Pentingnya Pembelajaran Kolaboratif dan Partisipatif Dalam Menciptakan Pendidikan Hukum Yang Berkualitas

  • Beranda
  • Berita
  • Pentingnya Pembelajaran Kolaboratif dan Partisipatif Dalam Menciptakan Pendidikan Hukum Yang Berkualitas
| yuni afifah |

Kualitas dan integritas moral professional jurist merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah sistem hukum yang berfungsi baik kepada situasi kondusif dan berjalannya sistem negara secara inklusif. Guna menjamin keberlangsungan supply jurist professional yang mempunyai keterampilan berkualitas baik dan beretika secara profesional, pendidikan hukum harus dilakukan dengan standar kualitas yang tinggi. Hal inilah yang kemudian melatar belakangi diselenggarakannya program Legal Education, Ethics, and Professionalism sebagai bagian dari Orange Knowledge Program (LEAP-OKP). Kegiatan tersebut dimotori oleh Fakultas Hukum Universitas Airlangga yang bekerja sama dengan Faculty of Law Maastrich University dengan beranggotakan Fakultas Hukum dari berbagai perguruan tinggi dari Indonesia bagian timur seperti, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Mulawarman, Universitas Halu Oleo, Universitas Nusa Cendana, dan Universitas Borneo Tarakan.

Kali ini, program tersebut kembali menyelenggarakan kegiatan yang diberi tajuk Webinar Interaktif Jaringan Pendidikan Hukum: Pembelajaran Kolaboratif dan Partisipatif dalam Pendidikan Hukum. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut ialah Prof. Dr. Fokke Fernhout dari Faculty of Law Maastricht University, Netherlands. Kegiatan dibuka oleh Iman Prihandono, S.H., M.H., LL.M., Ph.D selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Dalam sambutannya beliau mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat relevan mengingat kebutuhan bangsa Indonesia atas yuris profesional yang berintegritas terus meningkat. Akan tetapi, untuk menghasilkan yuris profesional tersebut perlu adanya pendidikan tinggi hukum yang berkualitas melalui pembelajaran kolaboratif dan partisipatif.

Dalam kesempatannya, Prof. Dr. Fokke Fernhout menyampaikan pentingnya pendidikan hukum yang berbasis pada kasus untuk mewujudkan pembelajaran kolaboratif dan partisipatif. Menurutnya, terdapat beberapa cara untuk mewujudkan pembelajaran kolaboratif dan partisipatif. Pertama, mahasiswa berperan sebagai tokoh utama dalam memecahkan kasus. Kedua, mahasiswa melakukan analisis terhadap kasus untuk membangun rekomendasi dan solusi. Ketiga, kelas yang berdiskusi secara aktif. Adapun terdapat persyaratan yang harus dipenuhi seperti, kelas yang dibagi kelompok dengan anggota tidak mencapai sepuluh, tempat yang nyaman untuk berdiskusi, pastikan bahwa semua mahasiswa dapat mencatat, dan perlu adanya notulis. Nantinya dalam pembelajaran kelompok tersebut akan dibagi menjadi beberapa peran dengan tugasnya masing-masing mulai dari anggota, notulen, pimpinan diskusi, dan tutor.

Penulis : Dean Rizqullah Risdaryanto

Share Link:
Berita Lainya
logo-header

© Copyright. FH UNAIR. All Rights Reserved.