NAWAKSARA

BSO LEMBAGA PERS MAHASISWA “NAWAKSARA”

NAWAKSARA

Sejarah Lembaga Pers Mahasiswa “Nawaksara”

Perkembangan dalam bidang ekonomi, politik, sosial ataupun budaya membuat masyarakat membutuhkan banyak informasi terkait perkembangan tersebut guna meningkatkan pengetahuan dan dapat mengikuti perkembangan yang ada. Guna memenuhi kebutuhan akan informasi-informasi tersebut, perkembangan dalam dunia pers tentu diperlukan. Melalui pers, segala informasi terkait dengan bidang ekonomi, politik, sosial maupun budaya dapat diketahui melalui pers. Pers sendiri telah berkembang dengan pesat setelah pemerintah menjamin kemerdekaan pers melalui Undang-Undang No 40 tahun 1999 tentang Pers.

Lembaga pers ini tidak terbatas pada lembaga nasional, melainkan dalam lingkup mahasiswa lembaga pers juga dapat didirikan. Hal ini karena mahasiswa sebagai agent of change dituntut untuk tidak apatis terhadap perkembangan yang terjadi baik didalam lingkungan kampus ataupun perkembangan nasional. Seorang mahasiswa hendaklah dapat menyuarakan suara rakyat, karena mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat.
Dalam lingkup Fakultas Hukum Universitas Airlangga, tentu diperlukan suatu wadah dimana mahasiswa dapat mengapresiasikan tujuan dan cita-cita bersama demi menunjang perkembangan yang ada. Untuk menunjang terpenuhinya kebutuhan akan informasi dalam lingkungan kampus ataupun informasi terkait perkembangan nasional, dibentuklah suatu Badan Semi Otonom (BSO) yang bernama Lembaga Pers Mahasiswa “Nawaksara”.
Lembaga Pers Mahasiswa “Nawaksara” didirikan sebagai wadah jurnalistik bagi mahasiswa untuk menyikapi perkembangan situasi nasional dan regional pada umumnya yang berkaitan dengan hukum pada khususnya, baik bersifat akademis maupun non akademis. Lembaga Pers Mahasiswa “Nawaksara” ini didirikan pada hari senin tanggal 10 Januari 2010. Lembaga Pers Mahasiswa “Nawaksara” merupakan organisasi yang berazaskan Pancasila. Organisasi Lembaga Pers Mahasiswa “Nawaksara” ini dapat disingkat menjadi LPM “Nawaksara”. Nama Nawaksara sendiri diambil dari judul Pidato Ir. Soekarno pada tanggal 22 Juni 1966 dalam Sidang Umum ke-IV MPRS. Nawaksara tersebut beliau ambil dari kata “Nawa” yang berarti sembilan dan “Asksara” yang berarti tulisan.

Visi
Mencetak mahasiswa menjadi insan pers yang mampu berpartisipasi dalam membangun nasional dan regional pada umumnya serta yang berkaitan dengan hukum pada khususnya sesuai dengan sendi-sendi jurnalistik yang berlandaskan moral Pancasila.

Misi

  1. Mendorong dan menumbuh kembangkan intelektualitas mahasiswa yang kritis dan dinamis dalam menganalisa situasi nasional dan regional dengan jurnalistik sebagai wilayah penerapannya.
  2. Menggalakan ruang-ruang diskusi sebagai wadah eksplorasi dan dialektika gagasan mahasiswa sebagai bentuk kritisasi terhadap situasi nasional dan regional melalui wadah jurnalistik.
  3. Mengembangkan tradisi jurnalistik yang berwatak berani, jujur, intelektualitas, dan integrasi dikalangan mahasiswa sehingga mampu mendorong terciptanya kristalisasi gagasan-gagasan yang kritis dan revolusioner dibidang jurnalistik sebagai bentuk tekanan ekstra parlementer terhadap perkembangan situasi nasional dan regional.

 

Unduh disini