Skip to main content
anafhunair2026

Merajut Silaturahmi dalam Halal Bihalal Alumni Notariat Airlangga (ANA) FH UNAIR 2026

FH News (21/04/2026) | Alumni Notariat Airlangga (ANA) Fakultas Hukum Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal pada Senin, 20 April 2026, di Ruang 305 Gedung A.G. Pringgodigdo. Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antaralumni, civitas akademika, dan para praktisi hukum dalam suasana penuh kehangatan pasca Hari Raya Idulfitri.

anafhunair2026i
Sambutan Dr, Widodo, S.H

Kegiatan diawali dengan registrasi dan pembukaan yang khidmat, meliputi menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Hymne Airlangga, serta doa bersama. Dalam sambutan pembukaannya, Direktur Jenderal ANA, Isy Karimah Syakir, S.H., M.Kn., M.H., AIIArb., menyampaikan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai fondasi utama dalam membangun solidaritas antaralumni. Ia menekankan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat hubungan profesional maupun personal di tengah dinamika dunia hukum yang terus berkembang.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia Pelaksana bersama Ketua Pengurus Wilayah Jawa Timur Ikatan Notaris Indonesia (INI) serta Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni FH UNAIR, Dr. Indrawati, S.H., LL.M. Suasana keakraban semakin terasa melalui sesi tukar kado yang melibatkan seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan dan saling berbagi.

Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan tausiyah inspiratif dari dr. Agus Ali Fauzi, PGPall.Med (ECU), yang mengajak untuk memaknai kehidupan dengan rasa syukur dan empati. Kegiatan juga diisi dengan sambutan dari Dr. Widodo, S.H., M.H., Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum Republik Indonesia, serta sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kebersamaan.

Acara ini tidak hanya dihadiri oleh para alumni yang sekaligus menjadi pengurus ANA, tetapi juga menunjukkan kuatnya keterhubungan antara alumni dan institusi akademik. Hal ini tercermin dari kehadiran Ketua Program Studi (KPS) S2 Magister Kenotariatan FH UNAIR, Dr. Indira Retno Aryatie, yang hadir sebagai representasi resmi dari pihak kampus. Kehadiran Dr. Indria menegaskan bahwa relasi antara alumni dan almamater tidak terputus setelah masa studi berakhir, melainkan terus terjalin dalam bentuk kolaborasi, komunikasi, dan kontribusi nyata. Momentum ini sekaligus memperlihatkan sinergi yang harmonis antara dunia akademik dan para praktisi alumni dalam mendukung pengembangan keilmuan kenotariatan serta memperkuat jejaring profesional yang berkelanjutan.

Baca Juga: Delegasi FH UNAIR Juara II dalam Indonesian Law Debating Competition 2026

Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah, makan bersama, dan hiburan musik yang semakin menghangatkan suasana. Kegiatan ini memberikan ruang interaksi yang lebih mendalam, menjadikan Halal Bihalal ANA FH UNAIR 2026 tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat jejaring dan solidaritas alumni.

Penulis: Jessica Ivana Haryanto

Editor: Masitoh Indriani

alblaw

Alumni FH UNAIR, Cristian Luo Raih Tiga Nominasi Bergengsi di Thomson Reuters’ Asian Legal Business (ALB) Law Awards 2025

Humas FH (06/11/2025) | Dulu mencetak sejarah sebagai mahasiswa yang mempersembahkan kemenangan International Moot Court pertama bagi Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR), kini Cristian Luo kembali melangkah lebih jauh dalam karier profesionalnya. Di usia yang baru menginjak 28 tahun, alumni FH UNAIR angkatan 2018 tersebut berhasil mendapatkan sejumlah nominasi bergengsi dari Thomson Reuters’ Asian Legal Business (ALB) Law Awards, sebuah ajang penghargaan yang diakui luas sebagai barometer prestasi profesional hukum di kawasan Asia. Tahun ini, Cristian masuk dalam tiga kategori sekaligus yakni, In-House Lawyer of the Year, Young Lawyer of the Year (In-House) pada ALB Indonesia Law Awards 2025, dan Energy and Resources In-House Team of the Year pada ALB South East Asia Law Awards 2025. Nominasi tersebut mencerminkan kualitas, dedikasi, dan kiprahnya yang konsisten dalam sektor energi nasional.

Sebagai platform informasi hukum dan bisnis terkemuka yang berada di bawah Thomson Reuters, ALB menetapkan standar evaluasi yang ketat dalam menentukan nominasi. Dewan juri menilai kandidat berdasarkan rekam jejak profesional, kapasitas kepemimpinan, dan kontribusi strategis yang diberikan kepada institusi masing-masing. Dalam konteks itu, pencapaian Cristian menjadi bukti bahwa kiprahnya di industri energi tidak hanya signifikan secara teknis, tetapi juga berpengaruh terhadap tata kelola perusahaan pada level nasional dan regional. Cristian memahami bahwa keberhasilan ini tidak ia jalani sendiri; ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil perpaduan antara kerja keras, kesempatan, dan dukungan puluhan orang yang hadir dalam perjalanan karirnya. Khususnya, ia menyoroti peran mentor yang menjadi fondasi pembentukan karakter profesionalnya.

Cristian secara khusus menyebut Hanna Meliana, sosok mentor yang ia temui ketika berkarier di Hiswara Bunjamin & Tandjung, firma hukum ternama yang banyak menangani perkara korporasi dan transaksi berskala besar. Dari Hanna, Cristian belajar bahwa usia muda bukan alasan untuk menurunkan standar profesional. Ia didorong untuk bekerja setara dengan partner firma hukum besar maupun jajaran C-level perusahaan multinasional yang menjadi kliennya. “Meskipun saya masih muda, saya harus memastikan kualitas pekerjaan saya mampu berdiri sejajar dengan para profesional senior. Bukan karena ingin menyaingi, tetapi karena komitmen untuk menjunjung standar yang sama,” jelas Cristian. Nasihat itu menjadi prinsip kerja yang ia pegang hingga sekarang dan turut membawanya menuju panggung pengakuan internasional.

Sejak berkuliah di FH UNAIR, Cristian memang dikenal sebagai mahasiswa yang memiliki kemampuan analitis kuat dan dedikasi tinggi. Di bawah bimbingan Dr. Nilam Andalia Kurniasari, S.H., LL.M., ia meraih kemenangan internasional pada Maritime Arbitration Moot di National University of Singapore pada tahun 2017. Pada tahun yang sama, ia mengantarkan FH UNAIR meraih kemenangan nasional pertama dalam International Humanitarian Law Moot Court Competition, kemudian mewakili Indonesia di tingkat internasional bersama Prof. Koesrianti, S.H., LL.M., Ph.D. Selain aktif berkompetisi, Cristian juga memegang peran kepemimpinan di banyak organisasi, termasuk sebagai Head of Officers di International Law Students Association, Komisaris Jenderal Masyarakat Yuris Muda Airlangga, dan Ketua Divisi Humas Lembaga Debat Hukum dan Konstitusi Mahasiswa Indonesia.

Baca Juga: Dua Tim FH UNAIR Raih Juara di Gadjah Mada Law Competition (GMLC) 2025

Kesibukan dalam kompetisi dan organisasi tidak menghalangi Cristian untuk berprestasi secara akademik. Ia berhasil menyelesaikan studi dengan predikat cumlaude, membuktikan kemampuannya menyeimbangkan aktivitas akademik dan aktivitas eksternal secara efektif. Kini, dengan prestasi profesional yang diakui secara internasional, Cristian menjadi contoh nyata bahwa pendidikan, kedisiplinan, dan keberanian mengambil peluang dapat membuka pintu-pintu besar dalam karier hukum. Kisahnya tidak hanya membanggakan FH UNAIR, tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi mahasiswa yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia profesional hukum yang kompetitif.

Penulis Kontributor : Riski Setiabudi

Editor : Angelique Novelyn & Masitoh Indriani

kakakasuh2025

Kakak Asuh 2025: Menjalin Kedekatan dengan Alumni, Menguatkan Langkah Menuju Karir Masa Depan

Humas FH (25/09/2025) | Fakultas Hukum Universitas Airlangga kembali menghadirkan program unggulan bertajuk Kakak Asuh 2025 yang dilaksanakan pada 9 Agustus hingga 21 September 2025, sebuah wadah mentoring yang mempertemukan mahasiswa dengan alumni melalui serangkaian sesi intensif selama satu bulan penuh. Program ini diinisiasi oleh Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) BEM FH UNAIR di bawah Direktorat Jenderal Pengembangan Karir, bekerja sama dengan Ikatan Alumni FH UNAIR (IKA FH UNAIR).

peserta kakak asuh
peserta kakak asuh

Rangkaian kegiatan dimulai dengan Welcome Party pada 9 Agustus 2025 yang menjadi momen perkenalan pertama sekaligus sesi one-on-one mentoring antara para Kakak Asuh dan Adik Asuh. Selanjutnya, peserta mengikuti lima kali class session dengan tema beragam, mulai dari penyusunan CV, strategi menghadapi wawancara kerja, pemaparan prospek karier, hingga berbagi pengalaman nyata langsung dari alumni. Seluruh perjalanan kemudian ditutup secara meriah dalam Closing Party & Graduation pada 21 September 2025.

Tahun ini, Kakak Asuh 2025 berhasil menghimpun 60 Adik Asuh yang terdiri atas mahasiswa tingkat tiga, lima, hingga fresh graduate. Mereka didampingi oleh 10 Kakak Asuh, yaitu alumni FH UNAIR yang berkiprah di berbagai bidang, seperti legal corporate, jaksa dan hakim, kementerian, hingga legal corporate internasional. Pembagian peminatan yang sesuai dengan minat karir mahasiswa membuat mentoring terasa lebih relevan, bahkan membuka peluang bagi Adik Asuh untuk menjalin relasi magang maupun kesempatan kerja.

Baca Juga: Delegasi FH UNAIR Raih Juara 2 di Kompetisi Debat Hukum Nasional UNESA 5 Law Fair 2025

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, manfaat utama program ini terletak pada kedekatan yang terjalin antara mahasiswa dengan alumni. Hubungan ini diharapkan tidak berhenti pada akhir program, melainkan berlanjut dalam bentuk relasi profesional yang bermanfaat bagi masa depan karir mahasiswa.

Melalui Kakak Asuh 2025, mahasiswa FH UNAIR tidak hanya dibekali pengetahuan praktis mengenai dunia kerja, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata dari perjalanan para alumni. Program ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara mahasiswa dan alumni mampu melahirkan inisiatif pengembangan diri yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi generasi penerus.

Penulis Kontributor: Staf Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) BEM FH UNAIR

Editor: Jessica Ivana Haryanto & Masitoh Indriani

reuni80

Menyulam Waktu, Merajut Kebersamaan : Reuni Emas Alumni FH UNAIR Angkatan 1980

Humas FH (08/07/2025) | Gedung A. G. Pringgodigdo dipenuhi suasana hangat dan penuh keakraban pada hari Sabtu (05/07/2025) saat Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) menjadi tuan rumah dalam perhelatan reuni 45 tahun Alumni FH UNAIR angkatan 1980. Acara yang berlangsung pada pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini bukan sekadar temu rindu, tetapi menjadi momen reflektif yang sarat makna. Para alumni yang hadir dari berbagai penjuru tanah air tampak antusias menyambut kesempatan langka ini, dimana kenangan masa kuliah, persahabatan lintas waktu, serta kontribusi untuk almamater kembali dibangkitkan dalam suasana penuh nostalgia dan rasa syukur.

Kegiatan diawali dengan foto bersama di depan Gedung A. G. Pringgodigdo, sebuah simbol sejarah panjang FH UNAIR yang menjadi saksi bisu dinamika mahasiswa hukum dari masa ke masa. Setelah sesi foto, para peserta mengikuti registrasi dan pembagian makanan ringan yang dilaksanakan dengan ramah oleh panitia. Nuansa kekeluargaan kian terasa ketika lagu Indonesia Raya dan Hymne Airlangga dikumandangkan bersama, dipandu oleh dirigen Pinta Ulupi, menyatukan seluruh hadirin dalam rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap almamater. Acara resmi kemudian dibuka oleh MC Enny H. yang dengan pembawaannya yang hangat mengarahkan jalannya kegiatan. Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai bentuk syukur atas pertemuan yang telah diberkahi. 

Dalam suasana yang hangat dan bersahabat, Gatot Sutantra selaku ketua panitia menyampaikan laporan kegiatan. Ia mengapresiasi antusiasme dan partisipasi aktif seluruh alumni dalam mewujudkan pertemuan ini. Dalam sambutannya, Gatot tidak hanya menyoroti aspek teknis penyelenggaraan acara, tetapi juga menekankan nilai penting dari jalinan komunikasi yang terus terjaga antar alumni selama 45 tahun terakhir. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Dekan FH UNAIR, Prof. Dr. Iman Prihandono, S.H., M.H., LL.M., yang menyampaikan rasa hormat dan bangga atas keberadaan angkatan 1980 sebagai bagian penting dari sejarah panjang FH UNAIR. Beliau menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi lintas generasi dalam memperkuat jejaring akademik, profesional, dan kontribusi sosial bagi institusi dan bangsa.

Momen emosional dan penuh makna terjadi ketika Priyo Jatmiko dan Anisya mewakili alumni menyampaikan kesan-kesan pribadi yang menyentuh. Cerita tentang masa-masa kuliah, dosen yang membekas di hati, serta dinamika organisasi mahasiswa saat itu dituturkan dengan hangat, disambut gelak tawa dan anggukan penuh pengertian dari para hadirin. Kesan ini semakin menguat saat panitia menayangkan foto-foto nostalgia dekan dan wakil dekan FH UNAIR tahun 1980, membawa para alumni kembali ke masa muda mereka yang penuh semangat. Suasana menjadi haru saat memasuki sesi “In Loving Memory” yang dipandu oleh Machfud, sebagai bentuk penghormatan kepada sahabat-sahabat seangkatan yang telah berpulang. Doa dan kenangan pun mengalir, menciptakan ruang reflektif dalam balutan rasa kehilangan namun juga rasa syukur atas kebersamaan yang pernah ada.

Baca Juga: Aiko Najwakyla Widhishakti, Mahasiswi FH UNAIR Raih Medali Emas di Cabor Baseball PORPROV Jatim IX

Sebagai bentuk apresiasi terhadap peran kepemimpinan institusional di masa lalu, dilakukan pemberian kenangan kepada Dekan dan para Wakil Dekan yang saat itu menjabat, diserahkan langsung oleh Harlis dan Mochtar. Pemberian ini bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga penghargaan atas kontribusi para tokoh dalam membentuk atmosfer akademik yang melahirkan lulusan-lulusan tangguh dari angkatan 1980. Suasana kemudian berubah menjadi lebih santai dan ceria saat memasuki sesi games dan doorprize yang kembali menghidupkan semangat kekompakan para alumni. Lima permainan ringan serta lima undian doorprize berhasil memancing gelak tawa dan semangat kompetitif yang masih menyala, membuktikan bahwa semangat mahasiswa dalam diri mereka tak pernah pudar oleh waktu.

Menjelang akhir acara, para alumni dan jajaran dekanat kembali berkumpul dalam sesi foto bersama, menandai momen kebersamaan yang tak ternilai. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah, hiburan, dan makan siang bersama diiringi alunan musik dan tawa lepas yang menghiasi ruangan. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan hangat oleh panitia, dengan Dr. Nurwahjuni, S.H., M.H., sebagai penanggung jawab sesi akhir yang memastikan bahwa setiap alumni mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan. Kebersamaan yang terjalin hari itu menjadi bukti bahwa waktu mungkin mengubah usia, tetapi tidak menghapus rasa saling memiliki yang telah tertanam sejak hari-hari pertama mereka menjadi bagian dari keluarga besar FH UNAIR. 

Penulis : Angelique Novelyn

Editor : Masitoh Indriani 

sahetapy

Johannes Sahetapy-Engel, Alumni FH UNAIR Masuk 100 Pengacara Terbaik 2025

Humas FH (27/05/25) | Nama Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mencuri perhatian di kancah internasional berkat prestasi gemilang alumnus Fakultas Hukum (FH) UNAIR, Johannes Sahetapy-Engel. Dengan keahlian yang terasah selama lebih dari tiga dekade, telah berhasil masuk dalam jajaran 100 pengacara terbaik Indonesia versi Asia Business Law Journal 2025, sebuah pengakuan prestisius yang mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tokoh hukum terkemuka di tanah air.

Johannes Sahetapy-Engel memulai perjalanan akademiknya di FH UNAIR, lulus pada tahun 1994 dengan gelar Sarjana Hukum (S.H.). Pendidikan di UNAIR menjadi tonggak penting dalam membentuk integritas dan ketajaman analisis hukumnya. “Tanpa FH UNAIR, saya tidak akan menjadi S.H. Kalau tidak menjadi S.H., saya tidak bisa menjadi advokat. Saya betul-betul belajar dari dasar,” ungkap Johannes. Ia menegaskan bahwa ajaran para dosen di UNAIR, yang selalu menekankan analisis hukum yang tajam, menjadi pedoman utama dalam menjalani kariernya.

Sebagai Founding Partner AKSET Law, Johannes telah menorehkan berbagai pencapaian luar biasa. Ia dikenal sebagai pengacara yang andal dalam menangani proyek-proyek strategis di bidang energi, merger dan akuisisi, serta hukum ketenagakerjaan. Penghargaan sebagai salah satu dari 100 pengacara terbaik Indonesia versi Asia Business Law Journal 2025 bukan hanya sekadar trofi, tetapi juga tantangan moral baginya. “Saya merasa ini suatu pencapaian. Namun, ini juga menjadi tantangan untuk tetap selalu memberikan yang terbaik bagi klien, kolega, dan seluruh pihak yang mendukung saya dalam profesi ini,” ujarnya.

Johannes juga berbagi bahwa tantangan terbesarnya adalah mendirikan dan mengelola firma hukum. Dalam perjalanan panjangnya, ia selalu memegang teguh prinsip integritas, yang menjadi inti dari profesinya. “Jangan pernah mengorbankan integritas kita untuk apapun dan kapanpun,” tegasnya. Filosofi ini tercermin dalam karya-karyanya, termasuk kontribusinya sebagai penulis bab Indonesia dalam Getting the Deal Through – Labour & Employment, serta keanggotaannya di berbagai organisasi profesi ternama seperti PERADI, IPBA, IBA, dan IPA.

Baca Juga: Alumnus FH UNAIR Duduki Posisi Strategis di LPI dan Diakui Dunia Hukum Internasional

Keberhasilan Johannes Sahetapy-Engel adalah cerminan dari semangat FH UNAIR dalam mencetak yuris yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas. Ia mengaku bahwa pelajaran dari para dosen di UNAIR tentang pentingnya analisis hukum yang tajam selalu membekas dalam setiap langkah kariernya. Pengakuannya sebagai salah satu pengacara terbaik Indonesia oleh Asia Business Law Journal 2025 adalah bukti bahwa kombinasi pendidikan berkualitas, integritas, dan kerja keras mampu membawa seseorang mencapai puncak prestasi.

Sumber Gambar: AKSET Law (https://aksetlaw.com/our-people/partner/johannes-c-sahetapy-engel/)

Sumber Berita: Universitas Airlangga News (https://unair.ac.id/bangga-alumnus-fh-unair-masuk-dalam-daftar-top-lawyer-indonesia/)

Penulis: Jessica Ivana Haryanto

Editor: Masitoh Indriani

thumbnail website fh

Alumnus FH UNAIR Duduki Posisi Strategis di LPI dan Diakui Dunia Hukum Internasional

Humas FH (27/05/25) | Kiprah luar biasa ditorehkan oleh alumnus Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR), Erwandi Hendarta, S.H., LL.M., M.B.A. Namanya kini menjadi sorotan setelah ditunjuk sebagai anggota Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Tak hanya itu, Erwandi juga dinobatkan sebagai salah satu pengacara papan atas Indonesia, masuk dalam jajaran prestisius “The A List Indonesia’s Top Lawyer 2025” versi Asia Law Business Journal. Kisah suksesnya adalah bukti nyata bahwa pendidikan hukum di UNAIR mampu melahirkan profesional berkualitas dengan pondasi kokoh.

Erwandi Hendarta bukan nama baru di dunia hukum dan keuangan. Dengan pengalaman lebih dari 35 tahun, ia telah menjadi sosok yang mumpuni dalam menangani isu-isu hukum kompleks, khususnya di sektor keuangan. Penunjukannya sebagai anggota Dewan Pengawas LPI bukanlah kebetulan. Proses seleksi yang panjang dan ketat, melibatkan institusi penting seperti Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN, menjadi bukti bahwa kapasitas dan kapabilitasnya diakui di tingkat nasional. “Seleksi ini tidak mudah. Nama calon harus melalui penyaringan ketat oleh Menteri Keuangan dan Menteri BUMN,” ujar Erwandi, sebagaimana dikutip dari laman resmi UNAIR, Sabtu (24/5/2025).

Erwandi menekankan dua elemen utama yang menjadi fondasi kesuksesannya yaitu, kapasitas dan kapabilitas. Ia mengibaratkan kapasitas sebagai cangkir yang terus diperbesar melalui keinginan untuk belajar dan memperluas wawasan. “Semakin besar cangkirnya, semakin besar pula kapasitas kita untuk belajar dan ingin tahu,” jelasnya. Sementara itu, kapabilitas adalah hasil dari pengalaman panjang dan penerapan pengetahuan di dunia nyata. Filosofi ini menjadi pegangan Erwandi dalam menavigasi karier yang penuh tantangan.

Pendidikan hukum di FH UNAIR menjadi titik awal yang membentuk karakter dan keahliannya. Menurut Erwandi, kurikulum FH UNAIR yang menggabungkan teori dan praktik memberikan landasan kuat bagi mahasiswa untuk menjadi profesional hukum yang andal. “Pendidikan hukum di UNAIR telah memberikan pondasi kokoh dalam membentuk kualitas seorang profesional di bidang hukum,” ungkapnya.

Baca Juga : Menggagas Regulasi Anti-Circumvention, Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa FH UNAIR Berhasil Raih Juara 3 di VLC 2025

Keberhasilan Erwandi tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FH UNAIR. Ia berpesan agar generasi muda terus mengasah kapasitas dan kapabilitas untuk bersaing di tingkat global. “Jangan pernah berhenti belajar. Dunia hukum dan keuangan terus berubah, dan kita harus siap beradaptasi,” tegasnya. Pesan ini sejalan dengan visi FH UNAIR yang ingin mencetak lulusan berdaya saing tinggi, berakar pada nilai keadilan dan moralitas.

Penunjukan Erwandi sebagai Dewan Pengawas LPI dan pengakuan sebagai top lawyer nasional, termasuk dalam “The A List Indonesia’s Top Lawyer 2025” oleh Asia Law Business Journal, menjadi cerminan betapa pendidikan di UNAIR mampu menghasilkan tokoh-tokoh berpengaruh. Kiprahnya tidak hanya memperkuat reputasi UNAIR sebagai salah satu fakultas hukum tertua dan terkemuka di Indonesia, tetapi juga menegaskan bahwa alumninya mampu berkontribusi nyata bagi bangsa.

Sumber Berita: Universitas Airlangga NEWS (https://unair.ac.id/alumnus-fh-unair-ditunjuk-jadi-dewan-pengawas-lpi-dan-top-lawyer-nasional/)

Penulis: Jessica Ivana Haryanto

Editor: Masitoh Indriani

filianingsih

Kiprah Filianingsih Hendarta: Alumni FH UNAIR di Balik Langkah Strategis Ekspansi QRIS Ke Mancanegara

Humas FH (05/05/25) | Kabar menggembirakan datang dari panggung Bank Indonesia (BI). Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur BI yang juga merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR), kembali mencuri perhatian publik lewat pengumuman strategis yang membawa harum nama Indonesia di kancah global.

Dalam unggahan resmi yang beredar di media sosial, Filianingsih mengumumkan bahwa sistem pembayaran digital andalan Indonesia, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), akan segera digunakan di lima negara besar, yaitu Jepang, India, Korea Selatan, China, dan Arab Saudi.

Langkah ekspansi ini merupakan terobosan penting setelah sebelumnya QRIS sukses diimplementasikan di Singapura, Malaysia, dan Thailand. Artinya, masyarakat Indonesia yang bepergian ke delapan negara tersebut kini bisa bertransaksi hanya dengan satu scan QRIS, tanpa harus repot menukar uang asing atau membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Baca Juga: Momen Bangga dan Haru Dalam Tasyakuran Atas Pengukuhan Keempat Guru Besar FH UNAIR

“Ini bukan hanya lompatan teknologi, tapi juga lompatan kepercayaan internasional terhadap sistem pembayaran kita,” ujar Filianingsih. Dengan ekspansi ini, wisatawan dan pelaku bisnis Indonesia dapat menikmati transaksi lintas negara yang lebih cepat, aman, dan efisien.

Sebagai alumni FH UNAIR, kehadiran Filianingsih dalam kebijakan inovatif ini mencerminkan betapa pentingnya kontribusi lulusan hukum dalam sektor ekonomi dan teknologi finansial. Ia menunjukkan bahwa pemahaman hukum tidak hanya penting dalam tataran yudisial, tetapi juga krusial dalam merancang kebijakan lintas negara yang berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

Sumber Gambar: Tempo.co (https://www.tempo.co/ekonomi/profil-filianingsih-hendarta-deputi-gubernur-bi-terpilih-yang-suka-berkebun-hingga-travelling-219286)

Penulis: Jessica Ivana Haryanto

Editor: Masitoh Indriani

vinandap mkn

Vinanda Prameswati Alumni Magister Kenotariatan FH UNAIR Menjadi Walikota Terpilih Kota Kediri

Humas FH (26/02/2025) | Pemilihan kepala daerah telah dilaksanakan, para calon kepala daerah telah dilantik oleh presiden pada Kamis (20/2/2025). Masing-masing kepala daerah pada tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota kedepannya akan mengemban tugas daerahnya. Salah satu alumni Magister Kenotariatan FH UNAIR yakni Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn, merupakan walikota terpilih pada Kota Kediri.

Wanita kelahiran Surabaya tersebut seringkali aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi dalam bidang sosial dan ekonomi masyarakat. Keaktifannya dalam berbagai organisasi baik di regional maupun provinsi menjadi langkah awal untuk menjadi bekal terpilihnya sebagai walikota Kediri. Tidak hanya itu, keterlibatannya dalam bidang politik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanannya menuju jabatan sebagai walikota Kediri. Selama menjalani perkuliahan di FH UNAIR, Vinanda memilih mengangkat topik tesis yang berjudul “Kepastian Hukum Permohonan Penetapan Hak Perwalian Anak Oleh Orang Tua Kandung”. Melalui penelitian tersebut berfokus pada permasalahan Peristiwa hukum yang dapat menimbulkan adanya hak perwalian bagi seorang anak, serta kesesuaian konsep perwalian di Indonesia dalam Penetapan Pengadilan Negeri dan Penetapan Pengadilan Agama.

Baca Juga: Dari AHU Online hingga SDG’s: Webinar Alumni Notariat Airlangga Bahas Masa Depan Kewirausahaan Sosial di Indonesia

Kedepannya sebagai bagian dari alumni Magister Kenotariatan FH UNAIR, semoga dapat mengemban tugas dan amanah sebagai sosok pemimpin dari Kota Kediri. Tidak hanya itu, melalui ilmu yang didapatkan selama menjalani studi di Magister Kenotariatan FH UNAIR, semoga bermanfaat dan berguna dalam menjalankan tugas sebagai walikota Kediri.

Tentunya segenap keluarga besar Magister Kenotariatan FH UNAIR mengucapkan selamat bertugas untuk Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn, serta keluarga besar FH UNAIR patut berbangga atas capaian dari alumni FH UNAIR yang menjadi bagian dari pemimpin daerah, sehingga melalui tugas tersebut dapat memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa Indonesia.

 

Penulis: M. Akmal Syawal

Editor: Masitoh Indriani

pengangkatansumpah

Kiprah Dr. Isy karimah, Ketua Alumni Notariat Airlangga (ANA) Diangkat Menjadi Majelis Pembina dan Pengawas PPAT Pusat

Humas FH (25/02/2025) | Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) tidak pernah absen melahirkan alumnus yang luar biasa. Salah satunya adalah Dr. Isy Karimah Syakir, S.H., M.Kn., M.H., AIIArb yang merupakan alumni FH UNAIR. Beberapa saat yang lalu, alumnus FH UNAIR ini telah diangkat menjadi salah satu anggota Majelis Pembina dan Pengawas Petugas Pembuat Akta Tanah (PPAT) Pusat (MPPP) oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. Acara pelantikan ini dilaksanakan di Kantor Badan Pertanahan Republik Indonesia, Jakarta pada Selasa (25/02/2025). Pelantikan dan Pengangkatan Sumpah Majelis Pembina dan Pengawas Petugas Pembuat Akta Tanah (PPAT) Pusat (MPPP) dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, Ossy Dermawan.

Dr. Isy Karimah Syakir, S.H., M.Kn, M.H., AIIArb merupakan lulusan Program Doktor Ilmu Hukum pada tahun 2021. Sejak 2024, Dr. Isy Karimah Syakir, S.H., M.Kn., M.H., AIIArb secara resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia (INI) untuk periode 2024-2027. Kemudian, pada Oktober 2024, beliau juga dipercaya menjadi Ketua Alumni Notariat Airlangga (ANA) sekaligus Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Jawa Timur selama dua periode, yaitu 2018-2021 dan 2021-2024. Tentunya, pencapaian ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan, mengingat ini adalah pertama kalinya di Jawa Timur seorang notaris dan Petugas Pembuat Akta Tanah (PPAT) memegang tiga posisi strategis dalam organisasi yang berbeda secara bersamaan.

Pencapain besar ini berawal pada tahun 1966 ketika Dr. Isy Karimah Syakir, S.H., M.Kn., M.H., AIIArb memulai pengabdiannya sebagai notaris dan Petugas Pembuat Akta Tanah (PPAT) di Peterongan, Jombang. Dengan dedikasi dan komitmennya yang tinggi, beliau terus mengembangkan karirnya dalam bidang hukum. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1999, beliau akhirnya mendapatkan kesempatan besar untuk melanjutkan profesinya sebagai notaris di Kota Surabaya yang menjadi titik awal perjalanan untuk lebih memperluas jaringan dan kontribusinya di dunia hukum.

Baca Juga: ALSA LC UNAIR Berhasil Bawa Prestasi dalam AINC 2025

Pengalaman menjadi notaris di Kota Santri,Jombang, memberikan pengalaman dan wawasan yang berharga. Meskipun Dr. Isy Karimah Syakir, S.H., M.Kn, M.H., AIIArb memulai karirnya di kota yang lebih kecil, pengalaman tersebut justru memberikan pelajaran yang lebih mendalam. Ilmu yang diperoleh di kota tersebut kemudian diimplementasikan dengan lebih optimal di kota besar. Keberhasilan yang diraih oleh alumnus FH UNAIR satu ini tidak terlepas dari perjalanan panjang dan tekad yang kuat untuk memberikan layanan hukum terbaik kepada masyarakat.

 

Penulis: Angelique Novelyn

Editor: Masitoh Indriani

4

Cerita Alumni Muda FH UNAIR Raih Top 5 Best Energy & Resource In-house Team of the Year ALB Indonesia Law Awards 2024

Humas (01/11/2024) Cristian, alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) yang lulus pada tahun 2018, bersama dengan timnya yang terlibat dalam salah satu proyek strategis nasional, berhasil meraih nominasi dari ALB Indonesia Law Awards 2024 untuk kategori best energy and resource inhouse team of the year.

5

Asian Legal Business atau yang kemudian disingkat dengan ALB merupakan sebuah platform informasi bisnis dan profesional yang dimiliki oleh Thomson Reuters. Setiap tahunnya, ALB selalu menyelenggarakan malam penghargaan bagi profesional di bidang hukum bisnis di tingkat nasional maupun asia tenggara. Tahun ini, team in-house counsel proyek Jawa 9&10 (PT Indo Raya Tenaga) yang terdiri dari Hanna Meliana (Head of Commercial Legal), Yudhistira Wardhana (Head of Internal Legal), Cristian (Senior Legal Counsel) dan Djuan Sihotang (Legal Counsel) berhasil meraih nominasi dan pada malam penghargaan ALB Indonesian Law Awards yang diselenggarakan pada tanggal 24 Oktober 2024 lalu, berhasil meraih posisi sebagai top 5 finalist.

Baca Juga: Kolaborasi ILSA Chapter UNAIR dan BEM FH UNAIR Adakan Konferensi Internasional di Singapura

Cristian, sebagai alumni FH UNAIR, selama berkuliah memang selalu menunjukkan prestasi yang gemilang. Pada tahun 2017, Cristian, di bawah bimbingan Prof. Koesrianti, S.H., LL.M., Ph.D., berhasil memenangkan kompetisi peradilan semu internasional yang diselenggarakan oleh ICRC dan juga turut mendapat gelar sebagai top 3 best oralist tingkat nasional. Di tahun yang sama, Cristian bersama dengan timnya juga berhasil menorehkan prestasi tingkat internasional dengan memenangkan award dari International Maritime Law Arbitration yang diselenggarakan di National University of Singapore (NUS) di bawah bimbingan Dr. Nilam Andalia Kurniasari. Selain aktif berkompetisi, Cristian juga sempat menjabat sebagai Ketua dari International Moot-Court Division pada International Law Students Association (ILSA) Chapter Universitas Airlangga dan juga Komisaris Jenderal di Masyarakat Yuris Muda Airlangga (MYMA).

Penulis Kontributor: Asti

Editor: Masitoh Indriani