Skip to main content
Perwakilan FH UNAIR dan FH UNNES pada Agenda Kerja Sama Penguatan Program MBKM.

FH UNAIR Jalin Kerja Sama di Bidang Pelayanan Hukum dan HAM bersama FH UNNES untuk Tingkatkan Penguatan Program MBKM

Humas (7/7/2023) | Program MBKM (Merdeka Belajar – Kampus Merdeka) adalah program yang dicanangkan oleh Kemdikbud yang bertujuan untuk mendorong mahasiswa agar menguasai berbagai keilmuan sebagai bekal memasuki dunia kerja. Kebijakan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memilih mata kuliah di luar program studi mereka. Adapun mata kuliah tersebut dapat diambil di perguruan tinggi yang sama maupun di perguruan tinggi lain. 

Guna meningkatkan implementasi penyelenggaraan kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi, Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) menjalin kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (FH UNNES). Kerja sama di bidang pelayanan hukum dan hak asasi manusia ini bertujuan untuk meningkatkan penguatan program MBKM yang ditargetkan oleh Kemdikbud agar dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa di Indonesia. FH UNAIR dan FH UNNES telah menandatangani perjanjian kerja sama yang meliputi penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat bersama, magang bersama, kegiatan akademik bersama (misalnya seminar, webinar, konferensi ilmiah, workshop, pelatihan, pembinaan kegiatan mahasiswa, dan publikasi karya ilmiah), pertukaran informasi, serta pengembangan kajian keilmuan di bidang hukum.  

Perjanjian kerja sama antara kedua universitas yang ditandatangani pada awal Juli lalu ini berlaku sejak tahun 2023 hingga tahun 2028. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan kedua universitas dapat lebih memberikan impact yang nyata bagi penguatan program MBKM, khususnya bagi mahasiswa dan masyarakat. 

Penulis : Dewi Yugi Arti – Oemar Moechthar

FH UNAIR Siap Menyambut Hadirnya Program Belajar Bersama Komunitas (BBK)

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah program yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan sebagai bekal memasuki dunia kerja. Adapun dalam rangka mengimplementasikan Program MBKM, dan meningkatkan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti MBKM, maka Universitas Airlangga merencanakan penyelenggaraan MBKM dalam bentuk Belajar Bersama Komunitas (BBK). Rencana tersebut terungkap dalam kegiatan Rapat Koordinasi Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni yang dihadiri oleh Wakil Rektor Universitas Airlangga Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni; Direktur, Direktorat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan Universitas Airlangga, dan Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni seluruh Fakultas.  

Belajar Bersama Komunitas (BBK) merupakan bentuk pembelajaran di luar kampus yang diselenggarakan secara mandiri oleh Universitas Airlangga dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral dalam periode tertentu. Nantinya, benefit yang didapat juga akan sama dengan MBKM, yaitu konversi sampai dengan dua puluh satuan kredit semester. Berbagai program sebagai bagian dari BKK nantinya juga akan disiapkan, seperti pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, membangun desa/kuliah kerja nyata tematik, dan bela negara. 

Melalui wawancara dengan Dr. Enny Narwati, S.H., M.H selaku Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Beliau menjelaskan bahwa unit kerjanya akan segera melakukan review dan redesain terhadap kurikulum yang sudah ada. Menurutnya, beberapa mata kuliah seperti skripsi, kuliah kerja nyata, dan praktik kerja lapangan. Berbagai kegiatan lain juga bisa menjadi bagian dari program BKK ini adalah klinik hukum, kompetisi, dan lomba-lomba lainnya. Tujuannya tentu adalah untuk membekali mahasiswa dengan hardskill dan softskill yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja tanpa mengurangi capaian pembelajaran dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi hukum. 

Penulis: Dean Rizqullah Risdaryanto 

Cerita Magang Dosen Muda Program Kemendikbudristek RI di FH UNAIR

Program magang untuk dosen muda yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi dan wawasan sesuai dengan bidang keilmuan dari dosen tersebut telah dibuka. Program magang yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) itu terdiri dari lima materi utama, yaitu pengelolaan perguruan tinggi, pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kerja sama. Program ini dilaksanakan selama empat bulan dari bulan Agustus sampai November 2022. 

Suwandoko, S.H., M.H., dosen muda Fakultas Hukum Universitas Tidar (FH UNTIDAR), melalui wawancara kepada FH News pada Kamis (17/11/2022), menjelaskan pelaksanaan program magang dosen muda tersebut pada awalnya dilakukan secara daring pada dua bulan pertama. 

“Dari Agustus sampai September 2022 itu kita online, sedangkan dari bulan Oktober sampai November 2022 kita offline di Kampus MERR-C Universitas Airlangga, tepatnya di Direktorat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan,” tutur Suwandoko. 

Suwandoko mengatakan para dosen muda dibekali dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pengelolaan perguruan tinggi, budi pekerti, soft skills, cara menulis penelitian yang baik, trik-trik pengabdian kepada masyarakat, dan materi-materi lain yang disusun oleh Kemendikbudristek RI. 

“Materi-materi itu semuanya disusun oleh Kemendikbudristek. Saya ditempatkan di Universitas Airlangga juga oleh Kemendikbudristek. Program ini juga fully funded dan terbuka untuk dosen muda maksimal berusia 40 tahun,” jelas Suwandoko. 

Suwandoko juga memaparkan tahapan yang ia lalui saat proses pendaftaran program magang. Pertama, setelah registrasi akun melalui laman Kemendikbudristek, selanjutnya adalah pengunggahan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Setelah itu, dokumen-dokumen akan diseleksi dan pengumuman siapa peserta yang lolos akan diumumkan di laman Kemendikbudristek.  

“Setiap bulan kita harus membuat laporan bulanan. Kita juga membuat logbook. Dan saat akhir masa program magang nanti, kita para dosen muda peserta program magang ini harus membuat laporan akhir, proposal penelitian, dan proposal pengabdian kepada masyarakat. Kita juga di sini harus menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan universitas yang dituju,” terangnya, 

Untuk kegiatan selama menjalani program magang di Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR), ujar Suwandoko, ia diberikan kesempatan untuk mengikuti perkuliahan dan menjelaskan materi mata kuliah Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara. Selain mempelajari kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan di FH UNAIR, ia juga mempelajari cara FH UNAIR mengelola jurnal, mengamati laboratorium hukum, berkoordinasi dengan Wakil Dekan III untuk membahas kerja sama antara FH UNAIR dan FH UNTIDAR, serta mempelajari penjaminan mutu dan kurikulum yang diterapkan di FH UNAIR. 

“Kita belajar di sini untuk mengembangkan program studi kita di FH UNTIDAR, karena kebetulan juga program studi hukum di UNTIDAR ini baru berdiri pada tahun 2017,” ucap Suwandoko. 

Suwandoko juga menyampaikan kesan pesan selama melaksanakan program magang di UNAIR. Ia menuturkan program ini membuatnya memiliki banyak relasi dan belajar banyak budaya baru. 

“Dosen kan tujuan pengajarannya juga untuk mencerdaskan anak bangsa, jadi saya rasa program magang ini bagus karena antarinstansi juga saling berkolaborasi,” tukas Suwandoko. 

 

Penulis : Dewi Yugi Arti 

Fokus pada Bidang Konsultasi dan Kajian Kebijakan, Mahasiswi FH UNAIR Ikuti Program Magang Merdeka di PT Trisakti Pilar Persada

Diah Ayu Wulandari merupakan salah satu mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Airlangga angkatan 2020 yang melaksanakan program Magang dan Studi Independen Bersertifikat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MSIB MBKM) yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Ditjen Kemendikbudristek RI). Diah, sapaan akrabnya, melalui wawancara dengan FH News pada Senin (14/11/2022) menceritakan pengalamannya mengikuti program MSIB MBKM di PT Trisakti Pilar Persada yang bernaung di bawah Trisakti Consulting Group.  

“Saya memilih tempat magang di PT Trisakti Pilar Persada karena instansi tersebut bergerak dalam bidang konsultasi, kajian kebijakan, dan kemitraan pengetahuan untuk pembangunan desa. Jadi, sesuai dengan latar belakang pendidikan saya yang berasal dari Fakultas Hukum,” tutur Diah. 

Diah mengatakan ia mendapatkan informasi mengenai magang di instansi tersebut dari website MBKM. Setelah melakukan registrasi akun dan verifikasi data pada website MBKM, ia mengajukan surat rekomendasi dan SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) dari fakultas serta universitas. 

“Setelah itu baru bisa mendaftar magang di perusahaan yang dituju,” ujarnya. 

Diah juga menceritakan pengalaman selama ia menjalani program magang. Menurutnya, pengalaman paling berkesan ketika ia turun ke lapangan menjadi surveyor dan bertemu masyarakat desa secara langsung. 

“Sebenarnya banyak sekali pengalaman yang berkesan. Ketika saya turun ke lapangan menjadi surveyor dan bertemu masyarakat desa, dengan berinteraksi secara langsung banyak pengetahuan yang didapat dari kehidupan bermasyarakat,” jelas Diah. 

Sebagai penutup, Diah memaparkan tips dan trik agar bisa lolos program magang MSIB MBKM. Ia menyarankan untuk menggunakan Curriculum Vitae dengan format ATS (Applicant Tracking System) Friendly. Menurutnya, Curriculum Vitae dengan format ATS Friendly persentase kelolosannya cukup tinggi. 

“Saya bersyukur mendapat kesempatan untuk mengikuti program magang. Banyak dinamika yang telah dilalui dan banyak hal yang bisa dipetik dari setiap proses magang. Berdasarkan pengalaman saya, agar persentase kelolosan diterima magang tinggi maka perlu Curriculum Vitae yang sesuai dengan perusahaan yang dituju. Jika ingin mendaftar ke perusahaan, gunakan Curriculum Vitae yang ATS Friendly. Selain itu, saat wawancara tampil-lah sebagai gambaran terbaik diri,” pungkasnya. 

 

Penulis : Dewi Yugi Arti 

Mahasiswi FH UNAIR Ikuti Program MSIB MBKM: Belajar Langsung Penyusunan Naskah Akademik dan Rancangan UU di Badan Legislasi DPR RI

Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MSIB MBKM) merupakan program magang yang dipercepat dan diakselerasikan dengan pengalaman belajar yang dirancang dengan baik. Program ini diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek). 

Erika Rahmawati merupakan salah satu mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) angkatan 2020 yang melaksanakan magang melalui program MSIB MBKM di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), tepatnya di Badan Legislasi. Melalui wawancara dengan FH News pada Rabu (9/11/2022), Erika menceritakan pengalamannya selama mengikuti program MSIB MBKM di DPR RI. 

“Saya memilih magang di DPR RI karena magang di DPR RI tentunya akan mendukung background saya sebagai anak hukum, yang mana saya dapat memperdalam ilmu mengenai tata cara penyusunan hingga pengundangan sebuah produk hukum yang nantinya akan berdampak besar bagi pelaksanaan ketatanegaraan,” papar Erika. 

Erika mengaku mengetahui informasi tentang pembukaan magang di DPR RI dari alumni Batch I Internship DPR RI, yaitu mahasiswi Universitas Negeri Semarang bernama Ria. Ia akhirnya tertarik untuk mendaftar melalui platform Magang Merdeka. 

“Saya mendapatkan informasi mengenai pembukaan magang di DPR RI melalui kakak tingkat saya yaitu Kak Ria dari Universitas Negeri Semarang. Kebetulan Kak Ria merupakan peserta magang Batch I di DPR RI. Untuk informasi lebih lanjut terkait pendaftaran magangnya dapat dilihat di akun Instagram @magangmerdeka,” jelas Erika. 

Erika juga menceritakan pengalaman paling berkesan selama menjalani program magang. Menurutnya, pengalaman paling berkesan yaitu ketika ia ditugaskan untuk menyusun Naskah Akademik dan Rancangan Undang-Undang. Ia dan teman satu timnya memilih topik kendaraan listrik untuk diangkat. 

“Pada saat itu juga, kami semua diajak oleh mentor ke Puncak, Bogor. Hal itu menjadikan tugas magang yang kami kerjakan tidak menjadi beban bagi pemagang. Dan saya sangat mensyukuri adanya momen itu,” ujarnya. 

Erika berkata ia belum dapat memastikan apakah dirinya akan berkarier di instansi tempatnya magang saat ini setelah ia lulus atau tidak. Tetapi, ia sangat mengapresiasi kinerja badan legislasi, unit tempatnya magang. 

“Saya sangat mengapresiasi kinerja badan legislasi dalam melakukan penyusunan hingga pengundangan produk hukum. Menurut saya, pekerjaan tersebut cukup seru dan menantang,” ucapnya. 

Sebagai penutup, Erika menyampaikan tips dan trik agar lolos magang serta kesan pesan selama melaksanakan magang. Menurutnya, tips dan trik agar lolos magang yaitu mempersiapkan berkas seperti surat rekomendasi dan surat pertanggungjawaban mahasiswa jauh sebelum hari pendaftaran dimulai. 

“Jangan lupa juga untuk persiapkan Curriculum Vitae dan portofolio sebaik mungkin. Kemudian di tahap psikotes, perbanyak latihan soal dasar. Dan untuk tahap interview, kuncinya adalah percaya diri. Ada juga beberapa mitra instansi magang yang mensyaratkan mengenai statement of purpose, maka perlu dikaji juga mengenai cara penulisan yang baik dan benar,” tukas Erika. 

Erika mengatakan ia mendapatkan banyak teman yang mendukungnya untuk terus belajar. Selain itu, ia juga dipertemukan dengan mentor yang sangat mengayomi dalam melaksanakan pemagangan. 

“Tentu banyak suka cita yang saya rasakan,” pungkasnya. 

 

Penulis : Dewi Yugi Arti 

Cerita Mahasiswa ISS MBKM Berkuliah di FH UNAIR

Selain Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek) yang memperbolehkan mahasiswa untuk belajar dan berkuliah di perguruan tinggi lain yaitu program Institutional Support System (ISS). Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) ikut mendukung program ISS MBKM dan bekerja sama dengan universitas lain dalam rangka pertukaran mahasiswa ISS MBKM. 

Dua mahasiswa yang mengikuti program ISS MBKM di FH UNAIR yaitu Ahmad Irwansyah dan Sisilawanti yang keduanya berasal dari Universitas Mataram. Melalui wawancara dengan FH News pada Rabu (2/11/2022), Ahmad mengatakan program ISS MBKM berbeda dengan program PMM MBKM karena program ISS MBKM merupakan hasil kerja sama antara FH UNAIR dengan kampus asal mereka. Goal dari program ISS MBKM adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia dari kampus yang melakukan kerja sama. 

“Di program ini cuma ada 10 mahasiswa yang dikirimkan ke UNAIR. Dua di antaranya yaitu saya dan Sisil masuk FH UNAIR, sisanya ke jurusan teknik di UNAIR atau ke kampus lain,” jelas Ahmad. 

Sisil melanjutkan dengan menjelaskan untuk mengikuti program ISS MBKM hanya perlu melalui seleksi administrasi dan sesi interview. Sisil, Ahmad, dan kedelapan mahasiswa lain dari Universitas Mataram merupakan angkatan pertama program ISS MBKM. 

Mereka juga bercerita tentang mata kuliah dan dosen favorit mereka selama menempuh perkuliahan di FH UNAIR. Ahmad mengatakan ia menyukai mata kuliah Hukum Pidana Korupsi yang diajar oleh Iqbal Felisiano, S.H., LL.M. Menurutnya, cara penyampaian di kelas Hukum Pidana Korupsi tidak terpaku pada slide-slide PowerPoint sehingga sangat interaktif dan mudah dipahami. 

“Kalau saya suka mata kuliah Etika Profesi Hukum dan Filsafat Hukum karena di sana kita benar-benar dibuat mikir. Dosennya juga membuat suatu gambaran yang akhirnya membuat pikiran kita terbuka dan berpikir secara radikal atau berpikir hingga ke akar-akarnya. Menurut saya itu sangat menarik,” sambung Sisil. 

Ahmad dan Sisil mengambil 22 SKS (Satuan Kredit Semester) pada semester lima ini atau sekitar sembilan mata kuliah. Keduanya mengaku sempat kesulitan mengikuti salah satu mata kuliah di FH UNAIR karena mereka baru masuk saat perkuliahan sudah berjalan di minggu ketiga. 

“Kami agak kurang paham dengan mata kuliah Hukum Perdagangan Internasional karena materinya juga sangat variatif. Selain itu, mata kuliah Praktikum Pidana dan Perdata juga sulit karena harus sidang sampai malam, tapi overall keduanya seru kok dan kami alhamdulillah berhasil mengikuti dengan baik,” tutur Sisil. 

Sebagai penutup, Ahmad dan Sisil menyampaikan harapan mereka untuk FH UNAIR ke depannya. Mereka berharap agar FH UNAIR semakin sukses dan mempertahankan peringkatnya. Mereka juga mengakui fasilitas-fasilitas di FH UNAIR dalam menunjang perkuliahan sudah sangat baik. 

“Semoga juga Gedung Pringgodigdo cepat rampung,” pungkas Ahmad. 

 

Penulis : Dewi Yugi Arti 

Pertemuan BKS FH PTN Se-Indonesia Timur: Sepakati Panduan Kurikulum MBKM dan Rencanakan Program Magang di Masing-Masing Universitas

Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR), Dr. Enny Narwati, S.H., M.H. mengikuti pertemuan dengan Badan Kerja Sama Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri Se-Indonesia Timur (BKS FH PTN Se-Indonesia Timur) yang dilaksanakan di Batu pada 29 September s.d 1 Oktober 2022 yang lalu. Bersama dengan Ketua BKS FH PTN Se-Indonesia Timur yang juga merupakan Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, FH UNAIR dan perguruan tinggi lain yang termasuk dalam organisasi BKS FH PTN Se-Indonesia Timur menyepakati beberapa hal yaitu tentang kurikulum program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) dan kerja sama antar perguruan tinggi. Hasil dari kesepakatan itu yaitu harus dibuat panduan tentang kurikulum program MBKM. Dibuatnya panduan kurikulum tersebut karena antar Fakultas Hukum dari setiap perguruan tinggi memiliki kurikulum yang berbeda-beda, sehingga diperlukan adanya panduan agar kurikulum tiap perguruan tinggi tidak terlalu jauh berbeda atau timpang. 

Pelaksanaan program MBKM juga tidak boleh menurunkan Expected Learning Outcomes (ELO). ELO merupakan ujung dari perencanaan akademik dari suatu bidang ilmu atau program studi di perguruan tinggi. Pada dasarnya, ELO adalah kurikulum yang mencakup mata kuliah wajib dari suatu bidang ilmu atau fakultas. Jadi, dibuatnya panduan kurikulum program MBKM ini juga demi terciptanya keselarasan kurikulum antar perguruan tinggi yang tidak menurunkan ELO dari tiap perguruan tinggi. 

“Mata kuliah wajib fakultas tidak boleh digantikan dengan program MBKM. Jadi, ketika mahasiswa mengikuti program MBKM, mata kuliah yang dikonversi bukan mata kuliah wajib fakultas, tetapi mata kuliah peminatan,” tutur Enny. 

Panduan kurikulum program MBKM tersebut rencananya akan dirampungkan pada pertemuan BKS FH PTN Se-Indonesia Timur selanjutnya di Mataram pada bulan November 2022. Poin kedua yang disepakati dari pertemuan itu yaitu kerja sama antar perguruan tinggi untuk pelaksanaan program MBKM. Rencananya akan diadakan skema MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat) internal di masing-masing Fakultas Hukum di kampus-kampus yang bekerja sama. Mahasiswa menjadi bisa melaksanakan magang di Unit Konsultasi Bantuan Hukum (UKBH) masing-masing universitas. Misalnya, mahasiswa FH UNAIR melaksanakan magang di UKBH FH Universitas Mataram. Ini merupakan terobosan baru karena biasanya mahasiswa yang mengikuti program MBKM hanya bisa melaksanakan magang di instansi-instansi saja, sekarang direncanakan akan diadakan program magang internal di setiap perguruan tinggi. 

“Jadi, para mahasiswa silakan mengikuti MBKM, namun jangan melupakan ELO Sarjana Hukum. Pelaksanaan program MBKM tidak boleh menurunkan ELO lulusan FH UNAIR. Standar untuk yuris profesional, mata kuliah wajib fakultas tidak boleh diganti atau dikonversi melalui program MBKM,” tegas Enny. 

Enny juga menyampaikan selain bekerja sama dalam bidang student exchange, kesepakatan antara FH UNAIR dengan BKS FH PTN Se-Indonesia Timur mengenai skema MSIB untuk UKBH di Fakultas Hukum perguruan tinggi masing-masing yaitu magang yang dikemas dan disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa hukum, sehingga para mahasiswa pemagang akan diajarkan tentang cara menulis artikel dan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus di bidang hukum. Program MSIB ini juga dapat dikonversi sebanyak 20 SKS mata kuliah peminatan. 

 

Penulis : Dewi Yugi Arti 

Cerita Mahasiswi FH UNAIR Ikuti Program MSIB MBKM di PT INKA Multi Solusi Consulting

Sebagai salah satu institusi yang berkomitmen mengusung program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang diinisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) Republik Indonesia, Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) memfasilitasi para mahasiswanya untuk melaksanakan magang melalui program MBKM. 

Salah satu peserta magang MBKM 2022 adalah Amilah Fadhlina, mahasiswa FH UNAIR angkatan 2020 yang melaksanakan magang di anak perusahaan PT Industri Kereta Api (Persero). Melalui wawancara dengan FH News pada Minggu (9/10/2022), mahasiswi yang akrab disapa Mila itu menceritakan pengalamannya selama menjadi peserta magang MBKM. 

“Untuk program MSIB (Magang dan Studi Independen, Red) saya tergabung dalam PT INKA (Persero) dan ditempatkan di anak perusahaan yaitu PT IMSC (INKA Multi Solusi Consulting, Red) yang lebih berfokus pada jasa konsultasi di bidang manufaktur,” tutur Mila. 

Mila memaparkan alasannya memilih instansi tersebut sebagai tempat magang karena berawal dari rekomendasi teman. Ia mengatakan sempat penasaran karena saat mengecek di laman MBKM, PT IMSC merupakan anak perusahaan PT INKA. Selain itu, ia tertarik karena PT IMSC merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

“Karena letak geografisnya juga jadi saya mendaftar ke sana. Opsi terbaik yang bisa saya coba daftar adalah PT INKA dan beberapa instansi di Jakarta, karena saat itu saya mendaftar saat mendekati deadline. Saya memilih PT INKA yang berlokasi di Madiun karena lebih dekat dengan tempat tinggal saya dan biaya hidupnya tidak terlalu tinggi,” jelas Mila. 

Informasi pendaftaran mengenai MSIB, ujar Mila, ia dapatkan melalui Instagram. Ia mengaku awalnya tidak tertarik untuk mendaftar MSIB MBKM, namun setelah direkomendasi teman dan beberapa pertimbangan akhirnya ia mendaftar. 

“Untuk persyaratan pendaftarannya sendiri bisa dilihat melalui website. Di website MBKM kan nggak cuma MSIB, ada IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards), Kampus Mengajar, dan lain-lain. Setelah bikin akun di website, tinggal dicari instansinya dan memenuhi dokumen-dokumen persyaratannya, misalnya surat rekomendasi dari kampus, surat aktif organisasi, dan sebagainya. Kalau saya kemarin tidak ada sesi interview jadi langsung pengumuman melalui website,” terang Mila. 

Pengalaman paling berkesan bagi Mila ketika mengikuti program magang yaitu saat melaksanakan BINTAL atau latihan militer. Ia merasa sangat struggle dengan pembinaan dan pelatihan fisik yang ada. 

Mila berkata setelah lulus kuliah, ia memiliki niat untuk bekerja di perusahaan tempat ia magang saat ini. Menurutnya, habit, sistem disiplin, dan lingkungan kerja PT IMSC cocok untuk dirinya. Selain itu, ia berpesan untuk terus meng-upgrade skill dan curriculum vitae karena hal itulah yang pertama kali dilirik oleh HRD (Human Resources Development) suatu perusahaan. Memperbanyak pengalaman saat kuliah seperti ikut organisasi, kepanitiaan, atau lomba bisa menambah nilai curriculum vitae untuk mendaftar magang. 

“Perbanyak juga informasi bagaimana seleksi magang di instansi tempat kita daftar, latihan wawancara dengan baik dan benar, berlatih menulis juga karena beberapa instansi memerlukan esai sebagai persyaratan mendaftar,” ucap Mila. 

 

Penulis : Dewi Yugi Arti 

Intip Serunya Pengalaman Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka MBKM 2022 di FH UNAIR

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PMM MBKM) adalah program pertukaran mahasiswa antar perguruan tinggi. Tahun ini, Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) menerima 61 mahasiswa program PMM MBKM dari berbagai universitas di luar Pulau Jawa. 

Di antara 61 mahasiswa program PMM MBKM tersebut yaitu Marlen Novita Maloky dari Universitas Pattimura dan Zulkifli Hajar dari Universitas Sulawesi Barat. Melalui wawancara dengan FH News pada Jumat (7/10/2022), mahasiswi semester lima yang akrab disapa Marlen itu mengatakan program PMM MBKM menurutnya sangat bagus karena bisa menggali potensi para mahasiswa. Selain itu, program PMM MBKM juga membolehkan para mahasiswa yang mendaftar untuk lintas jurusan. 

“Program ini menurut saya cocok sekali dengan mahasiswa karena selain kita bisa mendapat ilmu-ilmu dari kampus lain, kita juga bisa mempelajari budaya-budaya di luar daerah kita, menambah relasi, dan menambah pengetahuan,” ujar Zulkifli. 

Marlen menjelaskan persyaratan untuk mendaftar program PMM MBKM sebenarnya cukup mudah, namun ada banyak dokumen yang harus dipersiapkan seperti kartu keluarga, kartu tanda mahasiswa, transkrip nilai, dan lain-lain. Selain itu, ada juga tes pengetahuan umum. 

“Program PMM MBKM ini terbuka untuk seluruh jurusan, tidak terbatas pada jurusan hukum saja,” papar Marlen. 

Marlen bercerita pada saat melakukan pendaftaran dan pengumpulan dokumen, ia sempat merasa kesulitan karena kesulitan login ke akun Jaminan Kesehatan Nasional sehingga tidak bisa mempersiapkan kartu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. Namun, akhirnya semua kesulitan itu selesai dan ia dapat mendaftar program PMM MBKM. 

“Untuk mengikuti program ini, kita mendapatkan benefit berupa konversi SKS (Satuan Kredit Semester, Red) dan diberi uang saku. Ada dana untuk biaya transportasi dan biaya hidup,” tutur Marlen. 

Marlen merasa senang bisa berkesempatan untuk merasakan perkuliahan di FH UNAIR karena dosen-dosennya sangat baik dan mau mengajari mahasiswa-mahasiswa program PMM MBKM dengan sabar. Ia mengatakan dosen yang paling ia sukai adalah dosen Hukum Kesehatan, Riza Alifianto Kurniawan, S.H., MTCP. 

“Bentuk pengajaran beliau itu bisa mengasah kita untuk berpikir kritis. Intinya UNAIR the best!” ucap Marlen. 

Zulkifli juga menuturkan sejak dulu ia sering membaca buku-buku karya Guru Besar FH UNAIR, Prof. Peter Mahmud Marzuki. Ia merasa sangat senang ketika akhirnya bisa bertemu dengan Prof. Peter, bahkan sempat meminta foto juga. 

“Kami mahasiswa FH dari universitas lain itu sering membaca buku-buku Prof. Peter. Kalau saya itu kan memang tidak ada mata kuliah yang diajar Prof. Peter, tetapi kami berkesempatan untuk bertemu dan berdiskusi dengan beliau. Rasanya senang dan seru sekali,” cerita Zulkifli. 

Selain pengalaman seru yang mereka dapatkan, mereka juga merasakan culture shock selama berkuliah di Kota Surabaya. Menurut Marlen, makanan di Surabaya rasanya kurang pedas untuk lidahnya yang terbiasa dengan masakan Maluku. Selain itu, lanjut Zulkifli, cuaca di Surabaya juga sangat panas dan berbeda dengan Sulawesi Barat yang tidak terlalu terik. 

“Awalnya saya sempat berpikiran negatif pertama kali kuliah di FH UNAIR, tapi ternyata orang-orangnya baik-baik,” kata Zulkifli. 

Marlen menyambung dengan menceritakan bahwa di universitas asalnya tidak ada tutorial Problem Based Learning dan membuat legal opinion seperti di FH UNAIR. Menurut Marlen, kedua hal itu merupakan hal yang baru baginya dan ia merasa senang berkesempatan untuk mempelajari kedua hal tersebut. 

Sebagai penutup, Marlen dan Zulkifli menyampaikan harapan untuk program PMM MBKM dan FH UNAIR. Mereka berharap agar program PMM MBKM bisa lebih baik lagi ke depannya dan dapat menggali potensi para mahasiswa. Mereka mengajak para mahasiswa untuk mendaftar program PMM MBKM karena ini merupakan kesempatan yang sayang untuk dilewatkan. Zulkifli berharap FH UNAIR bisa menjadi institusi yang lebih maju lagi tidak hanya di skala nasional, tetapi juga skala internasional. 

“Semoga FH UNAIR juga lebih baik lagi dan satu kata untuk FH UNAIR yaitu FH UNAIR terbaik,”  pungkas Marlen. 

 

Penulis : Dewi Yugi Arti 

FH UNAIR Perkuat Kolaborasi Dengan FH UNTAD Sukseskan Program MBKM

Sejak zaman dahulu, perguruan tinggi telah berperan penting sebagai pusat peradaban untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Upaya pengembangan ilmu pengetahuan ini merupakan prasyarat utama untuk membentuk masyarakat yang berpola pikir maju. Hal ini tampak dengan adanya gambaran bahwa kemajuan peradaban akan selalu berbanding lurus dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Kemajuan ilmu pengetahuan ini tentunya tidak dapat terwujud apabila hanya dijalankan oleh satu orang atau oleh hanya satu lembaga perguruan tinggi saja secara terpisah. Oleh karenanya, diperlukan kerja sama antar perguruan tinggi sebagai upaya untuk memecahkan isolasi institusional, baik pada level lokal, regional, nasional, maupun internasional. Kerja sama tersebut utamanya dilakukan dalam rangka peningkatan mutu akademik masing-masing perguruan tinggi. Tak heran apabila Fakultas Hukum Universitas Airlangga senantiasa membuka peluang sebesar-besarnya untuk melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi hukum lainnya. 

Salah satu instansi yang baru-baru ini menandatangani perjanjian kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Airlangga ialah Fakultas Hukum Universitas Tadaluko. Penandatanganan perjanjian kerja sama antar kedua institusi tersebut dilakukan secara langsung di Palu pada 28, September 2022. Hadir secara langsung pada kegiatan tersebut guna mewakili Fakultas Hukum Universitas Airlangga ialah Iman Prihandono, S.H., M.H., LL.M., Ph.D. selaku Dekan. Kehadirannya tersebut mendapatkan sambutan hangat dari Dr. H. Sulbadana, S.H., M.H. selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Tadaluko sebagai tuan rumah.  

Lingkup kerja sama tersebut mencakup banyak bidang yang tentunya ditujukan untuk mendukung pencapaian Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tak hanya itu, kerja sama ini tentunya juga ditujukan untuk mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Kedepannya, perjanjian kerja sama yang sudah ditandatangani itu dapat segera terealisasikan melalui penyelenggaraan kegiatan seperti: Pertukaran dosen; Penelitian bersama; Pengabdian kepada masyarakat bersama; Pertukaran mahasiswa; Kegiatan akademik lainnya seperti menguji tugas akhir mahasiswa, seminar/webinar, konferensi ilmiah, workshop, pelatihan, membina kegiatan mahasiswa. penulisan dan penerbitan/publikasi karya ilmiah, atau sejenisnya secara bersama; Peningkatan mutu program internasionalisasi; dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. 

Penulis: Dean Rizqullah Risdaryanto