Skip to main content
keluarga besar airlangga bersama ika fh unair bahas kondisi indonesia di tengah persaingan amerika vs china

Keluarga Besar Airlangga Bersama IKA FH UNAIR Bahas  Kondisi Indonesia di Tengah Persaingan Amerika vs China

Humas (12/12/2023) | Sebagai Fakultas Hukum yang memiliki jejaring alumni sangat luas, Fakultas Hukum Universitas Airlangga seringkali mengadakan beberapa kajian yang membahas isu hukum baik berskala nasional maupun internasional. Baru-baru ini telah dilaksanakan bincang-bincang atau disebut sebagai “Cangkruk Online” melalui zoom meeting yang melibatkan alumni FH UNAIR dengan diikuti sebagian besar mahasiswa aktif FH UNAIR. 

Pada Diskusi Online yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Airlangga (Kalingga) yang bekerjasama dengan Ikatan Alumni FH UNAIR mengusung topik “Indonesia di Tengah Persaingan Amerika vs China” dalam perspektif hukum dan politik Internasional. Diskusi online kali ini dihadiri oleh Kadir Jailani, S.H., M.A. selaku Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang sekaligus alumnus FH UNAIR dan tidak lupa dalam diskusi kali ini dihadiri oleh Dr. Didik S. Setyadi, S.H., M.H. selaku moderator sekaligus alumnus FH UNAIR. 

Sebagai pemantik diskusi, Dr. Didik menyampaikan beberapa data mengenai perkembangan perekonomian baik dari Indonesia, China, hingga Amerika Serikat. Diskusi online ini menjadi sangat menarik dengan hadirnya data yang disampaikan oleh Dr. Didik mengenai investasi asing per tahun 2022, pada data tersebut menunjukkan bahwa Tiongkok berada pada urutan kedua sedangkan Amerika Serikat keenam. 

Baca Juga: Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika KEMLU RI Abdul Kadir Jailani Berikan Kuliah Tamu Bahas ASEAN Legal Order

Kegiatan diskusi online ini semakin menarik Kadir Jailani sebagai narasumber menyampaikan beberapa hal mengenai hubungan diplomasi maupun perkembangan ekonomi yang dilakukan oleh kedua negara tersebut. Kadir Jailani menyebutkan bahwa persaingan dalam bidang ekonomi antara China dengan Amerika merupakan bentuk perang ideologi untuk reformasi perekonomian. 

“Amerika Serikat sebagai negara adidaya memiliki prinsip dalam mengembangan perekonomiannya melalui cara dengan biasa disebut Liberal World Order yang selalu disebar luaskan kepada negara-negara lain. Berbeda dengan China atau yang sekarang  disebut Tiongkok yang mulai mereformasi sistem ekonomi komunis menjadi sistem ekonomi pasar yang justru hal ini merupakan dasar dalam mengembangkan ekonomi negaranya,” ungkap Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu RI tersebut. 

Pada akhir sesi dalam diskusi online ini Kadir Jailani menyampaikan bahwa hadirnya perekonomian Tiongkok yang signifikan dapat dimungkinkan menghadirkan persepsi ancaman secara militer dari Tiongkok yang cukup potensial. 

“Dapat dipersepsikan Tiongkok menjadi ancaman potensial dalam hal kedaulatan negara, walaupun demikian dapat dikatakan bahwa posisi Tiongkok sangat tegas dalam menentukan strategi ekonomi terhadap Indonesia, sehingga dengan demikian dapat dimungkinkan posisi tersebut Tiongkok secara politis dapat bersekutu dengan Indonesia,” tutur Kadir Jailani. 

Penulis : M. Akmal Syawal 

Dok : Jakarta Post  

fun run 2023 warnai pembukaan resmi dekan cup 2023 dan pererat civitas akademika dan alumni fh unair

Fun Run 2023 Warnai Pembukaan Resmi Dekan Cup 2023 dan Pererat Civitas Akademika dan Alumni FH UNAIR

Humas (7/9/20230 | Fun Run yang diadakan pada Sabtu (2/9/2023) merupakan salah satu bagian sekaligus pembukaan kegiatan Dekan Cup FH UNAIR 2023. Kegiatan Fun Run ini sesuai dengan namanya, peserta bergerak lari dengan rute memutari kampus B UNAIR. Selain menyehatkan, kegiatan ini juga sebagai ajang silaturrahmi beberapa alumni FH UNAIR yang hadir sekaligus memeriahkan Fun Run.

Memperingati ke-51 tahun beridirinya FH UNAIR, maka hal inilah yang melatarbelakangi terselenggaranya Fun Run. Kegiatan ini dihadiri mulai dari alumni sampai dengan civitas akademika FH UNAIR, lebih meriahnya lagi terdapat beberapa hiburan bernyanyi bersama setelah dilaksanakannya lari bersama. Iman Prihandono, Ph.D selaku Dekan FH UNAIR menyampaikan beberapa kalimat sambutan yang utamanya dengan diselenggarakannya Fun Run ini memiliki tujuan memperkuat hubungan silaturrahmi dengan alumni dan bersama-sama meningkatkan kualitas FH UNAIR. “Pembukaan Dekan Cup dengan terselenggaranya Fun Run, memiliki filosofi bahwa kita harus berlari terus meningkatkan kualitas FH UNAIR menjadi lebih baik. Tahun ini dengan kualitas FH UNAIR menjadi Fakultas Hukum nomer 1 di Indonesia, baik mahasiswa, alumni, dosen hingga para alumni juga berperan penting untuk mempertahankan kualitas tersebut,” ungkap Dekan FH UNAIR dalam kalimat sambutannya.

fun run 2023
fun run 2023

Tidak berhenti pada kegiatan berlari saja, setelah itu diadakannya undian doorprize guna memeriahkan kegiatan Fun Run. Beragam sekali hadiah yang didapat, mulai dari sembako, perlengkapan rumah tangga, sepeda lipat, hingga ada alumni yang membantu memeriahkan kegiatan ini dengan memberikan uang untuk dijadikan puncak hadiah doorprize. Janice (2021) selaku Project Officer dari Dekan Cup 2023 menyampaikan apresiasi serta terimakasih kepada semua pihak yang turut meramaikan acara Fun Run ini sebagai pembukaan dari kegiatan Dekan Cup 2023. “Sebanyak kurang lebih 500 peserta yang hadir pada acara Fun Run merupakan salah satu capaian luar biasa, peserta Fun Run ini dihadiri oleh seluruh civitas akademika FH UNAIR dan juga beberapa alumni. Saya berterimakasih kepada seluruh pihak yang membantu mensukseskan kegiatan Fun Run sekaligus sebagai awal mulai dibukanya kegiatan Dekan Cup,” ucap Project Officer Dekan Cup FH UNAIR 2023.

Penulis : M. Akmal Syawal (Dok : Humas FH UNAIR)

menilik karier alumni fh unair dari teller bank ke kemenkumham

Menilik Karier Alumni FH UNAIR: Dari Teller Bank ke Kemenkumham

Humas (19/8/2023) | Pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan dibuka pada 17 September 2023 mendatang. Seleksi CPNS merupakan rangkaian seleksi yang cukup panjang dan ketat yang meliputi seleksi administrasi dan tes CPNS. 

Kendati formasi seleksi CPNS belum diumumkan, banyak pencari kerja yang sudah mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi CPNS, tidak terkecuali para lulusan Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR). Sebagai seorang lulusan hukum, tentu banyak instansi pemerintah yang dapat dimasuki. Salah satu instansi yang paling diminati oleh seorang lulusan hukum yaitu Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham). 

Alumni FH UNAIR pun sudah banyak yang bekerja di Kemenkumham. Sebut saja Dio Akbar Pratama, S.H., M.H. Alumni FH UNAIR angkatan 2009 ini menjabat sebagai jabatan fungsional tertentu pembimbing kemasyarakatan Kemenkumham. Dio menceritakan pengalaman kariernya hingga ia berhasil lolos seleksi CPNS di Kemenkumham. Pada awalnya, ia meniti karier yang tidak selinier dengan jurusan hukum. 

“Saya lulus dari FH UNAIR pada tahun 2013 awal dengan menempuh masa studi 3,5 tahun dan alhamdulillah mendapat predikat cumlaude pada saat itu. Setelah lulus, saya bekerja di salah satu bank sebagai teller di mana hal tersebut tidak linier dengan latar belakang pendidikan saya sebagai Sarjana Hukum,” tutur Dio. 

Pada tahun 2017, Dio memutuskan untuk mengundurkan diri dari bank tempatnya bekerja dan mencoba seleksi CPNS. Ia memilih formasi jabatan pembimbing kemasyarakatan Kemenkumham yang berfokus pada pemulihan hubungan reintegrasi para narapidana yang ada di Lembaga Permasyarakatan (Lapas). 

“Tahap demi tahap seleksi saya lalui dengan sukses dan pada akhirnya takdir membawa saya untuk menjadi PNS di Kemenkumham, hingga saat ini saya meniti karier di salah satu kota di Jawa Timur. Saya juga sudah lulus program Magister di salah satu perguruan tinggi negeri di kota saya bekerja,” ujarnya. 

Pekerjaannya di Kemenkumham berkaitan dengan bidang hukum yang ia minati semasa kuliah, yaitu hukum pidana. Dio juga berharap ia dapat mengambil program Doktor di FH UNAIR suatu saat nanti. 

“Menurut saya, FH UNAIR merupakan salah satu kampus yang cukup disegani, karena ketika saya mengatakan saya lulusan S1 FH UNAIR, orang-orang menjadi sangat respect. Karena itulah saya ingin meneruskan S3 di FH UNAIR apabila ada kesempatan,” ucap Dio. 

Sebagai penutup, Dio menyampaikan tips dan trik untuk menjadi praktisi hukum yang sukses serta harapan untuk FH UNAIR. Menurutnya, kiat terpenting untuk menjadi sukses adalah melakukan semua pekerjaan dengan hati yang ikhlas. 

“Lakukan semua pekerjaan dengan hati yang ikhlas dan gembira, serta lakukan semua dengan versi terbaik dari dirimu. Semoga FH UNAIR menjadi Fakultas Hukum terbaik di Indonesia, bahkan di Asia dan dunia. Semoga FH UNAIR dapat terus mencetak ahli-ahli hukum yang profesional ke depannya,” pungkasnya. 

Penulis : Dewi Yugi Arti 

mengenal sosok dwiarso, ketua muda pengawasan mahkamah agung alumni fh unair 1981

Mengenal Sosok Dwiarso, Ketua Muda Pengawasan Mahkamah Agung: Alumni FH UNAIR 1981

Humas (19/8/2023) | Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) angkatan 1981, H. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.H., dilantik menjadi Ketua Muda Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia pada Jumat (21/7/2023) lalu di Gedung Mahkamah Agung Republik Indonesia, Jakarta. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. M. Syarifuddin, S.H., M.H. 

Sebelumnya, Dwiarso telah dilantik sebagai Hakim Agung pada 19 Oktober 2021. Kini, ia menggantikan posisi Dr. Zahrul Rabain, S.H., M.H. yang telah memasuki masa pensiun. Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Dwiarso didasarkan pada Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 61/P Tahun 2023 tanggal 14 Juli 2023 tentang Pengangkatan Ketua Muda Pengawasan Mahkamah Agung. 

Pria kelahiran Surabaya, 14 Maret 1962 tersebut menempuh pendidikan S1 di FH UNAIR pada tahun 1981. Kariernya berawal dari pegawai negeri di Mahkamah Agung yang kemudian membuatnya menjadi hakim. Ia pun sempat mendapatkan tugas langsung menjadi Ketua Pengadilan Negeri di beberapa kota di wilayah Indonesia. Sosoknya yang tegas dan adil dibuktikan dengan keberaniannya dalam memutus perkara besar saat ia bertugas di Pengadilan Negeri Semarang pada tahun 2014.  

Salah satu kasus yang ditanganinya adalah kasus korupsi Bupati Karang Anyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih pada tahun 2014. Dwiarso memvonis Rina dengan hukuman enam tahun penjara dan denda lima ratus juta rupiah. Rina terbukti bersalah dalam kasus korupsi subsidi perumahan Griya Lawu Asri yang terletak di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. 

Namanya pun semakin santer terdengar ketika ia menangani kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada akhir tahun 2016. Saat itu, Dwiarso menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara setelah sebelumnya mendapatkan sertifikasi hakim tindak pidana korupsi. 

Dalam sumpahnya di hadapan Ketua Mahkamah Agung, mantan Kepala Badan Pengawasan itu berjanji akan memenuhi kewajiban sebagai Ketua Muda Pengawasan Mahkamah Agung dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya serta memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Alumni Magister Hukum Universitas Gajah Mada ini juga berjani akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya menurut Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 serta berbakti kepada nusa dan bangsa. 

Selamat dan sukses kepada H. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.H. atas pelantikannya! 

 

Penulis : Dewi Yugi Arti 

Sumber: dikutip dari https://www.mahkamahagung.go.id/id/berita/5830/ketua-ma-lantik-dwiarso-budi-santiarto-sebagai-ketua-muda-pengawasan dan https://www.viva.co.id/siapa/read/418-dwiarso-budi-santiarto  

IKA-FH-UNAIR

IKA FH UNAIR JABODETABEK ‘s Scholarship Day: Dorong Mahasiswa untuk Maksimalkan Potensi

Humas (31/7/2023) | Fakultas Hukum Universitas Airlangga sebagai salah satu Fakultas Hukum terbaik di Indonesia, memiliki banyak sekali keunggulan seperti salah satunya banyak sekali bagian dari FH UNAIR mendapatkan beasiswa, kelebihan tersebut tidak lepas juga dari peran alumni. Banyak sekali alumni FH UNAIR yang ada di Indonesia, salah satunya dari Ikatan Alumni (IKA) FH UNAIR JABODETABEK yang telah mengadakan diskusi secara daring mengenai informasi beasiswa. 

IKA FH UNAIR JABODETABEK pada Sabtu (29/7/2023) telah menyelenggarakan informasi beasiswa yang bertemakan “Unlocking Your Potential: Navigating the Scholarship Landscape” yang bertujuan untuk menyediakan wadah informasi mengenai beasiswa bagi para mahasiswa dan alumni FH UNAIR. Acara ini dihadiri oleh ketiga narasumber alumni FH UNAIR yang berhasil meraih beasiswa yang luar biasa, diantaranya Marializia Hasni sebagai alumni FH UNAIR sekaligus penerima beasiswa Chevening, Virga Dwi Efendi sebagai alumni FH UNAIR sekaligus penerima beasiswa LPDP Luar Negeri, dan yang terakhir Desi Arianing Arrum sebagai alumni FH UNAIR sekaligus penerima beasiswa LPDP Dalam Negeri dan tak lupa dimoderatori oleh Krisna Murti yang juga bagian dari IKA FH JABODETABEK. 

Acara kali ini selain ketiga narasumber menyampaikan informasi mengenai beasiswa, peserta yang menghadiri juga diberikan kesempatan untuk bertanya sekaligus sharing langsung mengenai tips and trick seputar beasiswa. Selama rangkaian acara ini berlangsung, banyak sekali pertanyaan yang disampaikan, mulai dari cara mencari beasiswa, tips and trick untuk lolos pada suatu beasiswa dan lain sebagainya. 

“Banyak sekali teman-teman dapatkan informasi beasiswa melalui website resminya masing-masing, salah satunya apabila teman-teman berminat untuk mengambil beasiswa LPDP baik dalam maupun luar negeri dapat langsung cek pada websitenya mengenai persyaratan lebih detailnya,” tutur Virga. 

Pada acara kali ini para alumni juga dapat sharing-sharing bersama mahasiswa maupun alumni lainnya mengenai suka duka selama perkuliahan dan juga ketika memperoleh beasiswa yang mereka harapkan. Banyak sekali disampaikan mengenai beberapa pertanyaan yang seringkali dipertanyakan pada tahap interview, seperti pertanyaan mengenai benefit yang didapatkan pemberi beasiswa terhadap penerima beasiswa. “Beragam sekali pertanyaan yang disampaikan oleh interviewer, seperti dampak apa yang akan kita lakukan apabila kita menerima beasiswa. Menurutku sih yang penting yakin dengan jawaban yang kita sampaikan dan memang beasiswa yang kita dapatkan memang sangat berguna bagi sekeliling kita,” ucap Desi. 

(Dok : Humas FH UNAIR) 

Penulis : M. Akmal Syawal  

Temu-Alumni-FH-UNAIR-Angkatan-1983-Memorabilia-dan-Persahabatan-Selamanya

Temu Alumni FH UNAIR Angkatan 1983: Memorabilia dan Persahabatan Selamanya

Humas (14/7/2023) | Temu alumni adalah salah satu sarana untuk alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga untuk menjaga silaturahmi. Kegiatan tersebut diselenggarakan hampir secara rutin. Melalui wawancara yang dilakukan kepada Pak Gagok, salah satu alumni dari FH UNAIR, acara tersebut diselenggarakan oleh alumni FH UNAIR tahun 1983. Temu alumni ini diselenggarakan pada Hari Sabtu (17/6/2023) hinngga hari Minggu (18/6/2023). Acara ini bertajuk ‘kawan datang dan pergi, tetapi persahabatan itu selamanya’. 

Acara temu alumni ini diawali dengan kegiatan ’Memorabilia’. Kegiatan ini dilangsungkan di FH UNAIR Gedung A. Hal ini dilakukan untuk mengingat kembali saat bersama-sama sebelum gedung kampus lama pindah ke yang baru. ”Banyak cerita dan kenangan kita di kampus itu,” Pungkas Pak Gagok pada wawancaranya.  

Setelah Memorabilia, kemudian acara dilanjutkan di The Padi View Trawas milik salah seorang alumni FH UNAIR. Kegiatan hari kedua diberi nama ’Fun Trip to Trawas’. Perjalanan ke Trawas dibuat semenarik mungkin agar bisa bercerita dan bercengkrama di kendaraan. 

Setelah sampai di Trawas, kemudian dilanjutkan dengan agenda ’Friendship Forever & Happy Dinner’. Pada agenda ini, diadakan pula perlombaan yang unik bertema Back to Gen-Z. Hal ini dimaksudkan agar generasi senior tidak kalah lincah dan cakap dengan generasi sekarang. Agenda ini juga berisikan penampilan-penampilan podcast yang memiliki narasumber para alumni untuk menunjukan kebanggaan FH UNAIR. 

Senam Bersama Alumni FH UNAIR 1983 

Kemudian sampailah pada agenda terakhir yang ertajuk ’No Say Goodbye’ yang diisi dengan lomba outdoor yang menyenangkan. ”Di akhir acara rasanya kita ingin berlama-lama kumpul meski sudah di ujung acara,” Tutur Pak Gagok. 

Acara temu alumni ini dihadiri oleh beberapa alumni FH UNAIR yang sukses merajut karirnya. Beberapa diantaranya adalah Pak Sarno, yakni owner Lab Klinik Pramita; Pak Imansyah, Pejabat OJK yang sekarang menjadi calon komisioner OJK; Dadang T S, aktivis yang banyak berkecimpung di NGO anti korupsi; Dr. Hari Purwadi, Ketua Jurusan Pendidikan Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Solo; Henny, Notaris sukses di Surabaya; dan masih banyak yang belum tersebutkan. 

Temu alumni kali ini tidak sukar untuk dilakukan karena Wadek 1 yakni Dr. Enny Narwati S.H., M.H. merupakan alumni FH UNAIR  tahun 1983 sehingga acara dapat berjalan dengan lancar. Para alumni juga bisa menggunakan ruangan faculty club dan juga Ruang Sidang Pancasila. 

”Harapannya kita selalu bisa bersilaturahmi dengan teman-teman kuliah sehingga bisa bertukar cerita sampai kondisi terakhir,” Ungkap Pak Gagok. ”Lewat cerita-cerita tersebut kita juga bisa sharing dan saling membantu,” 

Penulis: Alldeira Lucky Syawalayesha 

IKA ALUMNI JABOTABEK

Easy Run & Fun Walk 2023 IKA FH UNAIR JABODETABEK: Jalin Silaturahmi Alumni Lintas Angkatan

Humas (12/7/2023) | Fakultas Hukum Universitas Airlangga sebagai salah satu Fakultas Hukum terbaik di Indonesia seringkali menciptakan lulusan yang terbaik pula, dengan persebaran para alumninya yang hampir tersebar di seluruh wilayah Indonesia, maka seringkali mereka berkumpul untuk selalu memperkuat hubungan kekeluargaan sesama almamater tercinta di tiap-tiap daerahnya. Seperti yang dilaksanakan oleh Ikatan Alumni FH UNAIR JABODETABEK pada Minggu (9/7/2023) dengan terlaksanakannya kegiatan Easy Run & Fun Walk 2023 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. 

Kegiatan Easy Run & Fun Walk 2023 ini mendapatkan respon yang positif oleh IKA FH UNAIR JABODETABEK, terbukti dengan antusias alumni yang datang sebanyak kurang lebih 40 orang. Selain menjalin hubungan silaturrahmi, seperti namanya, rangkaian kegiatan kali ini diantaranya diawali dengan pemanasan dan membagi kelompok yang akan menempuh lari maupun berjalan mengelilingi GBK. “Kegiatan kali ini sangat menyenangkan, selain berolahraga dan menjalin silaturrahmi sesama IKA FH UNAIR JABODETABEK, juga dilanjutkan dengan games berhadiah doorprize voucher belanja, serta santap pagi bersama,” ucap Affan sebagai salah satu IKA FH UNAIR JABODETABEK yang hadir. 

Dalam kegiatan kali ini dihadiri diantaranya Reghi Perdana S.H., LL.M. selaku Ketua IKA FH UNAIR Jabodetabek yang sekarang bekerja sebagai Kepala Biro Hukum Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Farah Heliantina S.H., M.M. selaku Wakil Ketua IKA FH Unair Jabodetabek yang sekarang bekerja sebagai Asisten Deputi Investasi Bidang Jasa, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ansori, S.H., M.H. yang sekarang berprofesi sebagai Hakim Ad Hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tingkat Kasasi. 

“Dengan terselenggaranya kegiatan ini, memberikan suasana hangat dan guyub lintas angkatan. Meskipun banyak yang baru bertemu dan kenal pada saat acara, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi teman-teman yang sudah lama tidak bertemu dan baru sama-sama mengetahui bahwa saat ini bekerja di Jakarta,” ungkap Affan. 

Affan sebagai salah satu pengursi IKA FH UNAIR JABODETABEK yang hadir dalam kegiatan kali ini mengungkapkan, harapannya untuk terus menjaga hubungan silaturrahmi dan membuka peluang kolaborasi antar alumni, sehingga dapat menunjukkan bahwa lulusan FH UNAIR merupakan kualitas yang terbaik. 

(Dok : IKA FH UNAIR JABODETABEK) 

Penulis : M. Akmal Syawal 

Temu Alumni, FH UNAIR dan FH ULM Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Melalui Acara Temu Alumni, FH UNAIR dan FH ULM Sepakat Kolaborasi  Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Humas (29/6/2023) | Sebagai salah satu Fakultas Hukum terbaik di Indonesia, tak heran beberapa alumni dari FH UNAIR tersebar luas di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di daerah Banjarmasin. Berbagai cara dilaksanakan untuk terus mempererat hubungan silaturrahmi antara alumni dengan para dosen maupun civitas akademika, salah satunya melaksanakan acara temu alumni FH UNAIR di Banjarmasin pada Jumat (23/6/2023) yang juga dihadiri oleh beberapa dosen dan juga civitas akademika FH ULM. 

Dalam kegiatan temu alumni kali ini, selain dari alumni juga terdapat Iman Prihandono, Ph.D selaku Dekan FH UNAIR, Dr. Mohammad Syaiful Aris selaku Wakil Dekan II FH UNAIR, serta tak lupa Prof. Muhammad Madyan selaku Wakil Rektor II UNAIR yang turut menghadiri kegiatan ini. Kegiatan temu alumni kali ini dilakukan dengan berbincang santai serta membahas sinergitas yang dibangun khususnya antara FH UNAIR dan FH ULM, yang mana Rektor ULM juga menyebutkan bahwa tak sedikit dosen di Fakultas Hukum ULM merupakan lulusan FH Unair, sehingga ULM dinilai perlu mendalami teknis pengelolaan pendidikan di Unair agar dapat terus berkolaborasi dengan baik. 

“Kegiatan hari ini temanya temu alumni FH Unair dalam rangka mengumpulkan para alumni FH Unair yang ada di Banjarmasin dari pelacakan kami sekitar 51 yang bisa kami dapat di kota Banjarmasin jadi mereka tersebar dimana mana alhamdulillah itu bisa dilakukan karena kemaren pa Dekan FH Unair menginginkan untuk acara temu alumni FH Hukum di Banjarmasin bisa dilaksanakan,” ucap Diana Haiti selaku Ketua Panitia Temu Alumni. 

Dekan FH UNAIR pun turut bangga dan senang ketika mengikuti kegiatan ini, yang mana dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat terus meningkatkan kolaborasi pendidikan, khususnya di bidang hukum, serta dapat mengharmonisasi alumni untuk terus menjunjung nama baik almamaternya masing-masing. “Alumni kita sudah tersebar kemana mana mulai dari ketua MA Jaksa Agung Menteri DLL salah satu program kita adalah mendekatkan alumni yang sudah tersebar alumni di Banjarmasin ini banyak sekali dari S1, S2, S3 mulai dari ketua pengadilan dan kejaksaaan tinggi sampai Dosen ULM, hal itu harus dirangkul karena kekuatan dari universitas fakultas terdapat pada alumninya, bagaimana berkontribusi kepada masyarakat dan balik ke Fakultas lagi itu tujuannya jadi mempererat hubungan 3 pilar universitas alumni dan industri alumni ini yang harus kita jaga terus,” tutur Iman Prihandono. 

“Ada suatu kesepakatan dengan ULM bahwa UNAIR akan membantu dalam hal pencapaian ranking dsb kita akan membantu berkaitan dengan kualitas pendidikan dan pengabdian masyarakat di ULM sehingga ULM bisa lebih maju lagi,” ujar Prof. Muhammad Madyan, Wakil Rektor II Unair. 

Sumber : Tulisan ini dikutip dari https://dutatv.com/fh-unair-fh-ulm-sepakat-kolaborasi-tingkatkan-kualitas-pendidikan/ 

Penulis : M. Akmal Syawal 

Kumpul Alumni FH UNAIR Angkatan 1993: Jalin Silaturahmi dan Networking

Humas (21/6/2023) | Kegiatan kumpul alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) angkatan 1993 telah dilaksanakan pada 2 – 3 Juni 2023 lalu. Kegiatan kumpul alumni tersebut tidak hanya diisi dengan kumpul-kumpul dan bercengkerama antaralumni, tetapi juga diisi dengan kegiatan bakti sosial dan kunjungan ke panti asuhan. 

Wahyu Kristiadi, penanggungjawab kegiatan, melalui wawancara dengan FH News pada Senin (20/6/2023) mengatakan pada hari pertama, mereka mengunjungi panti asuhan untuk berbagi kepada anak-anak yatim piatu yang ada di sana. Setelah itu, mereka juga menziarahi makam teman-teman mereka yang telah pergi mendahului. 

“Kemudian, hari kedua baru kami kunjungan ke kampus yaitu FH UNAIR. Acaranya kurang lebih seperti mengenang masa-masa waktu kami kuliah dulu, apalagi setelah ini FH UNAIR akan pindah ke gedung baru. Jadi ini the last moment, setidaknya kami punya foto dan video di depan kampus tercinta,” tutur Wahyu. 

Malam harinya, mereka melaksanakan kegiatan Gala Dinner di salah satu hotel di Surabaya. Wahyu berujar tema khusus dari kegiatan kumpul alumni ini adalah “Kembali Bersama di 30 Tahun.” Tema tersebut memiliki pesan utama untuk menjalin silaturahmi antaralumni, memperkuat networking, dan membangun sinergi. 

“Intinya dari kita untuk kita,” imbuhnya. 

Kegiatan Kumpul Alumni FH UNAIR Angkatan 1993. 

Alumni FH UNAIR yang hadir, sambung Wahyu, kurang lebih sebanyak 100 orang, termasuk salah satunya Dwi Rahayu Kristianti, S.H., M.A., dosen hukum tata negara FH UNAIR. 

“Alumni kita saat ini banyak yang bekerja di bidang hukum. Ada yang jadi jaksa, lawyer, hakim, notaris, bahkan dosen FH UNAIR yaitu Bu Yeyen (Dwi Rahayu). Intinya semua datang, tidak ada yang membeda-bedakan,” paparnya. 

Wahyu berharap agar acara kumpul alumni ini dapat terus dilanjutkan di lain kesempatan, sebab ini merupakan acara kumpul alumni ketiga yang dilaksanakan. Ia merencanakan agar acara kumpul alumni angkatan 1993 akan diadakan setiap lima tahun sekali. 

“Untuk yang acara besarnya mudah-mudahan bisa diadakan setiap lima tahun sekali, sedangkan di sela-selanya bisa diadakan acara kumpul alumni kecil-kecilan karena kan kami juga tersebar di berbagai kota. Ada yang di Surabaya, Jakarta, dan sebagainya,” ucapnya. 

“Semoga ke depannya kami tetap dapat menjalin silaturahmi tanpa membawa pesan-pesan politik atau status sosial. Jadi semuanya membaur seperti masa kuliah dulu, dari semua golongan menjadi satu,” pungkasnya. 

Penulis : Dewi Yugi Arti 

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika KEMLU RI Abdul Kadir Jailani Berikan Kuliah Tamu Bahas ASEAN Legal Order

Selasa (15/2/23), Fakultas Hukum Universitas Airlangga mengundang salah satu alumni terbaiknya yaitu Abdul Kadir Jailani dari Kementerian Luar Negeri RI untuk memberikan kuliah tamu dengan tema ASEAN Legal Order. Abdul Kadir Jailani saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI. Sebelumnya beliau diberikan kepercayaan oleh Pemerintah Indonesia sebagai Duta Besar RI untuk Kanada merangkap ICAO, berkedudukan di Ottawa.

Membawakan tema ASEAN Legal Order, Abdul Kadir Jailani mengawali kuliahnya dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada mahasiswa tentang ASEAN. Selanjutnya beliau menjelaskan tentang materi kuliahnya. ASEAN awal mula yang dibentuk sebagai organisasi politik, yang pada waktu itu adalah untuk menangkal paham komunisme di kawasan asia tenggara. Dalam perkembangannya, ASEAN akhirnya mempunyai konstitusinya sendiri yaitu ASEAN Charter, ASEAN menjadi ruled-based organisation. Dalam konteks Hukum ASEAN, ASEAN mempunyai ciri dan karakter. Antara lain adalah berkarakter ASEAN Way, bersifat intergovernmantal memberikan gambaran yang sangat berbeda dengan Uni Eropa yang bersifat supranasional, serta tidak ada transfer of competence.

Sementara itu berbicara tentang ASEAN Way, menurut beliau memang tidak ada penjelasan yang spesifik. Namun intinya segala sesuatu harus dilakukan secara konsensus, cara-cara informal, non-konfrontasi, dengan tujuan menghindari konflik serta bersifat fleksibel bagi semua negara anggota. Namun tentunya ASEAN Way ini mempunyai implikasi tersendiri. Dampak ini tidak hanya dari diliihat sisi negatifnya, namun juga terdapat dampak positif berupa tetap bersatunya ASEAN.

Pengalaman beliau yang segudang memberikan pula gambaran tentang ASEAN Political Community. Yang mana dalam konteks penyelesaian sengketa, diharapakan model-model fleksibel. Dengan catatan pula memang terdapat slow normative development. Khususnya dalam konteks isu HAM, sangat berbeda dengan model Uni Eropa, ASEAN mempunyai AICHR sebagai organsisasi konsultatif dan tidak mempunyai mekanisme untuk melakukan asesmen. Bergeser ke isu ASEAN Economic Community, ASEAN menerapkan integrasi ekonomi bersama hingga ASEAN Socio-Cultural Community yang mana lebih menekankan kepada soft laws, namun terdapat catatan juga ASEAN ketika gagal membentuk perlindungan terkait isu perlindungan migrant worker. Hal ini dilatarbelakangi adanya perbedaan antara beberapa negara anggota. Indonesia sendiri berusaha keras untuk mewujudkan gerakan perlindungan migrant worker khususnya mendorong pembentukan konvensi internasional.

Dan bahasan terakhir, terkait dengan penyelesaian sengketa, beliau menitikberatkan bahwa mekanisme ini belum pernah digunakan sampai hari ini. Hal ini berkaitan dengan legal culture antar negara anggota yang bersifat tend to avoid permasalahan-permasalahan hukum. Belum lagi tentang kompleksitas sistem penyelesaiannya yang diatur dalam Artikel 25 ASEAN Charter.

Sebagai penutup, ASEAN memang belum sampai ke legal order tapi masih bersifat legal regime. Dalam penerapannya, memang banyak kritik antara lain adanya lack of legal clarity, lack of legal culture dan diperlukan progressive development. “Dengan demikian, apresiasi yang sangat tinggi kepada FH UNAIR yang sudah mulai mengajarakan mata kuliah Hukum ASEAN” demikian tutupnya.

 

Penulis: Tim Humas