemampuan membaca peluang pasar, mengembangkan produk, dan memasarkan layanan melalui cara-cara yang inovatif,” terang Dadang. 

Dadang juga memperkenalkan Sistem Penanganan Perkara Tindak Pidana Secara Terpadu Berbasis Teknologi Informasi (SPPT-TI). SPPT-TI merupakan platform digital online yang terhubung ke semua lembaga penegak hukum dan dikoordinasikan oleh Kemenkopolhukam. 

Baca Juga: Latihan Dampingi Klien: Pengalaman Mahasiswa Laksanakan Magang PKKM di Kantor Hukum Gress Gustia and Partners 

“Sistem SPPT-TI ini diluncurkan pada awal 2019 yang bertujuan untuk menguatkan koordinasi, akuntabilitas, dan transparansi dalam penanganan perkara pidana,” ujar Dadang. 

Selain sistem SPPT-TI, Dadang turut menjelaskan platform lainnya, seperti Korupedia, SAKTI, Akademi Anti Korupsi, dan opentender.net. Korupedia ialah platform digital online sebagai sarana edukasi publik, pengawasan pengadilan, dan penguatan partisipasi publik dalam pencegahan korupsi. SAKTI dan Akademi Anti Korupsi adalah platform pendidikan anti korupsi dalam bentuk daring dan luring yang dikembangkan oleh Indonesia Corruption Watch guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan komitmen dalam pemberantasan korupsi yang menyasar peserta awam, profesional, pegawai swasta, pegawai pemerintah, dan akademisi. Sedangkan, opentender.net merupakan online database pengadaan barang dan jasa pemerintah yang dikembangkan oleh Indonesia Corruption Watch untuk mendorong transparansi proses pengadaan barang dan jasa pemerintah serta melacak risiko korupsi dalam proses pengadaan maupun pada saat pelaksanaan proyek-proyek pemerintah. 

“Tantangannya dewasa ini masih lemahnya institusi publik dalam memenuhi kewajiban hukumnya untuk mematuhi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Banyak data dan informasi yang seharusnya dapat diakses publik malah dirahasiakan. Selain itu, kerja sama dan koordinasi antarinstitusi negara juga belum optimal. Banyak profesional hukum yang belum sepenuhnya aware tentang peran penting teknologi informasi dalam menunjang profesi mereka. Di sisi lain, biaya pengembangan platform-platform digital juga masih mahal,” papar Dadang. 

Dalam menjawab tantangan tersebut, Dadang berpesan agar kampus mengambil peran yang lebih aktif dalam rangka mendorong keterbukaan informasi publik di sektor hukum dan mengembangkan kajian-kajian digitalisasi terkait profesi hukum. Ia juga menekankan pentingnya literasi mengenai pemanfaatan teknologi informasi untuk menunjang profesi hukum. 

Penulis : Dewi Yugi Arti 

keseruan mahasiswa fh unair magang di bnl patent

Keseruan Mahasiswa FH UNAIR Magang di BNL Patent

Humas (31/10/2023) | Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) telah dilaksanakan sejak Agustus 2023 lalu. Sebanyak 64 mahasiswa dari FH UNAIR mengikuti program PKKM yang tersebar di berbagai institusi di Kota Jakarta dan Surabaya. 

Salah satu mitra FH UNAIR dalam program PKKM kali ini yaitu BNL Patent. BNL Patent merupakan konsultan kekayaan intelektual yang terletak di Surabaya. Terdapat lima mahasiswa FH UNAIR dari angkatan 2020 dan 2021 yang melaksanakan magang PKKM di BNL Patent, yakni Melva Emely Laurentius, Zulfa Nabila Qonita, Nicolas Rafael Kreshna Mukti, Angelila Milano Aryani Wibisono, dan Bryan Owen Soeprapto. 

Kelima mahasiswa FH UNAIR itu dibagi menjadi dua bagian. Pertama, ada bagian litigasi yang berisikan Melva dan Nicolas. Bagian litigasi merupakan bagian khusus berupa law firm yang difokuskan untuk menanggulangi permasalahan hukum yang dialami oleh BNL Patent. Kemudian, ada bagian nonlitigasi yang terdiri dari Angelica, Bryan, dan Zulfa.  

“Masing-masing mahasiswa ditempatkan di divisi yang berbeda dan terdapat rotasi pekerjaan yang telah terjadwal selama prosesi magang. Rotasi divisi tersebut dilakukan selama dua minggu sekali, karena total ada enam divisi di sana,” ujar Angelica. 

Angelica mengatakan selama magang di bagian nonlitigasi, ia mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru. Ia jadi mengetahui secara detail mengenai dokumen yang dibutuhkan pada proses permohonan pendaftaran hak kekayaan intelektual, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. 

Zulfa menambahkan dengan menyampaikan mereka juga mempelajari apa saja solusi atau upaya hukum yang dilakukan dalam permohonan hak kekayaan intelektual, terutama ketika terjadi hambatan saat proses administratif maupun upaya banding. 

“Selain itu juga kami diberikan pengalaman dari segi etika maupun tata cara komunikasi dengan klien, baik pada saat online maupun offline. Kami juga diperkenalkan cara mengajukan permohonan melalui online dengan menggunakan aplikasi maupun website,” sambung Bryan. 

Mereka juga diberikan materi di luar magang, misalnya terkait pengajuan permohonan internasional.  

“Kami yang magang di BNL Patent setiap minggunya mendapatkan berbagai macam kelas dari konsultas hak kekayaan intelektual maupun ahli dari DJKI. Materi yang diberikan pun beragam, namun tetap pada koridor kekayaan intelektual, misalnya ada materi merek, desain industri, paten, dan hak cipta,” jelas Zulfa. 

Pada bagian litigasi, Melva dan Nicolas pun mendapatkan banyak wawasan baru, meliputi upaya hukum terhadap pelanggaran hak kekayaan intelektual, cara membuat gugatan dan jawaban, hingga mekanisme cara melaporkan PPNS di DJKI. 

Materi merek mencakup proses administratif serta pendalaman terkait merek ditolak, merek tidak dapat didaftar, protokol Madrid atau permohononan internasional, banding merek, gugatan merek, dan proses analisis cek merek. Sedangkan, materi desain industri meliputi pengenalan detail terkait desain industri, persinggungan desain industri dengan hak cipta, merek dan paten, serta gugatan desain industri. 

mahasiswa fh unair peserta program pkkm 2023 di bnl patent

Mahasiswa FH UNAIR Peserta Program PKKM 2023 di BNL Patent 

“Kami merasa pengetahuan yang kami dapatkan di sini sangat berbeda dengan pengetahuan yang didapatkan di bangku perkuliahan, karena di BNL Patent kami berkesempatan mendalami praktik terkait hak kekayaan intelektual. Salah satu materi yang menarik yaitu materi branding yang memberikan kami pengalaman dari sisi media serta cara memperkenalkan jasa pada masyarakat dengan pendekatan sosial media. Pengalaman berharga mengikuti program PKKM ini membantu mahasiswa agar mempersiapkan diri lebih awal menghadapi dinamika dunia kerja nantinya,” tutur Nicolas. 

Melva turut menyampaikan ia merasa senang dapat mengikuti agenda forum group discussion di BNL Patent. Salah satu diskusi menarik menurutnya yaitu mengenai pihak yang berkepentingan pada gugatan penghapusan merek dan pembuatan draft paten di mana draft paten tersebut harus dapat menggambarkan lingkup paten yang ingin dilindungi. 

“Semoga FH UNAIR dapat terus mempertahankan hubungan baik dengan BNL Patent agar nantinya program magang di BNL Patent tetap belanjut. Saya juga berharap BNL Patent dapat terus membuka kesempatan bagi para mahasiswa FH UNAIR yang ingin belajar mengenai hukum hak kekayaan intelektual,” pungkas Bryan. 

Penulis : Melva Emely Laurentius dan Nicolas Rafael Kreshna Mukti 

Editor : Dewi Yugi Arti 

pengalaman menarik, dua mahasiswi fh unair jalani program msib di pt petrokimia gresik

Pengalaman Menarik, Dua Mahasiswi FH UNAIR Jalani Program MSIB di PT Petrokimia Gresik 

Humas (23/10/2023) | Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) merupakan salah satu program kampus merdeka yang digagas olek Kemendikbudristek. Fakultas Hukum Universitas Airlangga merupakan salah satu kampus yang memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk bergabung mengikuti program MSIB. Hal ini seperti yang dirasakan oleh Kharisma Putri Wardani (2020) dan Diah Ayu Wulandari (2020) yang melaksanakan MSIB di PT Petrokimia Gresik. 

Selama menjalani beberapa bulan melaksanakan program tersebut, Kharisma dan Diah merasakan senang bisa mendapatkan pengalaman yang baru. Diah mengungkapkan ia mengetahui program MSIB ini melalui website MBKM pada laman Kemendikbudristek, dengan beberapa tahapan seleksi seperti seleksi berkas, tes tulis, dan wawancara user. 

“Saya dan Kharisma memiliki beberapa pengalaman baru yang tidak pernah dirasakan ketika hanya duduk di dalam, melalui program MSIB yang kami laksanakan di PT Petrokimia Gresik merupakan pengalaman yang sangat menarik, mengingat para mentor dan rekan kerja yang lain sangat friendly,” ucap Diah. 

Dalam program MSIB ini tidak hanya dari Universitas Airlangga, tetapi beberapa Universitas lain juga turut melaksanakan program MSIB di PT Petrokimia Gresik. Diawal kedatangannya, Kharsima dan Diah menjalani masa diklat yang bernama “Internalisasi PT Petrokimia Gresik” sebelum mereka masuk di divisi kerja masing-masing. 

“Diawal-awal, kami dikenalkan beberapa mekanisme kerja dan beberapa departemen yang ada di PT Petrokimia Gresik. Saya dan Diah berada di divisi yang berbeda, saya berada di divisi kepatuhan sedangkan Diah berada di divisi manajemen resiko, sehingga kami mendapatkan pengalaman sesuai dengan bidang divisi masing-masing,” ungkap Kharisma 

Kharisma dan Diah bersepakat mengungkapkan bahwa Program MSIB merupakan program yang bermanfaat dan layak untuk diikuti seluruh mahasiswa FH UNAIR kedepannya. Kharisma pun menambahkan bahwa semoga di tahun berikutnya Program MSIB ini dapat terus berjalan, sehingga mahasiswa FH UNAIR kedepannya memiliki kesempatan yang sama seperti mereka. 

“Kami berterimakasih kepada Kemendikbudristek yang telah menggagas program ini, kami pun memohon agar FH UNAIR dapat terus mendukung seluruh mahasisw FH UNAIR dalam menjalankan program MSIB ini. Harapannya semoga kedepannya program ini dapat terus berjalan dan mahasiswa FH UNAIR lebih banyak yang dapat mendapatkan pengalaman menerik melalui program MSIB ini,” tutur Kharisma. 

Penulis : M. Akmal Syawal 

Dok. : Peserta MSIB di PT Petrokimia Gresik 

latihan dampingi klien pengalaman mahasiswa laksanakan magang pkkm di kantor hukum gress gustia and partners

Latihan Dampingi Klien: Pengalaman Mahasiswa Laksanakan Magang PKKM di Kantor Hukum Gress Gustia and Partners 

Humas (19/9/2023) | Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) merupakan salah satu program yang dilaksanakan Fakultas Hukum Univesitas Airlangga sebagai wadah mahasiswa mengembangkan diri khususnya secara praktik di bidang hukum. Banyak sekali tempat PKKM yang bekerjasama dengan FH UNAIR, salah satunya Gress Gustia and Partners di Surabaya. 

Mahasiswa yang berhasil menerima PKKM di Gress Gustia and Partners yakni Abdullah Faris (2021) dan Ardo Alkautsar (2020). Kedua mahasiswa FH UNAIR tersebut merasa sangat beruntung mendapatkan tempat PKKM di Gress Gustia and Partners, karena dari beberapa pendaftar magang hanya mereka yang berhasil mendapatkan tempat magang di Gress Gustia and Partners. 

“Salah satu keinginan saya mengikuti kegiatan PKKM yakni karena saya ingin mendapatkan banyak pengalaman baru melalui magang PKKM ini. Merupakan keberuntungan juga bagi saya ditempatkan di Gress Gustia and Partners yang merupakan salah satu law firm yang terkenal di Surabaya, sehingga saya bisa mempelajari hal baru mengenai praktik hukum khususnya dalam hukum bisnis,” ungkap Faris. 

Faris mengungkapkan bahwa selama melaksanakan PKKM di Gress Gustia and Partners diajari banyak hal mengenai cara-cara mendampingi klien, khususnya menangani klien dalam permasalahan bidang hukum bisnis. 

“Pada kantor hukum Gress Gustia and Partners saya dan rekan saya belajar beberapa hal, seperti mengurus legalisasi membuat perizinan-perizinan bisnis berbasis resiko, pengelolaan KBLI, pemahaman proses pembentukan hingga pengurusan laporan berbagai perseroan,” ucap Faris 

Faris dan Ardo berterimakasih atas terselenggaranya program PKKM di FH UNAIR, karena bagi mereka program ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan potensi diri khususnya dalam praktik hukum. 

image 2
image 2

Faris berpesan agar seluruh mahasiswa FH UNAIR berani untuk mencoba hal baru yang memang nantinya akan memberikan banyak manfaat bagi mereka. 

“Melalui PKKM ini, besar harapan saya untuk seluruh mahasiswa FH UNAIR kedepannya mencoba mengikuti program ini. Buatlah plan diri dalam kuliah hingga karir yang sesuai dengan karakter kalian masing-masing, sehingga dengan usaha yang optimal akan menuai kebermanfaatan dan mendapatkan banyak pengalaman,” pungkasnya. 

Penulis : M. Akmal Syawal 

peserta magang pkkm di dinas hukum lantamal v surabaya

Magang PKKM di Dinas Hukum Lantamal V Surabaya: Observasi Sidang Peradilan Militer Sekaligus Perdalam Belajar Penegakan Hukum Laut dan Hukum Maritim

Humas (12/9/2023) | Banyak sekali program yang diberikan Universitas Airlangga khususnya dari Fakultas Hukum terhadap mahasiswanya, salah satunya program magang Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM). Terdapat beberapa tempat magang PKKM yang memang diperuntukkan bagi mahasiswa FH UNAIR mendapatkan pembelajaran baru di luar kelas, salah satunya di Dinas Hukum Lantamal V (Diskum Lantamal V) Surabaya. 

Pada Senin (4/9/2023) yang lalu telah dilaksanakan sambutan oleh Kepala Diskum Lantamal V Surabaya yakni Letkol Laut (H) Harjanto, S.H. kepada mahasiswa PKKM dari FH UNAIR. Dalam magang PKKM di Diskum Lantamal V Surabaya terdapat 7 mahasiswa FH UNAIR, diantaranya Dimas Bagus Prayogo (2021), Divani Dichita Khalish (2020), Rahmadani Rahman (2020), Auvilia Veronika Putri (2021), Jonathan Brillian Santoso (2020), Sagita Dewi Indriana Putri, dan Helen Golden. Peserta magang tersebut akan menjalani program magang selama satu semester di Diskum Lantamal V Surabaya. 

Dimas sebagai salah satu peserta magang di Diskum Lantamal V Surabaya menyampaikan bahwa di hari pertama setelah prosesi pembukaan magang, peserta magang diajak untuk mengikuti kegiatan observasi sidang. 

“Setelah mengikuti upacara pembukaan magang, saya dan peserta magang lainnya dari FH UNAIR diajak untuk observasi sidang di Pengadilan Negeri Sidoarjo bersama Kadiskum Lantamal V dan Jajaran Pengacara Militer dari Diskum Lantamal V. Melalui kegiatan ini, saya merasa mendapatkan pengalaman yang menarik dan tidak pernah didapatkan dalam pembelajaran kuliah di dalam kelas,” ungkap Dimas. 

Selain kegiatan observasi persidangan, peserta magang juga mendapatkan pengetahuan baru mengenai praktek penegakkan hukum utamanya di bidang hukum laut dan kemaritiman di wilayah Indonesia.  

Sebagai salah satu bagian dari keluarga besar FH UNAIR dan sekaligus kini menempuh pendidikan magister di FH UNAIR, Letkol Laut (H) Harjanto, S.H mengungkapkan besar harapannya bagi para peserta magang untuk mendapatkan banyak pengalaman sekaligus pengetahuan baru dibidang penegakkan hukum yang ada pada kewenangan hukum Dinas Hukum Lantamal V Surabaya. 

“Melalui program PKKM yang dilaksanakan di Dinas Hukum Lantamal V Surabaya, kami harapkan para peserta magang dapat memanfaatkan magang untuk belajar semaksimal khususnya dalam praktek memberikan bantuan hukum dan penyuluhan hukum yang memang berada di wilayah hukum Dinas Hukum Lantamal V Surabaya,” ungkap Kepala Dinas Hukum Lantamal V Surabaya. 

Penulis : M. Akmal Syawal/Dimas Bagus  

mengenal lebih dekat pkkm magang bernilai 20 sks kerja sama fh unair dengan 16 mitra magang

Mengenal Lebih Dekat PKKM: Magang Bernilai 20 sks Kerja Sama FH UNAIR dengan 16 Mitra Magang

Humas (19/8/2023) | PKKM (Program Kompetisi Kampus Merdeka) adalah program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemdikbud) yang bertujuan untuk memfasilitasi inisiasi transformasi pendidikan tinggi agar dapat berkontribusi dalam meningkatkan daya saing bangsa melalui kerja sama yang berkaitan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta Top World Universities

Program studi S1 Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) merupakan salah satu program studi di lingkungan UNAIR yang berhasil menerima dana hibah PKKM pada tahun 2023 ini. FH UNAIR telah menerima dana hibah PKKM dan siap mengimplementasikan program PKKM 2023. Tema PKKM yang dicanangkan program studi S1 Ilmu Hukum FH UNAIR yaitu “Penguatan Kolaborasi Internasional dan Kolaborasi Mitra DUDIKA dalam Menunjang SMART University yang Berorientasi pada Legal-Technopreneurship bagi Mahasiswa dan Dosen”. Tema tersebut diharapkan dapat mempercepat dan mendukung visi FH UNAIR untuk menjadikan lulusan FH UNAIR menjadi yuris yang terampil, profesional, dan siap bekerja dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan magang industri, salah satunya melalui pemanfaatan program PKKM. 

Program PKKM ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa menjadi yuris profesional serta menyiapkan mahasiswa untuk siap masuk ke dalam dunia kerja. Pengalaman dan keterampilan mahasiswa akan diasah melalui pelaksanaan program PKKM yang telah bekerja sama dengan 16 instansi di Jakarta dan Surabaya, baik pengalaman dan keterampilan hukum, wirausaha, maupun penguasaan teknologi. Keempat belas instansi tersebut yaitu Otoritas Jasa Keuangan, (OJK) RI, Angkasa Pura I, Sheyoputra Law Office, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung Republik Indonesia, Petikemas Surabaya, Martin Suryana Law Firm, KJD Law Firm, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) RI, BNL Patent, Edward Dewaruci Counsellor at Law, Gress Gustia Law Firm, Bank JATIM, Surabaya Children Crisis Center (SCCC) dan Divisi Hukum Pangkalan Utama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut ( Diskum Lantamal) V Surabaya. 

Program PKKM ini nantinya dapat dikonversi dengan mata kuliah wajib peminatan dan mata kuliah pilihan peminatan setara dengan 20 SKS (Satuan Kredit Semester). Khusus untuk mata kuliah wajib fakultas yang dapat dikonversi hanya mata kuliah Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program magang PKKM dilaksanakan selama satu semester serta kuotanya dibuka untuk 45 mahasiswa FH UNAIR angkatan 2020 dan 2021. Selain konversi mata kuliah, para mahasiswa penerima program PKKM juga akan mendapatkan bantuan pendanaan. 

Sebagai informasi, hasil seleksi program PKKM telah diumumkan pada 10 Agustus 2023 lalu yang dapat dilihat pada link bit.ly/INFORMASIPENERIMAANPKKM 

Penulis : Dewi Yugi Arti 

mou mitra pkkm 6

FH UNAIR Bersama Dengan Beberapa Mitra, Siap Mensukseskan Program Magang PKKM

Humas (17/8/2023) | Fakultas Hukum Universitas Airlangga memiliki banyak sekali program yang menunjang baik dari segi akademis maupun non akademis bagi mahasiswanya. Dari segi akademis salah satunya yakni melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), yang mana mahasiswa dapat mengembangkan potensi akademiknya langsung pada praktek ditempat magang yang tersedia. 

Pada Rabu (16/8/2023) telah dilaksanakan penandatanganan program magang PKKM ini, beberapa mitra yang hadir dalam penandatanganan ini diantaranya LANTAMAL V Surabaya, KJD Law Firm, Edward Dewaruci, BNL Patent, Peti Kemas Surabaya, KPPU Surabaya, Surabaya Children Crisis Center dan GGS Law Firm. 

Selain daripada pihak mitra yang bekerjasama dengan FH UNAIR, dihadiri pula beberapa pihak dari FH UNAIR diantaranya Iman Prihandono, S.H., M.H., LL.M., Ph.D selaku Dekan FH UNAIR, Dr. Enny Narwati, S.H., M.H. selaku Wakil Dekan I, Dr. M. Syaiful Aris, S.H., M.H., LL.M selaku Wakil Dekan II, Dr. Maradona, S.H., LL.M selaku Wakil Dekan III, Amira Paripurna, S.H., LL.M., Ph.D selaku Koordinator Program Studi S1, Dwi Rahayu Kristianti selaku koordinator International Undergraduate Program (IUP), Masitoh Indriani, S.H., LL.M. selaku Ketua Unit Humas. 

Dekan FH UNAIR menyambut dengan baik mitra yang ikut hadir dalam proses penandatanganan ini, karena Dekan FH UNAIR mengungkapkan besar harapannya bahwa mahasiswa FH UNAIR dapat terus berkembang dan belajar banyak melalui program magang PKKM, jadi tidak hanya mengikuti pembelajran di kampus saja tetapi mendapatkan ilmu baru ditempat magang PKKM ini. 

“Terimakasih banyak telah berkenan menjadi bagian dari menyukseskan program kali ini, harapannya semoga mahasiswa kita bisa banyak belajar dikantor bapak/ibu disini. Kita bersama-sama bersinergi untuk menciptakan generasi yang lebih baik kedepannya bagi Indonesia, khususnya di bidang hukum,” tutur Dekan FH UNAIR. 

Setelah proses penandatanganan antara pihak mitra magang PKKM dengan FH UNAIR, dilanjutkan sesi foto bersama dan di tutup dengan makan bersama. 

Penulis : M. Akmal Syawal 

FH-UNAIR-Perkuat-Implementasi-Program-MBKM-Melalui-Program-Klinik-Hukum_-PLKH_-dan-Belajar-Bersama-K

FH UNAIR Perkuat Implementasi Program MBKM Melalui Program Klinik Hukum, PLKH, dan Belajar Bersama Komunitas

Humas (12/7/2023) | Kurikulum pendidikan tinggi merupakan salah satu bagian dari instrumen pengajaran yang merupakan penjabaran dari kebutuhan dan tuntutan masyarakat pada masa kini dan masa yang akan datang. Kebutuhan masyarakat setiap tahun akan terus dan senantiasa berkembang sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman, sehingga kurikulum pendidikan tinggi yang dipergunakan harus selalu dan perlu senantiasa disesuaikan dan diselaraskan dengan kebutuhan dan perkembangan yang ada. Kurikulum bukan merupakan suatu instrumen yang tidak dapat diubah-ubah, tetapi merupakan suatu hal yang berkembang secara dinamis serta perlu dikaji dan ditelaah berulang-ulang secara periodik minimal lima tahun sekali agar sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat pengguna lulusan pendidikan tinggi.  

Program studi S1 Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) tengah melakukan redesain kurikulum pada tahun 2023. Salah satu perubahan yang ada yaitu terkait dengan mata kuliah PLKH dan Klinik Hukum. Redesain kurikulum ini dituangkan dalam workshop penyusunan RPS (Rencana Pembelajaran Semester) yang berkaitan dengan mata kuliah tersebut. Penyusunan RPS diperlukan agar seluruh pembelajaran menjadi terstruktur dan jelas untuk mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi yang sudah ditentukan oleh program studi. 

Kegiatan workshop penyusunan RPS tersebut dilaksanakan pada 13 – 14 Juni 2023 lalu di Ruang PBL, Gedung A FH UNAIR dengan hasil kegiatan berupa 12 RPS mata kuliah Hukum Klinik, 12 RPS mata kuliah bermuatan Belajar Bersama Komunitas, dan satu RPS mata kuliah PLKH (Pendidikan dan Latihan Kemahiran Hukum). Kegiatan penyusunan RPS ini diharapkan dapat mengakomodir program nasional MBKM dan program universitas, yaitu mata kuliah berbasis pembelajaran dengan komunitas yang lebih memberikan pengalaman belajar di luar kelas kepada mahasiswa. Selain itu, penyusunan RPS baru ini juga diharapkan dapat memperkuat pengalaman praktik hukum kepada mahasiswa serta menghasilkan RPS yang ideal dan dapat diimplementasikan dalam memandu mahasiswa di setiap kegiatan perkuliahan 

Penulis : Dewi Yugi Arti 

Perkuat-MBKM_-FH-UNAIR-Jalin-Kerja-Sama-dengan-FH-Universitas-Brawijaya

Perkuat MBKM, FH UNAIR Jalin Kerja Sama dengan FH Universitas Brawijaya 

Humas (7/7/2023) | Fakultas Hukum Universitas Brawijaya mengadakan kunjungan kerja ke Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) pada Rabu (5/7/2023). Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka menjalin kerja sama dan penguatan di bidang MBKM. Hasil dari kerja sama tersebut kemudian dituangkan dalam perjanjian kerja sama antara FH UNAIR dan FH Universitas Brawijaya. 

Peningkatan kualitas MBKM sendiri merupakan arahan dari Kemdikbud untuk mewujudkan tujuan pendidikan tinggi yaitu menyiapkan insan dewasa menjadi warga negara Pancasilais yang produktif dengan jiwa kemanusiaan dan kebangsaan, inklusifitas, serta semangat bela negara yang kuat. Peningkatan mutu pendidikan tinggi ini meliputi peningkatan terhadap mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan manajemen perguruan tinggi. Salah satu langkah yang diperlukan untuk mencapai peningkatan mutu pendidikan tinggi adalah dengan melakukan kerja sama antar perguruan tinggi. 

Diskusi dalam rangka Penandatangan Perjanjian Kerja Sama FH UNAIR dan FH UB. 

Pada kesempatan tersebut, Wakil Dekan III FH UNAIR, Maradona, turut menerangkan program-program internasional FH UNAIR, seperti program double degree, summer school, dan sebagainya. Program-program internasional ini digagas dan dikembangkan dalam rangka internasionalisasi FH UNAIR. Dekan FH UNAIR, Iman Prihandono, juga menjelaskan mengenai sarana prasarana yang dimiliki oleh FH UNAIR untuk mendukung proses pembelajaran di FH UNAIR, di antaranya yaitu aplikasi ALEC (Airlangga Legal Education Center), MARC (Mediation and Alternative Dispute Resolution Centre), dan ALC (Airlangga Law Center).  

Dekan FH Universitas Brawijaya, Aan Eko Widiarto, mengatakan sistem MBKM di Universitas Brawijaya saat ini terdesentralisasi dengan rincian 70% untuk tingkat fakultas dan 30% untuk tingkat universitas. Serapan MBKM ini dapat bergeser tergantung dengan kondisi di lapangan. 

“Kerja sama MBKM dengan FH UNAIR ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah mahasiswa MBKM antara FH UNAIR dengan FH Universitas Brawijaya,” ujar Aan. 

“Untuk program-program internasional nanti ada beberapa skema visiting. Alokasi dana ada di fakultas. Pelaksanaannya di level fakultas dibantu oleh FIO (Faculty International Office) dan Faculty Ambassador (FA)” papar Maradona. 

Penulis : Dewi Yugi Arti