Skip to main content

SKK FH UNAIR Gelar Webinar Bincang Karir Bersama Alumni Berprestasi

Humas (3/12/2022) | Sie Kerohanian Katolik (SKK) FH UNAIR menggelar webinar yang mengundang alumni-alumni berprestasinya pada Minggu (20/11/2022). Tema yang diangkat adalah terkait bincang karir setelah mendapatkan gelar sarjana hukum dengan judul “Career Preparation for a Better Generation.” Dua pemateri dihadirkan pada kegiatan tersebut. 

Pemateri pertama adalah Kathrine Abidea Salim, S.H., yang kini merupakan Associate di SSEK Indonesian Legal Consultant. Alumni angkatan 2018 itu mengatakan bahwa terdapat tiga hal yang harus dilakukan oleh mahasiswa selama ia berkuliah. Pertama adalah find what you want to do, yakni mahasiswa harus bisa mengetahui bahwa mereka berkuliah itu untuk mencapai tujuan apa. Ia mengakui bahwa mencari tahu hal tersebut tidaklah mudah, oleh karena itu mahasiswa harus secara aktif tereskpos dengan berbagai kegiatan yang ditawarkan oleh fakultasnya. 

“Kedua adalah finding the circle you like. Kita disini harus dikelilingi oleh orang-orang yang dapat menjadi support system kita dan mendorong kita untuk lebih aktif dalam berbagai kegiatan. Ketiga adalah buat visi dan misi terkait apa yang kita inginkan dan dapatkan selama berkuliah. Dibuatnya visi dan misi ini dapat memfokuskan kita harus kemana selepas lulus,” ujar alumni angkatan 2018 itu. 

Pemateri kedua adalah Yolanda Hosana, S.H. yang kini menjadi Associate di SKY Law Firm. Yolanda mengatakan bahwa berorganisasi adalah hal penting yang harus dilakukan di perkuliahan. Menurutnya, IPK biasanya bukan hal pertama yang disorot namun pengalaman keorganisasian. Ia menambahkan pula bahwa lebih bagus bila selama berkuliah juga mengikuti lomba, seperti lomba peradilan semu. Hal ini dikarenakan bahwa pengalaman organisasi dan lomba adalah yang menjadi titik utama yang disorot dalam curriculum vitae (CV). 

“Pengalaman ini juga dapat melatih kita untuk lebih baik dalam managemen waktu. Hal ini penting ketika kita sudah menginjak pada tahap menulis skripsi, apalagi kalau teman-teman ingin lulus 3,5 tahun. Kualitas CV juga dapat menentukan kualitas relasi terhadap alumni dan orang-orang yang dapat menunjang karir masa depan kalian,” tutur alumni angkatan 2018 itu. 

Penulis: Pradnya Wicaksana 

Alumni FH UNAIR Diskusikan Prospek Transisi dan Kedaulatan Energi Di Indonesia

Energi adalah sesuatu yang sangat melekat dalam setiap aktivitas kehidupan. Secara sederhana, energi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan suatu usaha. Keberadaannya tidak dapat dihilangkan karena manfaatnya yang begitu besar bagi perkembangan teknologi manusia. Salah satu sumber energi terbesar yang hingga kini masih dimanfaatkan manusia adalah alam itu sendiri. Namun, apa jadinya ketika energi dari alam itu habis? Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi diselenggarakannya webinar dengan tajuk “Menjaga Kedaulatan Energi Indonesia Dalam Masa Transisi Energi” oleh Organisasi Keluarga Besar Airlangga (Kalingga) Daya Yustisia. Kegiatan yang terselenggara pada Sabtu, 5 November 2022 juga bertepatan dengan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan. Turut hadir sebagai pembicara ialah tiga orang pakar hukum energi yang semuanya merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga, yaitu Rizal Dharma, Pramono Indroharto, dan Adji B. Said. 

Kegiatan tersebut dibuka dengan keynote speech dari Didik S. Setyadi selaku ketua Asosiasi Praktisi Hukum Minyak Gas Bumi dan Energi Terbarukan (APHMET), yang juga alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Didik menyampaikan dunia energi adalah dunia yang tidak akan berakhir sampai dengan berakhirnya peradaban di bumi. “Ketika masih ada kehidupan, maka masih ada energi. Energi di Indonesia saat ini sedang berada dalam masa transisi dari energi fosil yang bertransformasi menjadi energi baru dan terbarukan,” ujarnya membuka. 

Kesempatan pertama untuk menyampaikan materi diberikan kepada Rizal dan Pramono, yang bekerja di bidang hukum energi. Mereka memaparkan materi mengenai industri migas dalam transisi energi. Rizal menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara penandatanganan dari Paris Agreement yang berkomitmen untuk mereduksi gas rumah kaca. “Komitmen Indonesia untuk mereduksi gas rumah kaca adalah sebesar 41% dengan international support. Paris Agreement diratifikasi dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016,” tuturnya. Komitmen tersebut juga tampak melalui Indonesia Long-Term Strategy For Law Carbon and Climate Resilience 2050. Target bauran energi Indonesia, sambungnya, pada 2025 diusahakan sebesar 23% energi baru dan terbarukan. Akan tetapi, kebutuhan energi di Indonesia semakin besar setiap tahunnya.  

Pramono kemudian melanjutkan dengan menjelaskan definisi dari kedaulatan energi. Beliau mengutip pendapat dari Sampe L. Purba yang menyatakan bahwa kedaulatan energi adalah hak negara dan bangsa untuk secara mandiri menentukan kebijakan pengelolaan energi untuk mencapai ketahanan dan kemandirian energi. “Kemandirian energi dan ketahanan energi definisinya diatur pada Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional. Pada intinya, kemandirian dan ketahanan energi yaitu kondisi terjaminnya ketersediaan energi dan akses masyarakat terhadap energi dalam jangka panjang,” terangnya.  

Penyampaian materi kemudian dilanjutkan oleh Adji, mengenai transisi energi Indonesia. Menurutnya, semua negara di dunia saat ini berpartisipasi aktif untuk memastikan lingkungan dan bumi yang ditinggali saat ini punya jalan ke depan yang lebih baik untuk anak cucu di masa depan. “Saat ini, renewable energy hanya digunakan sebesar 20% saja, sedangkan energi fosil digunakan sebesar 80%. Indonesia pada 2050 berkomitmen untuk mengejar Net Zero Goals, sehingga pengelolaan terhadap lingkungan seharusnya menjadi lebih baik,” paparnya. Adapun untuk menuju Net Zero Goals, Indonesia perlu melakukan evolusi dan mengedepankan salah satu keunggulan Indonesia sebagai salah satu pemilik hutan terbesar di dunia untuk melakukan komersialisasi carbon trading. Selain itu, tambahnya, infrastruktur berupa peraturan perundang-undangan yang mendorong untuk dilakukannya percepatan menuju Net Zero Goals dan pembangunan industri yang mendukung transisi energi untuk menuju Net Zero Goals juga menjadi kunci penting dalam mempersiapkan transisi energi di Indonesia. 

Penulis: Dean Rizqullah Risdaryanto 

Alumni FH UNAIR Menjadi Pembicara pada Sharing Session IISMA

Humas (17/11/2022) | Beasiswa Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) menggelar kegiatan Sharing Session pada Minggu malam (13/11/2022). Judul dari kegiatan tersebut adalah “Tales from Around the World: A Glimpse of Europe”. Alumni FH UNAIR angkatan 2018 Zalfa Jatmiko diundang menjadi pembicara dalam sharing session tersebut. Ia merupakan Awardee IISMA 2021 di Sapienza University of Rome. 

Zalfa menceritakan bahwa pengalaman belajar di Roma sangatlah unik, karena dinamika kelasnya sangat berbasis pada isu yang sedang hangat dalam mata kuliah tersebut. Tak hanya itu, mata kuliah yang disediakan sangat up to date dalam perkembangan isu-isu global yang ada. Alhasil, pengasahan mahasiswa menjadi sumber daya yang berkualitas amat berkualitas disana. 

“Dari studi di Italia, aku mendapatkan perspektif pentingnya kualitas sumber daya dan pengembangannya di Indonesia. Eropa yang benuanya kecil itu bisa memanfaatkan sumber daya yang mereka miliki dengan baik, bayangkan bagaimana kita bisa mengimplementasikan hal tersebut di Indonesia yang amat besar,” ujar alumni angkatan 2018 itu. 

Selama belajar di Sapienza, Zalfa mengatakan bahwa tantangan belajar yang ia alami adalah pembelajaran tidak terbatas pada buku saja Dinamika obrolan dengan teman-teman disana setelah kelas rampung adalah membicarakan terkait materi dan isu-isu yang sedang hangat. Tak hanya itu, pembelajaran juga bisa lebih fleksibel disana karena tidak terbatas pada kelas. Hal ini karena bahwa materi dan rekaman pengajaran semuanya tersedia pada mahasiswa. 

Satu hal yang harus benar-benar dilatih ketika dalam mempersiapkan dan menjalni program IISMA adalah bahasa inggris. Oleh karena itu pula, Zalfa berupaya untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris dengan mendirikan Jatmiko Indonesia yang menawarkan kelas bahasa inggris gratis.  

“Dalam mempersiapkan IISMA, jangan lupa untuk mencari mentor dari kakak tingkat atau alumni IISMA untuk mendapatkan kritik dan saran. Tak hanya itu, kamu bisa mengasah kemampuan wawancaramu dengan mereka. Banyaklah belajar dan perkayalah perspektif dari orang-orang di luar negeri,” pungkasnya. 

Penulis: Pradnya Wicaksana 

Kolaborasi dengan Alumni Angkatan 1995, Kementerian Hublu BEM FH UNAIR Selenggarakan Acara Career Talk

Kementerian Hubungan Luar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Kementerian Hublu BEM FH UNAIR) berkolaborasi dengan komunitas Alumni FH UNAIR angkatan 1995 menyelenggarakan Career Talk: Knowing Yourself, Winning Your Future. Kegiatan talkshow dan pemaparan materi yang dilaksanakan secara offline di Ruang 303 Gedung A FH UNAIR pada Jumat (4/11/2022) itu mengundang alumni FH UNAIR angkatan 1995 sebagai pembicara, di antaranya Maria Sagrado, S.H., LL.M., M.Kn., Partner Makarim & Taira S. Law Firm; Royhan Nevy Wahab, S.H., LL.M., Minister Counsellor/Koordinator Fungsi Ekonomi di Kedutaan Besar Republik Indonesia; Ika Mauluddhina, S.H., M.H., Koordinator Kejaksaan Tinggi Bali; Letnan Kolonel CPM Rifky Nurachman, S.H., Komandan Satuan Pendidikan Perwira Pusat Pendidikan Polisi Militer TNI Angkatan Darat; Dr. Boedi Haryanto, S.H., M.H., Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kediri; Donny Alamsyah Sheyoputra, S.H., M.Si., (HAN), LL.M., Lawyer dan Konsultan Hukum Kekayaan Intelektual Sheyoputra Law Office; dan Shofianti Ifada, S.H., Lawyer/Legal Consultant Law Firm Ricardo Simanjuntak & Partners. 

Acara dimulai dengan sambutan dari Koordinator Alumni FH UNAIR Angkatan 1995, Hary. Hary menyampaikan acara career talk diadakan agar para mahasiswa bisa mengenal berbagai profesi yang dijalani oleh para alumni FH UNAIR setelah lulus dari FH UNAIR. Ia berharap agar materi yang disampaikan oleh para pembicara, meskipun sedikit, dapat bermanfaat bagi para mahasiswa dalam menyusun prospek karier ke depannya. 

 Salah satu pembicara, Shofianti, mengatakan apa pun profesi lulusan FH UNAIR nantinya tetap harus dijalani dengan baik meskipun bukan berprofesi di bidang hukum. 

“Kita harus tetap bangga dengan profesi kita apa pun itu. Najwa Shihab juga lulusan Fakultas Hukum tetapi ia jadi jurnalis. Bercita-cita itu wajib, tetapi kalau di tengah jalan ada kebingungan ya wajar. Seiring berjalannya waktu, kita akan tahu sendiri akan menempuh karier apa ke depannya,” tutur Shofianti. 

Pembicara lain, Donny, berujar ia memilih karier sebagai konsultan Hukum Kekayaan Intelektual agar bisa memberikan saran sekaligus berpraktik di lapangan. 

“Saya menjadi konsultan HAKI (Hukum Kekayaan Intelektual, Red) agar bisa memberi advice sekaligus bisa praktik di lapangan. Saya bisa memberikan advice kepada sahabat-sahabat saya sebagai konsultan. Dan di saat yang bersamaan saya bisa praktik di lapangan sebagai advokat dalam kasus-kasus pelanggaran merek, pelanggaran hak cipta, dan lain-lain,” jelas Donny. 

Selain sesi talkshow dan pemaparan materi, para pembicara juga membagikan doorprize menarik berupa buku dan saldo Gopay.  

 

Penulis : Dewi Yugi Arti 

Hadirkan Alumni Dalam Pembekalan Guna Persiapkan Pekerja Menempuh Dunia Karir

Pendidikan merupakan salah satu gerbang candradimuka yang mampu untuk mengubah kehidupan manusia. Melalui pendidikan, seseorang akan mendapatkan wawasan baru yang membuka cakrawala untuk bertransformasi menjadi lebih bijaksana. Tak jarang bahwa pendidikan kerap kali menjadi jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik lagi. Tujuan utama pasca menempuh masa pendidikan tentunya adalah bekerja guna mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang selama ini sudah diperoleh. Sebagai persiapan bagi para Lulusan dalam memasuki dunia kerja pada periode wisuda Oktober 2022 ini, Fakultas Hukum Universitas Airlangga kembali menyelenggarakan pembekalan. Kegiatan tersebut telah terselenggara pada Kamis, 29 Oktober 2022 di Aula Pancasila Fakultas Hukum Universitas Airlangga secara offline. Tak tanggung-tanggung, pembekalan tersebut menghadirkan alumni yang sudah menempuh dunia karier secara mantap untuk membagikan pengalamannya kepada para Lulusan. Adapun alumni yang kali ini berkesempatan untuk hadir memberikan pembekalan tersebut ialah Erika Asih Palupi, S.H., M.H. selaku Corporate Secretary PT. Terminal Petikemas Surabaya. 

Turut hadir membuka kegiatan tersebut ialah Dr. Mohammad Syaiful Aris, S.H., M.H., LL.M selaku Wakil Dekan II Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Dalam sambutannya, pengajar hukum tata negara tersebut mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang sudah menyempatkan waktu untuk berkenan kembali ke Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Tak lupa beliau juga memberikan pesan singkat kepada para mahasiswa yang kini sudah dinyatakan lulus. Menurutnya, para mahasiswa tersebut kini sudah berhasil menuntaskan seluruh tugas-tugasnya di Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Akan tetapi, tugas-tugas yang lebih besar untuk bangsa dan negara sudah menanti. Beliau juga berharap agar para Lulusan tetap optimis untuk menyambut masa depan karena telah mendapatkan bekal secara cukup dari salah satu Fakultas Hukum terbaik di Indonesia. “Teruslah meningkatkan diri dengan belajar dan terus berusaha untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Insha Allah itu akan memberikan berkah” ujarnya menandai dibukanya sesi pembekalan.  

Dalam kesempatan untuk membagikan pengalamannya, Erika Asih Palupi, S.H., M.H. menceritakan bahwa sebelum dirinya sampai pada posisi karier seperti sekarang, banyak posisi karier lain yang sudah dilaluinya mulai dari magang, junior lawyer, dan menjadi in-house lawyer. Alumni lulusan angkatan 1993 tersebut juga menjelaskan, banyak pelajaran berharga yang diperolehnya selama berkuliah dan sangat membantunya dalam meniti jenjang karier. Berbagai pengetahuan yang menurutnya berharga tersebut di antaranya seperti menyusun dan memberikan pendapat hukum serta menyusun dokumen hukum. Menurutnya, kemampuan seperti itu diperolehnya ketika masih berkuliah dan disempurnakan ketika sudah menempuh dunia kerja. Beliau juga berpesan bahwa setidaknya terdapat nilai-nilai yang harus dipertahankan dalam menempuh perjalanan baru di dunia karier. Nilai-nilai tersebut meliputi, penajaman diri dengan terus belajar, integritas, daya juang, jejaring, dan komunikasi yang baik. Sebagai penutup, beliau mengungkapkan perasaan senangnya karena mahasiswa yang hadir telah mampu untuk berinteraksi dengan baik dalam forum. “Semoga apa yang diperoleh selama berkuliah dapat bermanfaat. Sukses selalu” ujarnya menutup. 

Penulis: Dean Rizqullah Risdaryanto 

Tiga Alumni FH UNAIR Menjadi Mentor Debat dalam MYMA Golden Debate Camp 2022

Humas (19/7/2022) |Badan Semi Otonom (BSO) Masyarakat Yuris Muda Airlangga (MYMA) FH UNAIR memang tersohor atas prestasi yang dimenangkan oleh anggota-anggotanya dalam kompetisi debat hukum nasional. Oleh karena itu, MYMA FH UNAIR menggelar pelatihan intensif untuk memperkenalkan mahasiswa FH UNAIR cara-cara menjadi pendebat handal. Digelar pada Minggu pagi (17/7/2022), kegiatan tersebut bernama MYMA Golden Debate Camp 2022. Tiga alumni FH UNAIR yang memiliki kiprah menyabet prestasi dalam kompetisi debat semasa studinya diundang menjadi mentor pada pelatihan ini. 

Alumni pertama adalah Sayyidatul Insiyah dari angkatan 2016. Sisi, sapaan karibnya, memperkenalkan bahwa dalam debat hukum, komposisi timnya terdapat tiga pembicara yang masing-masing mengemban peran sebagai pembicara kesatu, kedua, dan ketiga. Disitu, akan ada tim pro dan tim kontra terhadap mosi debat yang ditentukan. Dalam materinya, mantan Inspektur Jenderal MYMA akan menjelaskan peran yang diemban oleh pembicara kesatu. 

“Pembicara pertama disini adalah untuk memberikan impresi baik ke dewan juri. Ia akan memberikan penegasan standing position tim, melalui latar belakang mosi dan poin-poin argumentasi yang akan diberikan tim. Tergantung pada mosinya, kita juga bisa memberikan limitasi terhadap mosinya agar argumentasi tim lebih terarah,” ujar Peneliti SETARA Institute itu. 

Alumni kedua adalah Ardhana Christian Noventri yang akan menjelaskan terkait peran pembicara kedua. Ventri, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa pembicara kedua akan memberikan argumentasi utama dari standing position tim terhadap mosi. Oleh karena itu, argumen tersebut harus mengutamakan aspek normatif sebagai dasar argumentasi, seperti dari peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan putusan pengadilan. Ventri menambahkan bahwa pemberian data atau fakta empiris juga diperbolehkan sebagai pendukung dari argumentasi normatif. 

“Perbedaan utama dari pembicara kedua dan ketiga dengan pembicara pertama adalah diperbolehkannya interupsi dari tim lawan. Lawan sewaktu-waktu dapat memotong pembicaraan kita dan memberikan pertanyaan. Jadi, pembicara kedua harus bisa membidas dengan baik dan tetap menjaga konsentrasi dan koherensi argumennya,” tutur mantan Direktur Jenderal MYMA itu. 

Alumni ketiga adalah Shevierra Danmadiyah yang menghaturkan peran dari pembicara ketiga. Biasanya, pembicara ketiga akan menyajikan data yang mendukung argumentasi, serta komparasi terkait praktik yang relevan dengan mosi debat. Dari situ, diharapkan pembicara ketiga dapat memberikan solusi dan kesimpulan dari mosi debat. Shevi, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pembicara ketiga harus mau jadi ‘tong sampah’ dalam argumentasi tim. 

“Maksud dari tong sampah ini positif, jangan dimaknai negatif. Pembicara ketiga ini berperan untuk memberikan argumentasi dan bidasan yang belum sempat diberikan pembicara kedua, serta jawaban argumentasi lawan yang belum dijawab dengan baik oleh kedua pembicara lainnya,” papar peneliti ELSAM itu. 

Setelah pemaparan materi pembuka dari ketiga mentor, peserta MYMA Golden Debate Camp 2022 dimasukkan ke breakout room dimana masing-masing mentor dapat memberikan pelatihan intensif. 

Penulis: Pradnya Wicaksana

Gelar Wicara bersama Alumni ALSA LC UNAIR terkait Tips dan Trik Mengisi CV

Humas (23/6/2022) |BSO Asian Law Students Association (ALSA) LC UNAIR menggelar Alumni Greeting pada Sabtu siang (18/4/2022). Premis kegiatan tersebut adalah alumni-alumni ALSA LC UNAIR diundang untuk mengisi gelar wicara yang motivasional. Topik yang akan dieksplor pada Alumni Greeting adalah “The Guide to Fill Out Curriculum Vitae (CV) with Experience During College.”

Tiga alumni diundang pada kegiatan tersebut. Pertama adalah Muhammad Fadel yang kini menjadi Analis Kebijakan Kementerian Dalam Negeri RI. Kedua, Agnes Yuristian yang merupakan seorang Senior Associate di Lardi and Partners. Ketiga adalah Lintang Yudhantaka, seorang akademisi hukum di UPN “Veteran” Jawa Timur.

Lintang mengatakan bahwa pengisian CV harus dimulai dengan mengikuti organisasi dan kegiatan-kegiatan seperti lomba atau pelatihan. Menurutnya, sangat mudah untuk jatuh pada pola pikir bahwa mengikuti kegiatan hanya untuk memperbanyak isi CV. 

“Padahal hal tersebut salah, seharusnya kita mengikuti kegiatan itu tujuannya adalah untuk mencari pengalaman dan menemukan minat kita. Selain itu, kita berinvestasi pada pengasahan soft skill. Pola pikirnya harus seperti itu, jangan yang lain,” ujar dosen itu.

Agnes mengamini perkataan Lintang. Menurutnya, bagaimana mahasiswa mengikuti kegiatan akan berpengaruh pada kualitas seorang mahasiswa dan CV-nya. Berdasarkan pengalamannya di firma hukum dimana ia berprofesi sebagai advokat, Agnes mengatakan bahwa kualitas anak magang yang dicari lumrahnya tidak berada pada IPK-nya.

“Menurut saya, IPK itu nomor dua. Yang nomor satu adalah konsistensi dan ketertarikannya ia dalam mengembangkan kemampuan hukumnya (legal skills), dan hal ini harus tercantum dalam CV. Misal dia ikut pelatihan, ikut lomba, ikut seminar yang relevan dengan pengembangan kemampuannya,” ujar alumni Melbourne School of Law itu.

Fadel menambahkan bahwa kualitas CV tak sekadar bertumpu pada jumlah dan bergengsi tidaknya suatu kegiatan yang diikuti mahasiswa. Melainkan, CV juga harus bisa memunculkan relevansi kegiatan yang diikuti dengan tujuan karir. Dari sini, CV dapat menggambarkan kemampuan dan ketertarikan mahasiswa pada bidang.

Penulis: Pradnya Wicaksana

Mengenal Abdul Kadir Jailani, Alumnus FH UNAIR, Diplomat RI, Punggawa Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu RI

Tokoh-tokoh berpengaruh yang lahir dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga (UNAIR) sudah tidak perlu lagi diragukan kredibilitasnya. Salah satu tokoh berpengaruh tersebut yaitu Abdul Kadir Jailani selaku ​Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI. Sebelum didapuk menjadi, ​Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Abdul Kadir Jailani juga pernah menjabat menjadi Duta Besar RI untuk Kanada. Tidak hanya itu, Abdul Kadir Jailani juga pernah dipercaya untuk menjadi Wakil Tetap RI untuk International Civil Aviation Organization (ICAO). Prestasi membanggakan lainnya juga pernah didapat Abdul Kadir Jailani semenjak bergabung dengan Kementerian Luar Negeri RI yaitu menjadi Direktur Perjanjian Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya serta menjadi Deputi Direktur Perjanjian Politik dan Keamanan.

Ketika ditemui dalam kegiatan Kuliah Umum DSM di ASEAN beberapa waktu lalu tepatnya pada Sabtu (04/6/2022) di Gedung A Fakultas Hukum UNAIR, Abdul Kadir Jailani tidak lupa untuk menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Hukum UNAIR yang juga telah memiliki andil besar dalam kesuksesannya hingga di titik saat ini.

Oleh karena itu, sebagai salah satu cara Abdul untuk giving back to faculty, Abdul Kadir Jailani membahas tentang optimalisasi kerjasama antara Kementerian Luar Negeri RI dan Fakultas Hukum UNAIR. “Kami (Kementerian Luar Negeri RI, Red) ingin memfasilitasi Fakultas Hukum UNAIR, termasuk kegiatan seperti ini (kuliah umum, Red), termasuk pengembangan ASEAN Law,” terangnya

Masih dalam kegiatan yang sama, diungkapkan pula bahwa Abdul Kadir Jailani adalah salah satu alumni yang sangat terbuka kepada Fakultas Hukum UNAIR sebagai almamaternya. Tentu hal ini menjadi contoh baik bagi mahasiswa, mahasiswi, dan alumni Fakultas Hukum UNAIR lainnya untuk bisa meneladani sikap dan sifat Abdul Kadir Jailani dalam keikutsertaannya mengembangkan almamater yang sudah membesarkan namanya. 

Menutup perjumpaannya dengan mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Hukum UNAIR ketika mengisi kuliah umum, Abdul Kadir Jailani berpesan bahwa kunci meraih mimpi adalah belajar dan bekerja dengan keras. 

 

Penulis : Tristania Faisa Adam

Editor: Pradnya Wicaksana



Sumber foto: INNEWS.CO.ID

Hartini M. Kasran, Alumni FH UNAIR Berusia 92 Tahun yang Belum Pensiun dari Dunia Hukum

Hartini Mochtar Kasran, S.H., FCBArb, FIIArb adalah ketua Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Surabaya. Perempuan yang kini berusia 92 tahun itu sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia hukum. Bertepatan pada ulang tahunnya yang ke-92 tahun, ia meluncurkan kedua bukunya yang berjudul Mozaik Hukum Arbitrase di Indonesia dan Hartini Mochtar Kasran, Perempuan Tangguh 92 Tahun Belum Pensiun. Peluncuran buku itu diselenggarakan di Multi Purpose Hall Hotel Elmi pada Rabu (1/6/2022).

Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) yang sudah menjadi partner kerja sama dari BANI turut diundang dalam acara yang berjudul “Minutes by Minutes: Peluncuran Buku 92 Tahun Bunda Hartini”. Dekan FH UNAIR, Iman Prihandono, S.H., M.H., LL.M., Ph.D. datang untuk memberikan sambutan. Selain Dekan FH UNAIR, hadir juga Guru Besar FH UNAIR, Prof. Dr. Yohanes Sogar Simamora, S.H., M.Hum., FCBArb, C.C.D., C.M.C yang memberikan paparan sebagai narasumber, serta dosen FH UNAIR, Dr. Prawitra Thalib sebagai moderator.

Hartini yang merupakan alumni FH UNAIR itu sudah 28 tahun memimpin BANI Surabaya sejak tahun 1994. Bahkan, kantor BANI Surabaya pada awalnya dibeli dengan uang pribadi Hartini. Selain menjadi arbiter, sebelumnya Hartini juga pernah menjabat sebagai hakim, dekan, hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Ia bahkan disebut sebagai gurunya guru besar, sebab sudah berkarier di dunia hukum selama berpuluh-puluh tahun dan belum pensiun juga. Karier dan kecerdasannya di bidang hukum tidak dapat diragukan lagi. Namun, ia merendah dan mengatakan itu hanya sebutan yang dilayangkan oleh Prof. Sogar Simamora.” Itu Prof. Sogar Simamora saja yang nyebut begitu,” ujarnya merendah.

Atas dedikasinya yang tinggi pada dunia hukum, Dekan FH UNAIR memberikan sambutan pada acara peluncuran bukunya dan mengapresiasi kinerja serta kerja keras Hartini selama berpuluh-puluh di bidang hukum, terutama di bidang hukum arbitrase.

 

Penulis : Dewi Yugi Arti

Sumber

  • JawaPos (https://www.jawapos.com/features/04/06/2022/kiprah-panjang-hartini-dan-dunia-arbitrase-di-surabaya/)
  • Probuana (https://probuana.com/2022/05/24/di-hari-ulang-tahunnya-ke-92-hartini-mochtar-akan-luncurkan-2-buah-buku/)

Klinik Hukum IKA FH UNAIR: Kolaborasi Alumni Sebagai Wujud Kepedulian Dalam Penyelesaian Masalah Hukum Bagi Warga Kampung Muka

Secara umum, kita memahami bahwa pendidikan adalah proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya terkait dengan proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai proses untuk menanamkan nilai yang hidup di masyarakat dalam melakukan interaksi sosial seperti simpati dan empati. Sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi hukum, Fakultas Hukum Universitas Airlangga juga turut menunjukkan kualitas dari hasil penyelenggaraan pendidikan yang dibuktikan melalui para Alumninya. Salah satu contoh diantaranya adalah melalui penyelenggaraan Klinik Hukum Gratis oleh Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga Jabodetabek bekerja sama dengan komunitas Jakarta Mengabdi di Kampung Muka, Ancol, Jakarta Utara  pada 14 –15 Mei 2022, kemarin. 

Dengan mengangkat tema “Hukum Pertanahan dan Hukum Keluarga (hak anak dan perempuan)”, kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai upaya dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Bagas Purwa, S.H. selaku Ketua Jakarta Mengabdi yang juga merupakan Alumni tahun 2014 dalam sebuah wawancara singkat. Tema tersebut dipilih karena dirasa merupakan permasalahan hukum yang paling sering dihadapi oleh masyarakat. Oleh karenanya, Alumni FH UNAIR di Jakarta sebagai bagian dari civitas akademika harus turut merasa bertanggung jawab dalam memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat. “Harapannya Klinik Hukum Gratis ini memiliki dampak positif bagi masyarakat maupun bagi seluruh keluarga IKA FH UNAIR” ujarnya menjelaskan harapannya. Dirinya juga mengungkapkan bahwa salah satu inisiator terselenggaranya kegiatan tersebut adalah Reghi Perdana, S.H., LL.M selaku ketua IKA FH UNAIR Jabodetabek. 

Hadir juga sebagai narasumber yang membagikan keilmuannya dalam kegiatan tersebut ialah Krisna Murti Ardianto, S.H. (2016), Mella Fitriyatul Hilmi, S.H. (2015), Sayyidatul Insiyah, S.H. (2016). Ketika dihubungi, Sayyidatul Insiyah, S.H. atau yang biasa dipanggil Sisy menjelaskan bahwa Klinik Hukum tidak hanya dilakukan dengan penyampaian materi, tetapi juga dengan melakukan bakti sosial. Sebagai seorang perantau, dirinya merasa senang karena diberi kesempatan untuk berbagi dan bertemu kembali dengan para alumni sehingga merasakan adanya kehangatan layaknya keluarga. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut ialah Iman Prihandono, S.H., M.H., LL.M., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Dalam sebuah kesempatan singkat, beliau menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Alumni FH UNAIR kepada masyarakat. Setelah para alumni berhasil dalam bidangnya masing-masing mereka tidak lupa untuk tetap saling berbagi dan memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Lebih dari itu lahirnya komunitas Jakarta Mengabdi yang digagas oleh Alumni juga menunjukkan bahwa pendidikan yang mereka dapatkan di Fakultas Hukum mengajarkan tidak hanya keilmuan hukum, tetapi juga kemampuan kepemimpinan, inovasi, dan kolaborasi. “Dengan Jakarta Mengabdi, mereka membangun masyarakat pinggiran untuk hidup lebih baik. Fakultas Hukum Unair sangat bangga dan akan terus mendukung kegiatan Bakti Sosial ini kedepannya” ujarnya singkat dengan penuh kebanggaan.

Penulis : Dean Rizqullah Risdaryanto